Milad Ke- 53, KAHMI Babel Gelar Sejumlah Kegiatan

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menginjak usia 53 tahun pada tanggal 17 September 2019 menggelar sejumlah kegiatan.

Untuk memaknai milad ke-53 ini, Majelis Wilayah KAHMI Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan refleksi kegiatan dan melaksanakan rangkaian acara milad bertema “KAHMI untuk Negeri”.

Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Kepulauan Bangka Belitung, dr. Achmad Husaini, Sp.OG menyampaikan tema utama Milad tersebut sebagai perwujudan peran KAHMI sebagai organisasi cendikiawan, religius dan independen.

“Sejak berdiri sampai sekarang, kami berkomitmen hadir membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, negara dan alam semesta,” ujarnya, Senin (16/09/2019).

Dikatakannya, MW KAHMI Babel dalam satu tahun terakhir telah melaksanakan program dalam berbagai bidang. Diantaranya, dalam bidang politik, KAHMI berpartisipasi aktif dalam mendorong demokratisasi lokal.

“Pada momentum Pemilu beberapa waktu yang lalu kita terlibat melalui MoU dengan BAWASLU dan hadir dalam setiap tahapan Pemilu untuk memastikan Pemilu berjalan secara demokratis,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam bidang ekonomi, KAHMI mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dan entreprenurship melalui Badan Otonom KAHMIPreneur. “Berangkat dari usaha alumni, kita perkuat jaringan usaha dengan melibatkan masyarakat sebagai sentral pemberdayaan ekonomi,” tutur dokter spesialis kandungan itu.

Sekarang KAHMIPreneur telah memiliki beberapa kelompok binaan antara lain Agro Insan Cita 1 yang bergerak dalam usaha budidaya lada dan Agro Insan Cita 2 yang khusus menangani komoditi ubi kasesa dan holtikultura.

Badan otonom ini sekarang sedang mendorong penguatan usaha lainnya, seperti usaha minimarket dan usaha perdagangan skala mikro melalui wadah kelompok Niaga Insan Cita. KAHMI juga ambil bagian dalam kerja-kerja sosial dan keummatan.

“Melalui wadah Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadoqah (LAZIS KAHMI), peran kemanusiaan KAHMI ini hadir memberikan pelayanan dan penyaluran ZIS untuk masyarakat yang kurang mampu. LAZIS KAHMI kedepan menjadi instrumen pemberdayaan ummat yang efektif,” terangnya.

Selain itu, badan otonom ini juga menjadi pilar KAHMI untuk mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh dalam memberdayakan anak yatim piatu untuk mendapatkan pendidikan tahfidz qur’an dan kompetensi bahasa (arab dan inggris) yang berkerjasama dengan Sekolah tahfidz Insan Cita (STIC) Bangka Belitung.

Sebagai organisasi mantan aktivis mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia, KAHMI hadir dalam memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi daerah. Melalui Badan Otonom KAHMI Institute, berdiri lembaga pendidikan Qur’an yakni Sekolah tahfidz Insan Cita (STIC) Bangka Belitung yang bersinergi dengan potensi alumni yang kompeten di bidangnya. “Lembaga ini menjadi lokomotif pencipta kader-kader terbaik daerah dan bangsa yang religius,” ungkap dokter yang pernah memiliki salah satu rumah sakit swasta di Bekasi ini.

“KAHMI Institute sekarang juga sedang menyiapkan sebuah karya tekstual dalam bentuk Buku yang nanti akan dilounching dan dibedah pada malam resepsi Milad KAHMI-53 yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2019,” tambahnya. (rell/ran/3).

Related posts