Menjadi Guru Profesional

  • Whatsapp

Oleh: Wahyudi, S. Kom
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Guru adalah cerminan keilmuan dan sikap bagi siswa. Perilaku dan cara berpikir siswa banyak sekali dipengaruhi oleh apa yang ditanamkan seorang guru di sekolah. Untuk memperoleh siswa yang unggul dan berprestasi harus mempersiapkan guru yang profesional dibidangnya. Guru yang profesional tentunya sudah memahami cara mendidik dan mengajar dengan baik dan benar. Sosok guru profesional harus mampu mengusai metode pembelajaran, pengelolaan kelas, pemecahan masalah di kelas, serta kemampuan mendidik mengevaluasi dan memotivasi siswa dalam belajar, Supaya majadikan siswa yang unggul dan berprestasi, yang mempunyai kecakapan dalam berbagai bidang sesuai dengan keilmuannya yang bermartabat dan berkarakter.
Bagi guru yang ingin meningkatkan profesionalisme dalam mengajar dengan jalan memperkaya diri dalam keilmuannya serta banyak menggunakan pembelajaran berbasis teknologi dan merubah pandangan tentang bagaimana memberikan pengajaran yang relevan sesuai dengan perkembangan zaman. Tantangan bagi guru untuk mencapai profesional merupakan strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era globalisasi. Seorang guru yang profesional dapat dikatagorikan secara detail dan komprehensif, sehingga kalau ada yang mau menjadi guru bisa memahami kiprahnya seorang guru yang hakiki dan bisa ditelusi dengan siapa dia yang akan menjadi guru, bagaimana dia menjadi seorang sosok guru yang baik, terobosan apa yang ia lakukan sebagai guru untuk peserta didiknya, bagaimana melakukan pekerjaan seorang guru dalam mengajar dan mendidik siswa baik secara teoritis maupun praktik di lapangan.
Seorang pengajar dan pendidik dituntut untuk profesional mengajar sesuai dengan kualifikasinya. Guru mempunyai peran penting sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, manager serta pengembang kognitif dalam memperkaya ilmu dan teknologi bagi peserta didik di kelas. Guru membantu siswa untuk menyelesaikan beberapa masalah dalam proses belajar dan mengajar di kelas. Bukan hanya itu, guru juga berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif yang lingkungannya menantang bagi siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar yang penuh semangat, sehingga keberhasilan proses belajar mengajar bisa tercapai sesuai dengan kreteria ketuntasan anak.
Anak bisa karena guru mampu melibatkan siswa sebagai subjek dalam proses pembelajaran, sehingga siswa lebih responsif, serta memperlakukan siswa secara adil dan mampu memahami perbedaan siswa yang satu dengan siswa yang lainnya. Dalam hal pengusaan materi, guru juga harus mampu mengaitkan dengan ilmu bidang lainnya, serta menerapkan pada kehidupan sehari-hari. Dari profesionalnya guru diharapkan bisa membawa siswa kearah pola untuk menciptakan, memperkaya, dan menyesuaikan pelajaran dengan metode pengajaran guru untuk menarik sekaligus memelihara minat siswanya dalam belajar. Yakinkan bahwa metode ini bisa memberikan perubahan dalam suasana belajar yang relevan dan kondusif yang didalamnya merupakan strategi pengajaran kontekstual di kehidupan nyata.
Di era globalisasi, dunia pendidikan harus migrasi secara besar-besaran untuk menjawab tantangan. Tentunya pola pengajaran guru harus diperbaiki demi keberhasilam dalam proses pembelajaran. Setiap guru harus meningkatkan kualitas dan kemampuannya dalam mengajar dan mendidik. Guru bisa memperkaya diri dengan mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Seminar lokal karya, pelatihan, segaligus melaksanakan Penetitian Tindakan Kelas (PTK). Disamping itu guru bisa melatih menulis dengan membuat artikel, jurnal, modul pembelajaran, serta buku untuk menunjang profesionalisme seorang guru. Dengan jalan tersebut guru bisa memperoleh umpan balik berupa masukan dari siswa dan rekan-rekan guru lainnya dalam hal mengajar dan mendidik siswa selama ini agar dapat memperbaiki jika ada kekeliruan dan pola yang kurang tepat untuk diajarkan.
Dimasa yang akan mendatang, pemerintah yang andil memegang kebijakan dalam pola rekrutmen dan pola pendidikan karier guru secara baik dan tepat, agar profesionalisme pendidikan di sekolah bisa tercapai. Dengan pola rekrutmen dan pendidikan karier guru yang baik, akan tercipta guru yang profesional dan efektif. Kalau sudah memiliki guru yang profesional dan efektif, itu semua merupakan kunci keberhasilan dalam proses belajar mengajar di kelas. Pemerintah juga harus membuat regulasi kebijakan yang tepat dalam manajemen sumber daya manusia menjadi profesional dalam jabatan, pekerjaan, maupun profesi sebagai seorang pendidik. Profesional dan kualitas kerja patut ditingkatkan. Tentunya guru harus paham menjadi seorang yang profesional setidaknya memiliki kemampuan intelektual yang bagus, kemampuan menelaah visi dan misi pendidikan nasional, mempunyai keahlian mentransfer ilmu pengetahuan, dan kreativitas dalam mengajar dan mendidik peserta didik. Itu semua harus dimiliki oleh seorang guru yang profesional dibidangnya.
Kalau guru sudah profesional, tentunya profesi tersebut harus dihargai secara profesional juga, dan itu sesuai dengan Undang – Undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Profesi seorang guru harus dihargai, dengan kata lain tugas guru profesional merujuk kepada pekerjaan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, menginspirasi, dan mengevaluasi perkembangan dan kemampuan siswa baik di ruang kelas maupun di luar sekolah. Semua itu dilakukan untuk memperbaiki kualitas dan kesejahteraan guru. Guru sejahtera dan profesionalnya pun meningkat, alhasil kualitas pendidikan kita pun menjadi bagus dan bisa menjawab tantangan di era globalisasi sekarang ini.(***).

Related posts