Meninjau Amal Perbuatan ManusiaMeninjau Amal Perbuatan Manusia

  • Whatsapp

Oleh : Denny Syaputra

Manusia adalah makhluq Allaah swt yang dibekali dengan potensi kehidupan dan aqal.  Potensi kehidupan yang ada di dalam diri manusia meliputi kebutuhan jasmani dan dorongan naluri.  Kebutuhan jasmani adalah tuntutan yang muncul tanpa perlu rangsangan luar dan jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan kematian.  Kebutuhan jasmani tersebut yaitu nafas, haus, lapar, berak/kencing, dan istirahat. Dorongan naluri adalah tuntutan yang muncul saat ada rangsangan luar dan jika tidak terpenuhi akan mengakibatkan kegelisahan. Dorongan naluri tersebut yaitu hasrat melestarikan keturunan, hasrat untuk mensucikan Sang Pencipta, dan hasrat bagi pengakuan atas keberadaan (eksistensi) dirinya.  Jika potensi hidup manusia hanya sebatas kebutuhan jasmani dan dorongan naluri tanpa disertai dengan adanya potensi yang satu lagi ini maka manusia tak ubahnya bagai binatang.  Potensi yang satu lagi tersebut adalah aqal.  Sebagai suatu potensi yang penting, bisa saja seorang manusia kehilangan aqalnya atau tidak optimal menggunakan aqalnya.  Aqal seorang manusia barulah dapat difungsikan dengan baik manakala manusia memiliki 4 hal berikut ini yakni panca indera, otak, fakta dan informasi.  Pada saat manusia memfungsikan aqalnya maka ia dikatakan berfikir.  Berfikir adalah aktivitas yang terjadi saat fakta yang ditangkap oleh indera dikaitkan dengan informasi yang tersimpan di dalam memori otak.  Penerjemahan ataupun penafsiran yang dihasilkan dari aktivitas tersebut akan melahirkan kecenderungan dan penyikapan terhadap fakta (baik benda maupun perbuatan).  Oleh karena itu, syaikh Taqiuddin An Nabhani mendefinisikan perbuatan adalah aktualisasi dari potensi kehidupan manusia yang berinteraksi dengan makhluq lainnya yang memiliki ukuran dan sifat (karakteristik dan potensi) tertentu. Contoh yang sederhana mislanya pada saat tiba rasa haus, maka manusia harus mendapatkan air dan meminumnya.  Air adalah makhluq yang Allaah ciptakan dengan potensi dan karakteristik yang dapat menghilangkan dahaga manusia.  Manusia akan melakukan segala perbuatan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia; dengan potensi kehidupan yang dimiliki seperti paparan di atas; tentu saja merupakan makhluk yang sangat kompleks dan sangat membutuhkan aturan yang sempurna agar bisa memenuhi segala tuntutan tersebut dalam mengarungi kehidupan ini.Jika kita merenungi lebih dalam tentang segala sesuatu di dalam diri kita, maka kita pasti menemukan kenyataan bahwa hidup yang kita jalani ini tidak hanya sebatas dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri saja, sebab jika demikian maka kehidupan kita hanya berkutat dalam masalah-masalah materi.  Alangkah gersangnya kehidupan di dunia ini jika sepanjang hidup kita, selama nyawa dikandung badan, kita hanya memburu segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan tuntutan naluri kita.  Oleh karena itu, kita membutuhkan tujuan penting yang memberi arah hidup yang kita jalani.  Perbuatan manusia sesungguhnya memiliki ke empat tujuan berikut ini yaitu materi, kemanusiaan, akhlaq dan spiritual.  Jika dalam kehidupannya; manusia mampu berbuat guna membangun ke empat tujuan atau nilai-nilai perbuatan di atas, maka tentu ia adalah manusia yang amat bahagia.  Kehidupan yang bahagia adalah kehidupan di saat ke empat tujuan atau nilai perbuatan tersebut dapat terkoordinasi dengan baik.  Alangkah merananya kehidupan seorang manusia yang berlimpahan materi namun tak memiliki kepekaan dan kepedulian sosial serta perhatian pada kemanusiaan.  Alangkah sengasaranya kehidupan seorang manusia yang semata-mata mengejar pemenuhan materi tanpa memperhatikan pentingnya akhlaq dalam kesehariaannya dimanapun ia berada.  Alangkah celakanya manusia yang menjalani hidupnya tanpa mensyukuri dn mengagungkan Sang Penciptanya dalam suasana batin dan spiritual yang tinggi.  Sang Pencipta yang Maha Pengasih dan Penyayang adalah pasti Dia yang tidak akan membiarkan makhluqnya yang bernama manusia ini merana, sengsara, dan celaka.  Dia Yang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur pasti menyiapkan pula untuk manusia petunjuk jalan, aturan untuk menjamin kebahagiaan manusia.  Petunjuk jalan dan aturan tersebut tidak lain adalah dienul islam.  Standar perbuatan seorang muslim adalah halal dan haram.  Setiap perbuatan yang diridhai Allaah akan mendapatkan pahala, dan yang melanggar aturannya akan dibalas dengan dosa, dan jika kita tidak segera memohon ampunan-Nya maka kita akan mendapatkan siksaan di neraka.Sampai di sini, di saat kita telah meninjau hakikat perbuatan manusia dalam kehidupan ini, maka kita akan menemukan bahwa manusia diciptakan bukan tanpa tujuan, bahkan manusia telah ditunjuki mana jalan kebenaran, dan mana jalan yang sesat.  Manusia diberi oleh Allaah swt aqal untuk menimbang, memilih, dan memutuskan setiap langkah yang ia buat dalam kehidupannya.  Kini, semua kembali kepada kita, apakah kita cenderung kepada jalan taqwa, ataukah kita rela menjadikan jasad kita menjadi bahan bakar api neraka yang menyala-nyala?  Semoga Allaah senantiasa menjaga keimanan kita kepadaNya dan ketaqwaan kita kepadaNya agar hidup yang kita jalani senantiasa di dalam jalur yang diridhoiNya, aamiin.  Jangan sia-siakan momentum bulan Ramadhan yang penuh barokah dan ampunan ini.   Selamat meraih predikat muttaqiien, Yassarallaah umuurana!

Related posts