by

Menjadikan Instagram sebagai Media yang dapat Memberikan Manfaat

Oleh: Deby Ramadhani
Mahasisa Jurusan Sosiologi UBB

Instagram adalah media sosial yang sedang booming saat ini. Pengguna instagram didominasi oleh kalangan remaja. Instagram adalah sebuah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk membagikan foto atau menyimpan foto orang lain. Sistem sosial instagram adalah dengan mengikuti instagram orang lain. Komunikasi yang terjalin yaitu dengan memberikan tanda suka atau mengomentari foto orang lain. Pengikut juga menjadi unsur yang sangat penting, dimana jumlah tanda suka dari pengikut sangat mempengaruhi apakah sebuah foto tersebut menjadi foto yang populer atau tidak.
Instagram memiliki dampak positif dan negatif bagi remaja. Dampak positif instagram bagi remaja adalah dapat mengabadikan foto tanpa takut hilang, karena sudah tersimpan dengan baik di instagram. Selain itu, instagram juga membuat remaja dapat menjalin hubungan persahabatan dengan masyarakat luas, bahkan hingga ke luar negeri. Instagram juga memudahkan remaja dalam mengakses segala informasi atau event yang diadakan oleh suatu lembaga. Serta yang terakhir adalah dengan adanya instagram membuka peluang bagi remaja untuk memulai suatu usaha tanpa harus mengganggu waktu belajar. Sebagai contoh remaja dapat membuka bisnis online baju hanya dengan media instagram, maka remaja akan mendapatkan pelanggan dalam jumlah yang banyak, tanpa harus bersusah payah menyewa toko.
Namun sayangnya, instagram juga membawa dampak negatif bagi remaja, terutama apabila remaja tidak bisa menyaring segala informasi yang masuk. Instagram membuat remaja menjadi kurang berinteraksi dengan orang lain karena keasyikan bermain instagram sehingga lupa untuk berinteraksi dengan lingkungan nya. Selain itu dengan adanya kemudahan untuk membuat akun maka orang-orang yang tidak bertanggung jawab dapat memanfaatkan hal tersebut untuk membuat akun pornografi dan apabila hal tersebut diliat oleh remaja maka membawa dampak negatif bagi remaja itu sendiri. Remaja bisa saja mencontoh hal tersebut.
Pengguna instagram terbanyak adalah dari kalangan remaja. Tapi sayangnya banyak remaja yang tidak bisa menyaring segala bentuk informasi yang ada di instagram. Bagi remaja yang tidak bisa menyaringnya, maka akan mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini. Sebagai contoh adalah “kiki challange” yang belum lama ini merebak di kalangan remaja. “kiki challange” adalah salah satu challange yang mengharuskan kamu menari dengan iringan lagu yang dibawakan oleh Drake dengan judul In My Feelings” dimana kamu harus melakukan tarian sembari keluar dari mobil dan membiarkan pintu terbuka. Hal ini tentu sangat membahayakan namun mirisnya banyak remaja yang mengikuti trend tersebut tanpa memikirkan dampak apa yang akan mereka terima.
Selain itu, remaja saat ini berlomba-lomba untuk memposting foto sebagus mungkin untuk mendapatkan like banyak dari pengguna instagram lain dan agar di bilang “anak hits”. “anak hits” adalah istilah yang digunakan untuk orang yang memiliki pengikut dan like banyak di instagram, serta setiap postingan nya selalu menggunakan baju dan gaya yang kekinian. Mirisnya, saat ini banyak remaja yang ikut-ikutan ingin di bilang “anak hits” namun tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Banyak remaja saat ini yang sering membohongi orang tua meminta uang dengan alasan untuk keperluan sekolah, namun pada kenyataan nya uang tersebut digunakan untuk membeli baju baru dan nongkrong di tempat-tempat yang kekinian. Mereka rela membohongi orang tua hanya agar saat memposting foto di instagram terlihat hidupnya mewah. Padahal, pada kenyataannya apa yang dilihat di instagram belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Penulis pernah memiliki pengalaman, dimana Penulis memiliki seorang teman yang bisa dibilang hits di media sosial instagram. Dia selalu memposting pakaian nya yang mewah serta selalu nongkrong di tempat-tempat yang mahal. Namun, pada kenyataannya yang terajdi adalah apa yang di post dia di instagram tidak sesuai dengan kenyataan. Gaya hidupnya yang mewah berbanding terbalik dengan keadaan ekonomi keluarganya yang di bilang kekurangan. Untuk memenuhi gaya hidupnya yang mewah, dia selalu membohongi orang tuanya untuk meminta uang dengan alasan untuk keperluan sekolah. Sangat disayangkan sekali kasus seperti ini bisa terjadi hanya untuk mendapatkan like dan followers yang banyak di instagram rela melakukan segala cara, apalagi harus berbohong kepada orang tuanya sendiri.
Menurut riset yang dilakukan, remaja menggunakan instagram minimal 2 jam hingga 12 jam dalam sehari. Hal ini tentu membuang waktu percuma, wkatu yang seharusnya dihabiskan dengan belajar malah digunakan untuk bermain media sosia instagram. Untuk itu, diharapkan remaja dapat menyaring segala informasi atau postingan yang ada di instagram dengan benar, agar tidak terpengaruh dengan hal-hal yang kadang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Bijaklah dalam menggunakan instagram, dan jadikan instagram sebagai media yang dapat memberikan manfaat, terutama dalam menunjang pendidikan.(***).

Comment

BERITA TERBARU