by

Menu Sup Jagung Buat PKK Manggar Raih Rp 10 Juta

-Belitong-93 views

Manggar – Tim PKK Kecamatan Manggar menjuarai Lomba Cipta Menu Beragam, Begizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur, Rabu (11/7/2018) lalu.

Dengan menu andalannya Sup Jagung dan Singkong Abu Ungu, Tim PKK Kecamatan Manggar memperoleh Rp 10 juta dan berhak mewakili Kabupaten Beltim pada ajang yang sama tingkat Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung.

Menu yang dihadirkan oleh Kecamatan Manggar dinilai bahan bakunya mudah ditemui, resepnya praktis, dan memiliki tampilan yang membangkitkan selera. Selain itu pula rasanya, pas di lidah juri yang menilai.

Ketua Panitia Pelaksana Lomba, Agustian mengatakan, tidak ada beras atau nasi yang digunakan dalam lomba tersebut. Para peserta diwajibkan mengolah makanan yang bersumber dari lingkungan sekitar atau sumberdaya lokal.

“Kita ingin sedikit-sedikit memperkenalkan kepada masyarakat Beltim bahwa banyak yang bisa kita konsumsi tanpa harus mengandalkan nasi. Dengan memanfaatkan sumber bahan pangan lainnya, dapat diciptakan berbagai macam menu yang bergizi dan enak dikonsumsi,” kata Agus.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan dan penerapan prinsip B2SA. Selain itu pula, kreativitas masyarakat terdorong untuk mengembangkan dan menciptakan menu berbasis sumberdaya lokal.

“Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk nyata Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan, sebagai upaya membangun konsumsi pangan di Kabupaten Beltim. Makanya kami sengaja, merangkai kegiatan dengan Kegiatan Pameran Produk Pertanian Pangan Lokal,” ungkap Agus.

Dalam kegiatan itu juga diumumkan Pemenang Lomba Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari oleh Kelompok Wanita Tani yang ada di Kabupaten Beltim.

Sementara itu dalam pidatonya saat membuka acara Bupati Beltim, Yuslih Ihza menekankan konsumsi pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan dan kelebihan gizi yang selama ini terjadi.

“Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam verifikasi konsumsi pangan adalah mengubah pola konsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya, serta sumber protein, vitamin dan mineral yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” kata Assiten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Khaidir Lutfi saat membacakan sambutan Bupati.

Bupati ingin masyarakat Beltim menyadari potensi dari keberagaman pangan dari lingkungan sekitar yang selama ini belum terjamah. Diharapkan suatu saat nanti, Pemkab Beltim akan melaksanakan Program One Day No Rice (ODNR) atau satu hari tanpa konsumsi nasi.

“Terkadang kita kurang menyadari bahwa sumber daya lokal daerah sangat banyak di sekitar kita, akan tetapi karena hanya terfokus pada komoditi pangan itu-itu saja maka potensi lokal kurang tergali,” ujar Khaidir.

Para peserta dan pemenang Lomba Cipta Menu B2SA diminta untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian prinsip B2SA tidak hanya berhenti pada lomba saja.

“Dengan adanya lomba ini diharapkan sumber daya lokal daerah dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai usaha dukungan diversifikasi pangan,” harapnya.(rell/3).

Comment

BERITA TERBARU