MGMP Sebagai Wujud Totalitas Guru

  • Whatsapp


Oleh: Hadiatus Sarifah, S.Pd.
Aktivis SGI (Sekolah Guru Indonesia) Literat Bangka Belitung

GURU merupakan salah satu provesi yang sangat mulia karena mencerdaskan anak bangsa. Untuk sekarang ini, menjadi guru yang profesional harus memenuhi beberapa aspek, diantaranya provesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Jika keempat aspek tersebut sudah terpenuhi, maka dapat dikatakan menjadi guru yang profesional. Namun, dalam keempat aspek tersebut yang harus dikuasai oleh guru yaitu profesional dan pedagogik. Guru harus bisa menguasai materi-materi yang akan diajarkan kepada siswa, diusahakan jangan sampai terdapat kesalahan dalam penyampaian materi.

Menjadi guru saat ini, memang tidak semudah membayangkan, seperti halnya pernyataan yang seringkali diucapkan yaitu prakteknya tidak semudah teori yang dijelaskan. Apalagi untuk saat ini, banyak tuntutan mulai dari perangkat pembelajaran, guru pembelajar, dll. Guru fokus dengan perangkat pembelajaran, sehingga terkadang sering meninggalkan kelas. Hal ini menjadi sebuah tantangan bagi guru agar bisa menyelaraskan antara dokumen-dokumen dan mengajar di kelas. Banyaknya perangkat pembelajaran yang harus dibuat oleh guru, dibutuhkan kerja sama yang baik antara guru mata pelajaran misalnya melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

MGMP merupakan sebuah wadah yang digunakan untuk saling sharing dan berbagi ilmu mengenai mata pelajaran terkait. Setiap guru wajib untuk terintegrasi dengan forum MGMP, dengan demikian dapat meningkatkan mutu pendidikan untuk saat ini. Kita ketahui bahwa di abad 21 ini, ilmu semakin berkembang dan komplek, sehingga sebagai guru harus menguasai perkembangan ilmu yang ada, dengan demikian pendidikan akan semakin terarah dan maju. Sesuai dengan cita-cita Bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan anak bangsa, dibutuhkan komitmen yang kuat bagi guru untuk senantiasa menjadi guru pembelajar.

Menjadi guru pembelajar menjadi fokus utama dalam dunia pendidikan saat ini, semakin berkembangnya teknologi guru harus menguasai pendidikan. Dengan adanya MGMP, guru mata pelajaran dikumpulkan untuk membahas kendala-kendala yang dialami di sekolah terkait mata pelajaran yang diampu. Dengan bergabungnya beberapa guru mata pelajaran dari beberapa sekolah yang berbeda, dapat saling bertukar informasi dan ilmu pengetahuan terkini. Dalam kegiatan MGMP biasanya dilakukan setiap sebulan sekali, dan dilakukan moving school agar guru-guru mata pelajaran dapat merasakan warna yang berbeda dari sekolah lain.

Dengan adanya pertemuan rutin dan membahas mengenai kendala-kendala yang dialami oleh guru saat mengajar, dapat dikomunikasikan kepada guru lain yang berbeda sekolah, sehingga dapat menciptakan solusi yang harmonis dalam pemecahan masalah. Kita ketahui bahwa setiap guru mata pelajaran mempunyai pemikiran yang berbeda-beda. Seringkali, saat pertemuan melalui forum MGMP ini, difokuskan untuk menganalisa soal-soal ataupun perkembangan materi setiap mata pelajarannya. Seperti halnya dengan perkembangan kurikulum yang menyebabkan berkembangnya perangkat pembelajaran dan strategi untuk mengarahkan materi pelajaran dengan baik.

Kurikulum 2013 sekarang, banyak mengalami perubahan terutama dalam hal aspek menganalisis soal dan menyampaikan materi yang diajarkan. Materi yang diajarkan lebih kepada analisa dan penalaran yang mendalam, karena siswa dituntut untuk bisa mencapai level kognitif atau mencipta. Untuk saat ini, tidak hanya siswa paham dengan materi saja, tetapi mampu mengembangkan materinya sesuai dengan penalarannya sendiri. Apalagi untuk pelajaran SMA terkhusus pelajaran sosiologi, yang lebih membahas tentang fenomena-fenomena sosial yang ada di dalam masyarakat.

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelaari tentang kehidupan masyarakat, mulai dari interaksi sosial, lembaga sosial, sosialisasi, dll. Selain itu, sosiologi juga membahas mengenai gejala sosial yang ada di sekitar lingkungan masyarakat. Semua itu bisa dikaji dengan sosiologi. Pada dasarnya materi sosiologi sangat bekaitan tentang aspek-aspek atau realita terkini, sehingga kita memahami lingkungan sekitar kita. Belajar tentang sosiologi, seperti halnya belajar tentang diri sendiri yang terbentuk di dalam lingkungan masyarakat. Selain itu, sosiologi juga membahas mengenai gejala-gejala sosial terkini. Kita ketahui bahwa gejala-gejala sosial saat ini semakin komplek, sehingga dibutuhkan analisis yang mendalam untuk mengkaji sosiologi.

Gejala sosial yang semakin kompleks dan berkembang menjadikan guru harus belajar dan berwawasan luas untuk mengkaji gejala atau fenomena sosial di dalam masyarakat, sehingga dengan wadah MGMP setiap guru berperan serta dalam perkumpulan tersebut. Seringkali guru mengabaikan untuk berkumpul dan bersinergi dengan komunitas MGMP, karena kita ketahui bahwa guru saat ini, banyak mempunyai tuntutan, terutama dalam hal administrasi. Banyak administrasi yang harus diselesaikan oleh guru, sehingga terkadang hanya fokus mengajar dan menyelesaikan administrasi. Dengan demikian, MGMP dirasa belum menjadi fokus utama untuk menunjang kemampuan yang dimiliki oleh guru.

Selain itu, forum MGMP terkadang menjadi kendala bagi guru, karena jarak sekolah yang berjauhan, sehingga masih enggan untuk berkumpul dalam komunitas MGMP. Hal ini sebenarnya jangan menjadi belenggu untuk guru-guru, karena MGMP merupakan forum yang sangat penting. Setiap guru mampu bersinergi dengan forum tersebut, MGMP juga merupakan wujud totalitas guru dalam mengembangkan ilmunya, dengan begitu dapat menjadi inspirasi bagi siswa agar selalu haus dalam belajar berkarya. (***)

Related posts