Meriahnya Peresmian Gedung Pingcung

  • Whatsapp
Walikota Pangkalpinang Molen saat menerima cinderamata dari Ketua Umum Yayasan Sekolah Pembinaan Pangkalpinang Wery Chin

Diresmikan Molen, Ini Layak Dicontoh

PANGKALPINANG – Yayasan Sekolah Pembinaan Kota Pangkalpinang, kini memiliki gedung mewah yang nilainya mencapai miliaran rupiah, hasil donasi dari para alumni Sekolah Pembinaan yang dulunya dikenal dengan sekolah
Pingcung.

Para alumni spesial yang hadir tak saja datang dari berbagai daerah luar Bangka Belitung. Para alumni Pingcung Australia, Pingcung Hongkong, Pingcung Singapura, Pingcung Tiongkok, dengan rasa bahagia turut menyaksikan peresmian Gedung Pingcun oleh Walikota Pangkalpinang H Maulan Aklil atau yang akrab disapa Molen, Jumaat (1/11).

Bahkan dalam sambutannya, Molen sangat mengapresiasi langkah inisiatif yang dilakukan oleh Yayasan Pembinaan dengan menggandeng Alumni Pingcung.

“ Luar biasa. Ini layak dicontoh. Seperti keberadaan sekolah yang telah banyak menelurkan orang-orang sukses, ada sebuah langkah di mana para alumnus tersebut memberikan inisiatif untuk kemajuan sekolah mereka dulu. Seperti gerakan donasi, pembangunan fasilitas sekolah. Seperti yang dilakuka oleh para alumni Pingcung ini. Sehingga ada sebuah tanda atau kenang-kenangan yang ditinggalkan apalagi seperti sebuah gedung sekolah ini yang akan memberikan manfaat luar biasa bagi berapa generasi ke depan,” ujar Molen.

Ditambahkannya, bahwa pemerintah sangat terbantu dengan inisiatif seperti ini. Molen bahkan memuji tak hanya gedung Pingcung yang megah, ia bahkan tak ragu memuji fasilitas gedung baru sekolah tersebut sangat nyaman seperti hotel.

“Ini sungguh luar biasa, sudah seperti hotel nyamannya di gedung sekolah ini.Ini harus memberikan dampak yang luar biasa juga nantinya pada anak didik di sini dengan prestasi yang mentereng,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Alumni Pingcung, Welly Thamrin dalam pidatonya mengatakan, bahwa pembangunan sekolah yang mereka donasikan bersama ini adalah sebuah bentuk dukungan mereka atas misi pemerintah NKRI untuk
menjadikan Indonesia unggul. Salah satu langkahnya adalah dengan mendukung pembangunan sarana pendidikan.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Sekolah Pembinaan Pangkalpinang Wery Chin menjelaskan, patokan dari Sekolah Pembinaan Pingcung Pangkalpinang ini mengedepankan profesionalitas yang berdasarkan Pancasila.

Diakui Wery, mimpi membangun gedung semegah ini sudah direncanakan lima tahun lalu, meskipun dalam perjalanannya sempat terhenti.

” Baru tiga tahun ini berkat penghubung Hendry Kurniawan atau yang akrab disapa Ko Ahyun, untuk meyakinkan alumni akhirnya bisa terwujud awal November 2019,” kata Wery.

Dalam kesempatan ini masih kata Wery, Sekolah Pembinaan sampai saat ini masih didominasi oleh etnis Tionghoa, tetapi perlu di ketahui ada sebanyak 20 persen siswa-siswi lima agama (Islam, Tionghoa, Kristen, Hindu, Budha), termasuk menyiapkan lima guru agama didalamnya.

” Kalau boleh jujur ini adalah sekolah Bhineka Tunggal Ika, dan kita tetap memberikan pilihan kepada semua siswa siswinya untuk menjalani kepercayaan mereka masing-masing di sekolah ini,” paparnya.

Terkait hal itu, Wery menyakinkan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat fasilitas yang ada dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat Kota Pangkalpinang ini.

“Berdirinya gedung ini diperuntukan untuk SMA. Saat ini kami sedang mengurus regulasi izin operasional, termasuk menyiapkan SDM unggulnya. Dan target kita ajaran baru 2020 nanti sudah beroperasi,” tukasnya (rev/10)

Related posts