Mensos RI Harapkan BUNAKTUSLAH Jadi Prioritas Pemkab Bangka

  • Whatsapp

 


RIAUSILIP- Menteri Sosial RI Khofifiah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bangka, Rabu (05/04/2017) di Desa Silip, Kecamatan Riau Silip. Mensos menyerahkan bantuan non tunai Program Keluarga Harapan ( PKH ) bekerjasama dengan Bank BRI dan peresmian E-Warong serta menyaksikan launcing program E-Kembang Desa dan E-Resti Cikar.

Read More

Kesempatan itu juga, Mensos menyerahkan bantuan dari program bantuan sosial Pemkab Bangka diantaranya Bunaktuslah (Perburuan Anak Putus sekolah), Bumilristi ( Perburuan ibu Hamil Beresiko Tinggi ), Buratuhiri ( Perburuan Orang Tua Hidup Sendiri ) dan Semari (Sedekah lima ratus rupiah sehari) serta penyerahan kunci bagi masyarakat penerima bantuan rumah layak huni.

Menanggapi program bantuan sosial Pemkab Bangka Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, E-Kembang Desa merupakan sesuatu langkah tidak terdapat didaerah lain serta terkait dengan macam-macam perburuan seperti perburuan anak putus sekolah ini penting sekali.

“Pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar, kami punya data 4,1 juta anak yang mestinya usia sekolah antara 6 – 21 tahun tapi tidak ditemukan di sekolah,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, menurut Mensos sangat tepat keberadaan anak putus sekolah harus diburu, sesuai dengan program Pemkab Bangka.

“Anak putus sekolah memang harus diburu, jadi program ini baru saya temukan di Kabupaten Bangka setelah perjalanan saya dua tahun menjadi Menteri Sosial,” ujarnya.

Perburuan anak putus sekolah dapat menjadi prioritas, pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar yang ternyata tidak semua terserap karena tidak dilakukan perburuan seperti ini.

Diakui Mensos, sudah mengirim WA kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayan bahwa ada program unik yakni perburuan anak putus sekolah di kabupaten Bangka. Diharapkannya, hal ini bisa menjadi entri point pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia masyarakat kabupaten Bangka.

“Ini akan menjadi role model bagi perburuan anak putus sekolah di tempat-tempat lainnya, saya ingin pak Bupati diikuti dengan pembuatan akte kelahiran untuk anak putus sekolah karena saya khawatir mereka juga tidak punya akte kelahiran,” jelasnya.

Related posts