Mentan Beri Sanksi Daerah tak Capai Target

  • Whatsapp
Bupati Basel bersama Kepala Pengkajian Pengembangan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian RI melakukan panen raya yang dilanjutkan dengan melakukan penanaman di Desa Rias. (foto: raw).

Tidak Ada Bantuan Cetak Sawah
Petani Ngeluh Kurang Combine

TOBOALI – Kepala Balai Besar Pengkajian Pengembangan Teknologi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia, Haris Syahbudin menyebutkan, Menteri Pertanian (Mentan) akan memberikan punishment bagi daerah yang tidak tercapai target produksi pertaniannya.

Sangsi yang diberikan adalah tidak ada bantuan seperti cetak sawah serta bantuan lainnya. “Ada beberapa daerah yang sudah diberikan punishment, namun tidak usah disebutkan nama daerahnya, anggaran distop semua, di-nol kan anggarannya,” terang Haris kepada wartawan usai menghadiri Panen Raya dan Gerakan Tanam Padi Sawah Upsus Pajale 2017 di Desa Rias, Bangka Selatan (Basel), Rabu (5/4/2017).

Khusus di Provinsi Bangka Belitung (Babel) dan Basel, Haris menyebutkan, masih masuk kategori yang biasa tidak mendapat punishment maupun reward. Di Basel kendala belum maksimal produksi padi sawah, karena beberapa faktor diantaranya tata kelola air, curah hujan tinggi.

“Kita berkoordinasi dengan Kepala Dinas, kita langsung foto pakai open camera yang langsung ada koordinatnya, memang tata air, dan memang sawah yang baru dibangun memang kondisinya seperti itu, bukan karena tidak diperhatikan, anggaran terbatas, petani kelola dulu, baru akan diketahui apa saja kendalanya, prosesnya seperti itu,” ungkapnya.

Cetak sawah Basel sudah mencapai 13.289 hektar lebih, namun yang baru ditanam padi sawah sebanyak 5320 hektar sedangkan sisanya 7968 hektar belum tergarap, karena tata kelola air.

“Memang, tata kelola air masih jadi kendala, ada daerah yang cekunganya dalam, drainase yang dibangun harus lebih rendah, ditarik garis lurus ke laut harus lebih rendah lagi, itu harus ditangani. Satu cara yang bisa menanganinya adalah bendung tangkis, daerah aliran sungai harus ada bendung tangkis, harus ada survei, berapa ketinggiannya,” jelasnya.

Selain itu, solusi lainnya adalah normalisasi sungai diperdalam agar air bisa tertampung dengan baik. “Lahan yang baru dicetak harus segera diolah, sehingga tidak ada gulma yang tumbuh. Jika dibiarkan gulma tumbuh, dan akan kembali ke posisi awal. Jadi sarang tikus, tempat rayap dan sebagainya, lahan sawah baru, itu normal jika ada kebanjiran, karena infrastrukturnya belum lengkap. Memang ada proses pengolahan baru diketahui apa saja kendalanya untuk diatasi,” pungkas Haris.

Terpisah, petani Desa Rias, Ganefo mengeluh kurangnya alat combine untuk memanen sawah. Ia berharap, Pemkab Basel dapat menambah alat combine untuk memudahkan petani memanen padinya. Sebelumnya hal tersebut sudah disampaikan Bupati Basel Justiar Noer yang berharap Menteri Pertanian RI dapat menambah bantuan alat combine bagi petani Basel.

“Permintaan Pak Bupati segera disampaikan ke Menteri Pertanian, namun tentu butuh surat permohonan yang disesuaikan dengan CPCL-nya,” imbuh Haris Syahbudin.(raw/3).

Related posts