Mewaspadai Islam Simbolik

  • Whatsapp

Oleh: Berlian Saputra
Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UBB

Berlian Saputra

Islam simbolik merupakan Islam yang hanya memandang batas dalam rukun Islam saja, setengah-setengah, dan juga hanya memandang dari simbolnya saja, bukan dari substansi atau Islam yang sebenarnya seperti muslim Kartu Tanda Penduduk (KTP) belum tentu muslim simbolik, juga muslim simbolik bisa jadi menjadi muslim KTP. Islam simbolik pun bisa dikategorikan sebagai istilah “abangan” dalam trikotomi agama masyarakat Jawa menurut Clifford Geertz yang terdiri dari santri, abangan, dan priyayi. Namun, dikalangan masyarakat sekarang, ini fenomena Islam simbolik sering terjadi dimanapun, baik ketika di waktu shalat atau lainnya. Hal ini menimbulkan persepsi masyarakat dalam berpartisipasi keagamaan. Islam simbolik tentunya menjadi suatu fenomena yang muncul di era modernisasi seperti sekarang, yang hanya memanfaatkan simbol saja bukan pada substansi Islam.
Smith (2015: 253) mengatakan asal kata “Islam” berasal dari salam yang berarti “kedamaian” serta memilki makna yang kedua yang berarti “pasrah”, orang yang memeluk agama Islam yang disebut dengan muslim. Agama Islam menjadi peranan penting di dalam masyarakat. Masyarakat harus menopang ilmu dan mengetahui ajaran-ajaran Islam yang terkandung dalam setiap makna dan tindakan, apakah itu berupa kebaikan, menjaga harmonisasi antar umat beragama, hidup saling rukun dan menjaga satu sama lain tanpa ada konflik atau perlawanan, atau yang lainnya. Sangat disayangkan dengan kehadiran Islam simbolik yang memicu timbulnya pergeseran nilai-nilai Islam dikalangan masyarakat, terutama di negara Indonesia yang secara garis besar Islam sebagai agama mayoritas.
Martono (2012: 170) mengatakan agama dalam praktiknya mengandung nilai simbol aktivitas. Simbol aktivitas berupa shalat, puasa, zakat, dan naik haji, sedangkan pada simbol aktivitas keagamaan dalam bentuk wujud fisik seperti jilbab, peci, kain sarung, dan lain sebagainya.
Fenomena Islam simbolik sudah marak terjadi pada di lingkungan masyarakat pada saat ini, mulai dari hadirnya trend hijab yang sudah mengalami komodifikasi dan menjadi surga fashion hijab di negara mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini. Fenomena islam simbolik ini marak dalam penggunaa busana muslim pada saat bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri, perlengkapan muslim lainnya, partai politik yang mengatasnamakan Islam, serta menjual ayat-ayat Allah SWT dihadapan masyarakat ketika dalam kegiatan jamaah tabligh yang berkenaan dengan simbol-simbol Islam. Karena apa? karena masyarakat sekarang ini dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang pesat dengan berbagai macam produk yang berbau simbol Islam melalui media massa maupun media elektronik, sehingga masyarakat tidak memandang lagi makna dan fungsi Islam substansi atau yang sebenarnya, seperti telah diwahyukan Allah SWT. Sejak Nabi Adam AS masyarakat cenderung lupa akan pentingnya Islam yang sebenar-benarnya, dan setengah-setengah dalam mengamalkan ilmu agama.
Berdasarkan contoh fenomena Islam simbolik yang disebutkan satu per satu di atas, masyarakat sudah diperbudak dan dikuasai oleh Islam simbolik, baik berupa teknologi maupun media, yang mana masyarakat hanya cuma memandang nilai yang dianggap paling bagus, mahal, indah, dan menarik di mata, akan tetapi, masyarakat tidak memandang lagi makna nilai-nilai Islam yang terkandung dalam kitab suci Alqur’an maupun hadits yang telah dijelaskan secara rinci. Ini pun menjadi perhatian yang begitu miris bagi masyarakat muslim di dunia yang mempergunakan simbol Islam sebagai alat untuk disalahgunakan dalam kehidupan sosial budaya masyarakat untuk mencapai suatu tujuannya.
Hendropuspito (1983: 112) juga mengatakan bahwa dalam dunia perlambangan keagamaan ada dua yaitu rohaniah dan benda lambang yang dipakai. Rohaniah (jiwa atau sakral) yang bisa dijelaskan tidak dapat dilihat oleh tangkapan panca indera, tetapi juga bisa dijelaskan oleh tangkapan panca indera melalui benda-benda yang memiliki lambang atau simbol agama untuk digunakan. Sedangkan pada benda lambang yang dipakai adalah lambang atau simbol memilki makna dan fungsi bagi manusia, dimana manusia menciptakan interpretasi simbol agama yang menjadi ciri khas dalam setiap agama demi kepentingan spiritualis ataupun ibadah yang dianut oleh umat beragama. Oleh sebab itu, masyarakat islam harus mewaspadai yang namanya Islam Simbolik ini, jangan sampai menjadi “jembakan” bagi kita khususnya umat islam, karena Islam Simbolik hanya melihat dari simbol dan luarnya saja, namun tidak melihat isi islam secara yang benar dan menyeluruh.(****).

Related posts