Meski Simulasi, Pungut Hitung Seperti Pemilu Sebenarnya

  • Whatsapp
KPUD Kabupaten Bangka Selatan ketika menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemlilihan Calon Legislatif dan Pemilihan Presiden Serentak tahun 2019 di lapangan Bola Desa Gadung, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (10/4/2019).(foto: dedi).

KPU Simulasi Pungut Hitung Real di TPS Gadung

TOBOALI – Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bangka Selatan Rabu, (10/4/2019) pagi, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemlilihan Calon Legislatif (Caleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) serentak tahun 2019 di lapangan Bola desa Gadung, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Meski Simulasi, pemungutan dan penghitungan dilakukan seperti Pemilu sebenarnya. Di TPS, terlihat petugas KPPS sibuk melayani pemilih. Di TPS juga terlihat 5 bilik dan kotak suara disiapkan KPUD basel.

Ketua KPUD Basel, Amri mengatakan simulasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas KPPS serta untuk partisipasi masyarakat jelang Pemilu sepekan mendatang.

“Tujuan simulasi ini untuk memberikan pemahaman KPPS dan meningkatkan partisipasi pemilih mendekati hari H pencoblosan,” ujar Amri.

Simulasi dihadiri komisioner KPUD basel Heri, Rahmad Nadi, Budi, Muhidin, PPK se Basel, PPS se Kecamatan Toboali, dan KPPS se desa Gadung dan Kapolsek Toboali IPTU Yandrie SH, MH dan Bhabinsa Koramil Toboali.

Di sela-sela pemiliha, salah satu pemilih meminta KPPS untuk mengganti surat suara. Alasannya surat suara yang telah dicoblos itu salah coblos. Petugas KPPS memberikan surat suara yang baru. “Tapi bisa ganti satu surat suara saja, lebih tidak bisa,” jawab KPPS.

“Sekali ini, kami masih berikan dispensasi, tapi harus lebih teliti ya, soalnya surat suara cadangan ini sangat di perlukan,” kata petugas KPSS.

Ketua KPUD Basel Amri mengatakan, selain simulasi pemungutan dan penghitungan suara, pada kesempatan itu, pihaknya juga menampilkan persoalan persoalan yang kemungkinan terjadi pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

“Selain mekanisme pemungutan dan penghitungan suara, kami juga mensimulasikan hal hal yang kemungkinan terjadi pada pemilihan nanti. Misal pemilih yang tidak membawa KTP, perubahahan DPT dan lain sebagainya, surat suara salah coblos,” ujar Amri.

Pada simulasi tersebut, penyandang disabilitas menjadi salah satu prioritas. Jika tak ada persoalan dengan tangannya, penyandang disabilitas hanya mendapat pendampingan sampai bilik suara.

Usai pencoblosan, petugas KPPS akan mendampingi pemilih disabilitas memasukkan surat kedalam kotak suara. “Penyandang disabilitas prioritas kita untuk memfasilitasinya, dibantu Babinkamtibmas dan Babinsa diantar ke pintu TPS, dan akan didampingi petugas KPPS,” tutup Amri. (raw/3)

Related posts