Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur dengan Menciptakan Produk Kreatif di SMK

  • Whatsapp

Oleh: Sihyanti, S.TP
Guru SMKN 1 Kelapa

Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk membentuk manusia secara utuh (holistik) sebagai insan yang memiliki karakter, pemahaman dan keterampilan sebagai wirausaha. Pada dasarnya pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan kegiatan – kegiatan pendidikan di sekolah.

Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik secara bersama – sama sebagai suatu komunitas pendidikan. Pendidikan kewirausahaan diterapkan ke dalam kurikulum dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat merealisasikan pendidikan kewirausahaan. Jenis-jenis kegiatan tersebut adalah kegiatan yang dapat direalisasikan peserta didik dalam kehidupan sehari – hari.

Salah satu upaya melakukan program pendidikan kewirausahaan di sekolah adalah dengan perubahan pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan dari teori ke praktik. Sejalan dengan hal tersebut terjadilah perubahan pendidikan kewirausahaan terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pada KTSP 2006 pendidikan kewirausahaan diberikan pada mata pelajaran (mapel) kewirausahaan dengan 2 jam pelajaran per minggu. Materi yang diberikan adalah: 1) Mengaktualisasikan sikap dan perilaku wirausaha; 2) Menerapkan jiwa kepemimpinan; 3) Merencanakan usaha kecil/mikro; 4) Mengelola usaha kecil/mikro. Kemudian dengan perubahan kurikulum menjadi Kurikulum 2013 (K13), pendidikan kewirausahaan juga mengalami perubahan menjadi mapel Prakarya dan kewirausahaan (PKWU). Pembelajaran PKWU dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan dan karya budidaya dengan contoh – contoh karya konkret.

Revisi kurikulum 2013 (K13) pada tahun 2017 terutama untuk mapel PKWU menjadi mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) mengubah pendidikan kewirausahan di SMK yang pada kurikulum sebelumnya dikelompok ke dalam mapel adaptif menjadi kelompok mapel produktif (C3). Pada mapel PKK cakupan materi pembelajaran menjadi lebih luas dan jam pelajaran juga berubah dari 2 JP menjadi 7 JP pada kelas XI dan 8 JP untuk kelas XII. Tuntutan dari mapel PKK adalah peserta didik mampu menciptakan produk kreatif bisa dijadikan sebagai usaha/bisnis sesuai dengan program studi keahliannya.

Materi mapel PKK kompetensi dasar 1 dan 2 masih berkaitan dengan materi kewirausahaan. Kompetensi dasar: 1) mengenai sikap dan perilaku wirausaha; 2) menganalisis peluang usaha. Kompetensi dasar 3 mengenai Hak atas kekayaan inteletual. Mulai kompetensi dasar 4 sampai dengan 20 merupakan materi baru yang sebelumnya tidak dipelajari di SMK. Materi tersebut terkait materi mapel produktif yang intinya bagaimana membuat desain prototipe dan kemasan produk barang/jasa.

Untuk selanjutnya diharapkan peserta didik bisa menerapkan prototype tersebut untuk produksi massal, bisa mempromosikan dan memasarkan produk barang/jasa tersebut serta membuat laporan keuangan usaha/bisnisnya. Kalau hal ini dilaksanakan dengan benar maka setiap Program Studi Keahlian di SMK akan mempunyai produk kreatif yang dapat dipasarkan.

Pada pembelajaran mapel PKK, peserta didik dibekali tentang bagaimana itu karakter wirausaha yang sukses, bagaimana menganalisis peluang usaha, bagaimana menciptakan produk kreatif sesuai dengan program studi keahliannya. Sebagai contoh pada program studi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian SMKN 1 Kelapa sudah bisa membuat produk olahan pangan. Produk-produk tersebut seperti abon ayam, manisan belimbing wuluh, sirup belimbing wuluh, dan nugget ikan dan lain-lain. Untuk produk abon ayam dan manisan belimbing wuluh sudah mempunyai izin P-IRT dan sertifikat halal. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan brand “Ciap-Ciap”. Proses produksi produk-produk tersebut dilaksanakan oleh peserta didik dalam Unit Produksi TPHP SMKN 1 Kelapa.

SMKN 1 Kelapa terus berupaya menghasilkan produk-produk olahan pangan yang diterima masyarakat. Pada mapel PKK peserta didik dituntut bisa membuat produk kreatif sesuai dengan program keahliannya. Peserta belajar bagaimana mendesain konsep prototype dan kemasan produk-produk tersebut, sehingga dihasilkan produk pangan yang disukai oleh masyarakat. Salah satu tugas dalam pembelajaran PKK adalah membuat konsep desain produk pangan. Konsep desain produk pangan berisi tentang apa bahan baku yang akan diolah (tentu saja bahan yang ada di sekitar tempat tinggal ), mau dijadikan menjadi produk apa, formula untuk mendapatkan produk tesebut, proses pengolahan, bentuk produk dan kemasannya serta cara pemasarannya.

Peserta didik pun belajar bagaimana memasarkan produk-produk hasil kreativitas mereka sendiri. Bermula dari lingkungan sekitar, kemudian memanfaatkan jejaring pertemanan dalam memasarkan produk hasil karya mereka. Ikut event-event pameran yang dilaksanakan oleh instansi terkait sebagai upaya mempromosikan hasil karya mereka. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan wahana untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur bagi peserta didik di SMKN 1 Kelapa. Dengan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan-kegiatan tersebut mereka akan memiliki pengalaman bagaimana menjalankan sebuah usaha/bisnis.

Semenjak usia muda (semasa masih sekolah) peserta didik bisa menjadi pelaku wirausaha. Bekal pengalaman ini yang nantinya dapat memberikan kecakapan hidup bagi mereka di kemudian hari. Harapan terbesar adalah lulusan SMK dapat membuka bidang usaha yang sesuai dengan program studi keahliannya.

Salah satu langkah untuk mencapai kesuksesan adalah dengan menjadi entrepreneur. Semua orang ingin menjadi seorang entrepreneur sukses. Namun sedikit yang berani memulai membuka bisnis. Banyak ketakutan yang menghantui untuk terjun memulai bisnis, ide-ide bisnis hanya di pemikiran saja tidak segera ada action. Salah satunya takut keluar dari zona nyaman, rasa nyaman membuat kita terjebak dan tidak mau bergerak demi kemajuan, menjadi alasan untuk tidak mau menjadi entrepreneur.

Untuk membangun bisnis dan menjadi entrepreneur, sebagai langkah awal adalah menumbuhkan jiwa entrepreneur. Langkah-langkah menumbuhkan jiwa entrepreneur adalah sebagai berikut : a) Memulai Bisnis dengan niat dan keyakinan sesuai bakat dan minat yang dimiliki; b) Harus bisa menangkap peluang yang ada; c) Mulailah sekarang juga; d) Belajar dari kisah pengusaha sukses; e) Harus fokus dalam berwirausaha; f) Mempunyai kemampuan marketing/menjual.

Membangun usaha/bisnis, mulailah dari menggali potensi yang ada pada diri masing-masing seperti hobi/kesukaan, keahlian, pengetahuan dan latarbelakang pendidikan. Peluang usaha yang paling potensial untuk mencapai kesuksesan adalah yang berasal dari diri sendiri, karena semua yang berasal dari diri sendiri dilakukan dengan senang hati, ada komitmen dan berusaha untuk terus konsisten serta fokus supaya usahanya mencapai kesuksesan. Jangan pernah ragu untuk memulai sebuah bisnis, lakukan dari yang kecil, mudah dikerjakan dan segeralah memulai. (***).

Related posts