Menyucikan Harta Melalui Zakat Mal

  • Whatsapp

Oleh: Nur Halimah
Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN SAS BABEL

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan kebudayaan, ras, suku dan salah satunya ialah agama. Mengingat akan tibanya beberapa bulan yang akan datang bulan ramadhan, tentunya tidak asing lagi mendengar serta terngiang di telinga kita yakni bagi kaum muslim, terutama yang mayoritasnya agamanya islam dengan istilah yang namanya zakat.

Di luar sana masih banyak orang yang tidak mempunyai tempat tinggal dan untuk makan sehari-hari saja mereka susah. Disinilah kesempatan kita untuk membantu meringankan beban saudara kita yang kurang mampu dan mereka berhak untuk menerimanya. Ketika kita memperoleh suatu yang melebihi dalam harta kita tersebut terdapat hak-hak bagi mereka dari sebagian harta yang kita miliki.

Zakat merupakan harta benda yang dikembangkan atau sesuatu yang harus dikeluarkan ketika telah mencapai satu nisab. Diwajibkan bagi seorang muslim dan merdeka untuk mengeluarkan zakat, karena membayar zakat itu merupakan rukun islam keempat yang wajib untuk dilaksanakan.

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam harta tersebut terdapat milik dari fakir miskin, karena zakat tersebut merupakan suatu kotoran yang harus dikeluarkan. Pak dosen kita mengatakan yakni pak Amin, ibaratkan manusia, ketika kita tidak mengeluarkan kotoran kita akan terkena penyakit, sehingga terdapat penyumbatan pada organ tubuh akibat tidak dapat mengeluarkan kotoran tersebut, begitupun dengan harta yang kita miliki.

Pada umumnya, zakat itu dibedakan menjadi 2, yakni zakat fitrah dan zakat mal. Berbicara mengenai zakat mal dapat kita katakan bahwa zakat mal ini ialah zakat yang dapat kita keluarkan ketika kita mempunyai harta. Dalam zakat mal ini yang akan dizakati ialah meliputi peternakan, emas dan perak, perkebunan, jual beli serta rikaz.

Apakah Ketika kita mempunyai uang sebesar 60 juta maka kita harus mengeluarkannya pada saat itu juga? Tidak juga begitu, tetapi maksudnya disini ketika kita mempunyai uang 60 juta dan menginap direkening kita atau dengan sengaja kita simpan sehingga tidak terpikir bahwa uang tersebut sudah tersimpan selama satu tahun (haul), maka wajib mengelurkan zakat, sehingga diharamkan ketika kita tidak mengeluarkannya. Namun, jika zakat mal dengan peternakan yang kita zakati, ketika kita memiliki kambing sebanyak 30 ekor, maka tidak wajib untuk dizakati karena nishab bagi kambing itu ialah 40 ekor.

Sedangkan emas ataupun perak, emas dizakati sampai nisab 85 gram. Jika kita mempunyai emas pada tanggal 6 rabiul akhir 85 gram emas dan sampai pada tahun depan, maka wajib mengeluarkan zakat. Tetapi yang patut kita ketahui bahwa dalam emas tersebut ada pengecualiannya, yakni emas perhiasan yang digunakan wanita itu bukanlah termasuk dari zakat, kecuali membeli emas secara sengaja dengan tujuan untuk disimpan dan sudah mencapai haul.

Adapun terhadap perkebunan yang dizakatinya hanya tanaman yang menjadi tanaman pokok, seperti padi, jagung, dan gandum. Dalam halnya perkebunan jika kita menanam padi pengairannya hanya dengan air hujan maka yang wajib dizakati sebesar 10% dan jika menanamnya menggunakan irigasi maka zakatnya hanya 5% dikeluarkan pada saat waktunya panen dan nisabnya sebesar 5 wasaq. Sedangkan terhadap zakat jual beli nishabnya sama dengan emas, dihitung kapan kita melakukan jual beli tersebut. Jual beli harus dilakukan dengan menggunakan uang, zakatnya sebesar 2,5%. Adapun terhadap zakat rikaz yakni barang temuan, jikalau kita menemukan barang temuan milik orang yang non-muslim baik berupa emas atau perak maka kita harus mengeluarkannya saat itu juga tanpa menunggu yang namanya haul dan dikeluarkan sebesar 20%.

Dari uraian di atas kita dapat memetik hikmah betapa pentingnya mengeluarkan zakat tersebut, selain dari membantu orang-orang yang membutuhkan, juga dapat menyucikan harta yang kita miliki. Penulis berharap, semoga kita termasuk orang-orang yang suka memberi serta mengasihi, karena pepatah mengatakan lebih baik tangan di atas daripada tangan dibawah. Sehingga kita mampu mengedepankan besarnya jiwa berbagi dan menjadi pribadi yang memiliki nilai empati. (***)

Related posts