by

Mewaspadai Penyakit yang Timbul di Musim Hujan

-Opini-152 views

Oleh: Gita Riskika,S.Farm.,Apt
Apoteker RSJD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Curah hujan yang meningkat akibat anomali cuaca, menyebabkan banyak lokasi rawan banjir. Sampah yang menumpuk, serta suhu udara yang cepat berubah memudahkan ketahanan tubuh menurun drastis. Berbagai penyakit pun mulai mengintai. Pada musim penghujan biasanya akan disertai dengan muncul nya sejumlah penyakit. Nah, untuk itu kita harus waspada, terutama apabila akan terjadi bencana banjir yang sangat rentan untuk tumbuh kembangnya penyakit. Beberapa penyakit yang menyerang sebetulnya penyakit yang bisa tergolong ringan, sehingga banyak yang menyepelekannya, seperti influenza.
Jika sampai terjadi bencana banjir, salah satu penyakit yang sangat rentang menyerang adalah gatal-gatal terutama pada kulit. Ada juga sebuah penyakit super berbahaya yang bisa menyerang, yaitu demam berdarah. Untuk itu, masyarakat sangat diharapkan untuk memperhatikan berbagai risiko penyakit-penyakit yang mengintai ini. Kemudian beberapa penyakit yang menyerang akibat virus seperti influenza dan diare. Penyakit akibat bakteri dan parasit seperti diare, disentri, cacingan, penyakit akibat jamur dan lainnya sangat rentan menyerang. Untuk lebih jelasnya, berikut penjabaran beberapa jenis penyakit yang sering menyerang di musim hujan, dan cara pencegahannya.

Penyakit musim hujan yang sering muncul
Pertama, Influenza atau flu. Penyakit musim hujan yang sering muncul alami adalah flu yang disebabkan infeksi virus influenza tipe A, B, atau C. Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur yang dapat ditularkan melalui mulut, hidung, ataupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi.
Infeksi ini akan menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan gejala seperti demam, batuk, pegal-pegal, pusing, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Meski bersifat umum dan tidak berbahaya, tapi beberapa orang dapat menderita komplikasi influenza seperti pneumonia (sesak napas).
Kedua, Diare. Diare adalah kondisi yang ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat dibandingkan biasanya dan encernya tinja yang dikeluarkan. Secara garis besar, penyebab diare adalah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.
Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus memanjang hingga berminggu-minggu. Diare sebagai penyakit musim hujan biasanya disebabkan oleh bakteri E. coli, salmonella, shigella, dan cholera.

Ketiga, Demam berdarah dengue. DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit musim hujan yang bisa jadi mematikan. Penyakit akibat virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini kerap terjadi di musim hujan saat perkembangbiakan nyamuk meningkat. Demam berdarah terjadi saat virus masuk ke dalam tubuh manusia akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi virus.
Meski termasuk penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa perawatan khusus (self limiting disease), penyakit yang ditandai dengan sakit pada sekujur tubuh dan demam ini dapat berakibat komplikasi yang mengarah pada kebocoran plasma dan perdarahan fatal akibat kerusakan pembuluh darah.

Keempat, Malaria. Malaria merupakan penyakit infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan malaria biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya. Penyakit ini ditandai dengan demam yang muncul sekitar 10-15 hari setelah terjadi gigitan nyamuk. Gejala awal yang menyertai adalah sakit kepala dan menggigil. Bila tidak ditangani segera, malaria dapat berkembang dan berisiko mengancam nyawa seseorang yang mengalami. Malaria terutama perlu diwaspadai di area timur Indonesia seperti propinsi Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Kelima, Demam tifoid (tipes). Penyakit demam tinggi yang disebabkan Salmonella typhi dan menyebar melalui makanan yang terkontaminasi. Demam tifoid atau yang lebih umum disebut dengan tipes, banyak ditemukan di negara-negara berkembang dan dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan baik dan cepat. Selain demam, penyakit ini kerap ditandai dengan sakit perut, sakit kepala, sembelit, ataupun diare.
Jika tidak segera ditangani, pengidapnya dapat mengalami komplikasi seperti meningitis, infeksi hati dan kandung empedu, pneumonia, hingga gangguan pada ginjal dan katup jantung.
Keenam, Leptospirosis. Penyakit musim hujan ini cukup populer di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus.Leptospirosis adalah penyakit yang ditularkan melalui urine atau darah binatang liar ataupun hewan piaraan seperti anjing, tikus, sapi, dan babi. Di Indonesia, leptospirosis walaupun menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius tetapi masih kurang mendapat perhatian. Manusia dapat terinfeksi jika menjalin kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi. Demam tinggi, sakit kepala, mual, muntah, mata merah, menggigil, otot betis sakit, dan sakit perut adalah gejala yang menandai penyakit ini. Namun pada kasus tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan gangguan hati, gagal ginjal, meningitis, hingga kegagalan pernapasan.

Ada beberapa tips mencegah dan mengatasi penyakit di musim hujan: Pertama, Konsumsi air hangat. Air hangat sangat cocok dikonsumsi saat udara terasa sangat dingin, memberikan kehangatan pada badan. Air hangat bisa menjadi detox alami bagi tubuh, mengeluarkan racun yang ada dari dalam tubuh. Zat sisa dan racun banyak tersimpan di usus, jika tidak dikeluarkan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
Kedua, Hindari merokok. Banyak yang merasa bahwa rokok ada manfaatnya, katanya merokok membawa kehangatan saat udara dingin, karena kepulannya membawa sejumlah kecil panas ke tubuh. Faktanya, asap rokok beresiko tinggi melemahkan sistem pernapasan seseorang, sering rentan terkena penyakit, flu, pilek dan batuk.
Ketiga, Segera mandi ketika kehujanan. Pada sebuah studi, menemukan bahwa resiko sakit kepala bisa menjadi tinggi saat terjadi terubahan tekanan udara, peningkatan suhu, dan juga kelembapan yang tinggi. Perubahan cuaca bisa memicu terjadinya ketidakseimbangan kandungan zat tertentu di dalam otak, termasuk serotonin, sehingga memicu terjadinya sakit kepala dan migrain. Air hujan membuat suhu tubuh lebih dingin terutama di daerah kepala, keadaan seperti ini membuat tubuh mengeluarkan energi lebih besar untuk mengurangi rasa dingin, hal inilah yang membuat timbulnya sakit kepala. Mandi setelah kehujanan bermanfaat untuk menstabilkan suhu dingin sekaligus juga membersihkan tubuh dari kuman dan kotoran.
Keempat, Pastikan untuk selalu higienis. Terutama membiasakan mencuci tangan, saat baru tiba di rumah maka segera cucui tangan. Setiap kali menyentuh barang atau objek segera cuci tangan. Demikian juga cuci tangan sebelum dan sesudah makan.
Kelima, Perhatikan gejala keringat keluar. Sebelum flu berkembang, biasanya tubuh akan merasakan sesuatu yang tidak enak, dan pikiran juga mengalami gangguan. Perhatikan gejala-gejala yang tidak biasa muncul, seperti muncul keringat aneh padahal tidak melakukan olahraga sama sekali. Maka keringat ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang berjuang melawan penyakit. Saat kondisi ini hindari aktivitas yang terlalu berat, kalau bisa hindari keluar rumah agar mengutamakan istirahat di rumah hingga tubuh pulih kembali.

Keenam, Siapkan aksesoris hujan. Seperti komponen utama dari perlengkapan hujan yaitu payung, mantel hujan atau jaket bertudung, dan sepatu waterproof. Jika ribet membawanya, kita bisa mengakalinya dengan meninggalkannya di sekolah, kampus atau loker kantor. Sehingga Anda perlu dua paket perlengkapan hujan, satu paket untuk di rumah, satu lainnya untuk di luar seperti kantor, kampus dan lain-lain. Untuk mengantisipasi saat hujan tetapi lupa membawa perlengkapan hujan.
Ketujuh, Bersihkan lingkungan. Lakukan upaya pembersihan lingkungan, terutama di tempat-tempat kotor yang berpotensi menjadi sarang penyakit. Pastikan menutup semua tempat penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk demam beradarah. Selain itu potong ranting dan rumput yang terlalu banyak (rimbun) karena bisa menjadi sarang nyamuk DBD untuk berkembang biak.

Kedelapan, Tetap rutin melakukan olahraga. Olahraga outdoor (luar ruangan) menjadi berkurang intensitasnya karena kondisi yang sering hujan dan di luar terasa dingin. Untuk itu, lakukan jenis olahraga di dalam ruangan.(****).

Comment

BERITA TERBARU