Menjadi Pelaku Usaha yang Berdaya Saing

No comment 251 views

Oleh: Muhammad Tamimi
Wartawan Rakyat Pos/Ketua Kahmi Bateng

Muhammad Tamimi

Beragam strategi yang dilakukan Pemerintah Bangka Belitung (Babel) dalam upaya mendongkrak ekonomi kerakyatan. Hampir semua sektor digerakkan dengan satu tujuan menuju kemandirian ekonomi masyarakat yang Berdikari (Berdiri Diatas Kaki Sendiri). Sejumlah sektor pun telah digaraf meliputi Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM), budidaya ikan air tawar, budidaya komoditi pertanian (lada, karet, sawit dan hortikultura), dan pariwisata. Program yang bersifat menyentuh masyarakat secara umum tersebut menjadi fokus utama pemerintah saat ini. Konsistensi pemerintah dalam mendorong pelaku usaha masyarakat ekonomi menengah pun diuji. Melalui lembaga pembiayaan, pemerintah pun rela menitipkan pos anggaran APBD untuk bantuan modal bagi usaha kecil menengah bilamana kekurangan modal usaha.

Menjamurnya warung kue, warung makan, lontong, pelaku UMKM, dan Pujasera (Pusat Jajanan Rakyat) menandakan tingginya semangat masyarakat untuk mendirikan sebuah usaha. Disisi lain, mulai muncul kantor kas perbankan, ATM disejumlah titik di Kecamatan dan Desa di Babel menandakan mulai tumbuhnya ekonomi masyarakat Babel sebagai hasil nyata para pelaku UMKM. Kita mengapresiasi mulai bermunculnya pundi-pundi sumber ekonomi masyarakat dari sektor ekonomi menengah. Seperti penulis contohkan di Kabupaten Bangka Tengah, pada Jum’at (22/09/2017) pekan kemarin kebetulan sedang panen usaha budidaya udang galah milik Kasmir, Pimpinan Pokdakan Usaha Mandiri II Kelurahan Sungaiselan, Bateng. Sebanyak 200 kilogram udang galah siap panen dijual dengan harga Rp120 ribu/kg, pak Kasmir telah meraih Rp24 juta untuk sekali panen. Itu baru satu kolam, jika Pak Kasmir memiliki 5 kolam saja, tinggal dikalikan Rp24 juta menjadi Rp120 juta untuk sekali panen selama enam bulan. Secara ekonomi, Pak Kasmir telah terbantu, minimal untuk menghidupi keluarga. Jika dikembangkan secara luas, potensi udang galah itu bukan tidak mungkin menjadi andalan ekonomi warga setempat sekaligus sumber PAD Desa. Belum lagi, ditambah dengan hasil budidaya ikan air tawar sembari menunggu udang galah panen dalam satu waktu.

Tak hanya kegigihan pak Kasmir, pelaku UMKM di Desa Kurau Kecamatan Koba juga demikian. Hasil laut yang melimpah, membuat warga setempat mengolah hasil laut berupa ikan menjadi produk jadi atau home industri menjadi kempelang, getas, terasi, otak-otak dan sejenisnya. Produk UMKM yang digeluti masyarakat setempat selama ini telah menjadi sumber penghasilan utama dalam menopang ekonomi keluarga. Ibu-ibu rumah tangga terperdayakan disela-sela waktu luang mereka mengurus keluarga. Kelurahan Sungaiselan dan Desa Kurau itu sebagai contoh kecil saja, dan penulis yakin banyak pelaku UMKM telah sukses dari desa dan kelurahan lain di Babel.

Pemasaran dan Marketing

Selain fokus mengembangkan usaha pendongkrak ekonomi kerakyatan, pelaku usaha pun wajib mempelajari bagaimana cara pemasarannya. Di Babel sendiri, penulis yakin rata-rata masyarakat sudah pandai membudidayakan ikan air tawar, membuat prodak home industri, menggaraf sport wisata dan sejenisnya. Hanya saja, sering lupa dengan pemasaran atau bagaimana menjual prodaknya supaya laku dijual dan dibeli setiap wisatawan atau pengunjung datang ke Babel. Memasarkan produk sekaligus menjadi marketing tentu ada ilmunya yang tak mungkin penulis jelaskan disini. Paling tidak, tahapan pemasaran mulai dari bagaimana cara mengemas sebuah produk, menggunakan kemasan, menggunakan label khusus atau branding produk dan kegiatan sosialisasi. Hal itu dilakukan agar calon pembeli mengetahui prodak yang sedang dijual atau dipasarkan. Percuma prodaknya bagus, tetapi salah memasarkan, akhirnya hasilnya pun tidak maksimal.

Setelah usaha jalan, produk sudah siap dipasarkan, maka langkah berikutnya adalah pembinaan dan rangsangan dari pemerintah daerah untuk menstimulus semangat para pelaku usaha yang tumbuh tersebut agar tidak seperti sia-sia alias angat-angat tai ayam. Pembinaan berupa pelatihan, keikutsertaan promosi produk lokal ke pameran nasional dan internasional, ikut dilibatkan juga dalam setiap event pemerintahan atau saat kunjungan tamu ke Babel. Setiap moment itu, pelaku usaha wajib tampil. Pihak pemerintah pun terus memonitor perkembangan pelaku usaha, untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan. Intinya, pelatihan untuk meningkatkan keahlian bagi pelaku usaha jangan pernah putus. Karena pembinaan merupakan pupuk bagi pelaku usaha agar kedepan tumbuh subur menjadi pelaku usaha yang berdaya saing dikancah lokal, nasional dan internasional. (****).

No Response

Leave a reply "Menjadi Pelaku Usaha yang Berdaya Saing"