Mengintip Tambang Timah di Open Pit Batu Besi Damar

  • Whatsapp
Kawasan Open Pit Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). (foto: Muhammad Irfan)

BELITUNG TIMUR – Sejak tahun 2018 lalu, PT Timah Tbk mulai fokus menerapkan sistem tambang terbuka (open pit). Salah satu pilot project open pit perusahaan BUMN ini berada di Desa Mengkubang, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Kawasan Tambang Besar Batu Besi (TB2B) dengan luas lahan lebih dari 600 hektar ini diketahui masih memiliki potensi timah yang sangat besar.

Kepala Unit Pertambangan Timah Primer (UPTP) Belitung, Danang Anggoro mengatakan sebelum kembali dieksplorasi, Open Pit Batu Besi adalah lahan bekas tambang berupa gundukan tanah dan kolong. Lewat pola open pit, pihaknya mulai melakukan penataan kembali agar lahan yang masih menyimpan potensi timah dan besi ini bisa kembali ditambang.

Danang mengakui, memang tidak mudah untuk mengelola kembali lahan bekas tambang tersebut. Setelah beres dengan urusan “merapikan” gundukan tanah dan kolong penuh air, pihaknya kemudian melanjutkan pembangunan infrastruktur mulai kantor, jalur kendaraan hingga infrastruktur penunjang lainnya.

Selanjutnya, UPTP Belitung ditunggu dengan proses selanjutnya yakni proses penambangan. Manajemen pengelolaan air, menurut Danang menjadi suatu yang sangat penting dalam pola penambangan open pit tersebut. Setelah mendapatkan material target, para pekerja juga harus dihadapkan dengan tugas memisahkan kandungan besi dan timah yang melekat.

“Tantangannya adalah material yang ada sekitar 60 persen besi dan sisanya timah, makanya untuk pemisahan antara timah dan besi harus dilakukan secara ekstra lewat pola-pola yang ada. Setelah material batu besi dan timah diangkut ke stockpilling barulah kemudian dilakukan processing ore (pengolahan biji) hingga timah dan besi terpisah,” jelas Danang saat menerima kunjungan sejumlah pimpinan redaksi media massa se-Bangka Belitung akhir pekan lalu.

Pada processing ore dengan tahapan di crusher and ball mill plant kemudian material masuk ke shaking table dan terakhir di alat jig washing plant. Setelah selesai, dia menerangkan, material masuk ke gudang untuk kemudian diangkut menuju Unit Metalurgi Muntok di Bangka Barat untuk dilakukan pemurnian slag. “Biji besi yang ada ini menjadi bagian penting, karena untuk peleburan membutuhkan panas yang tinggi sehingga bijih timah dapat menjadi balok,” katanya.

Soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tetap menjadi nomor satu di kawasan TB2B ini. K3, kata Danang, menjadi “harga mati” yang tidak bisa ditawar-tawar. Semua karyawan, ujar Danang, wajib memenuhi standar prosedur seperti penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) apabila hendak memasuki areal kerja, termasuk bagi tamu yang berkunjung.

“Kita senantiasa memastikan keselamatan dan kesehatan karyawan di wilayah kerja, utamanya untuk mencapai zero accident. Saat bekerja misalnya apabila cuaca kurang bersahabat kegiatan tidak dilakukan. Kerawanan sambaran petir di lokasi ini juga sangat tinggi. Kita tidak boleh melawan alam,” tegasnya.

Danang menjelaskan, untuk saat ini, pihaknya baru mengelola satu dari lima blok yang direncanakan. Setiap blok, jelasnya akan dilakukan penambangan dengan kedalaman maksimal 40 meter. Eksplorasi, tambah pria asal Yogyakarta ini akan terus dilakukan hingga beberapa tahun ke depan. Pihaknya tegas dia, tetap concern pada pada pertambangan yang baik dan benar (good mining practice) mulai dari proses penambangan, pengelolaan lingkungan termasuk pada bidang reklamasi dan pasca tambang.

“Soal reklamasi dan potensi objek wisata nantinya, pasti akan ada. PT Timah juga tetap memperhatikan enam desa terdampak penambangan dengan program pemberdayaan masyarakat yang sudah disiapkan seperti bidang perkebunan, peternakan dan lainnya,”katanya. (**)

Arahan dari Kepala Unit Pertambangan Timah Primer (UPTP) Belitung, Danang Anggoro kepada pemimpin redaksi se-Babel sebelum memasuki lokasi tambang (foto: Muhammad Irfan)
Fasilitas Processing Ore (foto: Muhammad Irfan)
Kepala Unit Pertambangan Timah Primer (UPTP) Belitung, Danang Anggoro menunjukkan foto kawasan awal open pit batu besi damar sebelum dieksplorasi (foto: Muhammad Irfan)

Related posts