Mengingatkan Kembali Bahaya Gadget

  • Whatsapp

Oleh: Muhammad Tamimi
Wartawan Rakyat Pos

Muhammad Tamimi

Pesatnya pertumbuhan teknologi saat ini, menuntut kita untuk mengikuti trend. Apalagi pembaharuan aplikasi teknologi selalu terbaru setiap hari, yang akhirnya menjadi alasan bagi kita supaya tidak ketinggalan sebuah alat teknologi. Keberadaan alat teknologi tersebut pun berperan penting bagi kehidupan kita. Padahal, tidak masuk kebutuhan utama, tetapi dipaksa untuk memiliki dengan cara membelinya. Contohnya komputer yang sebelumnya populer levelnya sudah kalah saing dengan inovasi teknologi terbaru, yang penulis menyebutnya gadget.

Kehadiran gadget memang mengikis popularitas komputer hingga menjadi asing pasca kejayaannya. Gadget dalam bahasa Inggrisnya berarti perangkat elektronik berukuran kecil yang memiliki fungsi khusus. Sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut “Acang”. Apa saja yang masuk kategori gadget, diantaranya smartphone (telpon pintar) seperti Iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet). Yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur pembaharuannya, dimana gadget setiap hari mengalami pembaharuan atau update aplikasi, sehingga selalu ada inovasi dan perubahan produk terbaru dalam jangka waktu berkala.

Untuk kebutuhan kerja, keberadaan gadget sangat dibutuhkan khususnya program yang berbasis elektronik. Misalnya dalam pemerintahan, aplikasi gadget berfungsi memangkas jalur birokrasi membantu pelayanan masyarakat menjadi lebih cepat atau istilah kerennya Smart City. Di Babel sendiri, istilah Smart City atau Kota Cerdas ini pernah dilontarkan Mantan Bupati Bangka Tengah, Erzaldi Rosman yang menggagas program tersebut diwilayah Bateng. Jika ditinjau dari sisi positif, jelas gadget sangat bermanfaat karena terdapat banyak aplikasi didalamnya yang bisa digunakan untuk alat komunikasi atau alat bantu kerja. Kemudian positif gadget berikutnya, memudahkan mencari bahan pelajaran bagi pelajar dan mahasiswa terutama mengakses data-data penting dalam pembuatan laporan. Melalui gadget juga bisa sebagai media dakwah, banyak sekali para ustadz di Indonesia memanfaatkan aplikasi gadget sebagai alat dakwah. Terakhir, gadget membuat kita tidak ketinggalan zaman dan tetap update dengan informasi. Melalui gadget, mudah berkomunikasi dengan teman dengan beragam aplikasi untuk menambah link networking atau teman-teman baru.

Tidak bisa dipungkiri juga setiap teknologi tentu ada efek negatifnya yang perlu diantisipasi. Apa sih sisi negatifnya dari sebuah gadget. Ayo kita kupas bersama-sama. Bagi yang keseringan menggunakan gadget, bakal lupa waktu. Intens berkomunikasi secara langsung menjadi berkurang, sehingga rasa untuk memupuk silaturrahmi menjadi berkurang. Bahkan jika sudah lupa waktu, maka beban pulsa yang harus dibayar pun nilainya tidak sedikit. Kemudian informasi sangat terbuka. Kebebasan informasi dalam aplikasi gadget tentu mengganggu para pengguna khususnya anak-anak. Dengan keterbukaan informasi tersebut, secara otomatis melintas situs-situs liar di branda aplikasi gadget saat dibuka, seperti situs porno, seks bebas, dan lainnya yang memancing rasa ingin tahu anak. Jika sekali sudah melihat, ada rasa ingin tahu lebih dalam, dan mengejar informasi tersebut. Hal ini berbahaya bila orang tua tidak mengawasinya.

Bagi yang keseringan bermain gadget, syaraf otaknya akan lemah yang berpengaruh pada lemahnya daya berpikir, akhirnya jadi malas bersikap kritis dan kurang peduli. Hal tersebut merupakan pengalaman penulis sendiri yang sering merasakan malas berpikir usai bermain gadget. Jika dalam waktu yang lama bermain bersama gadget terasa berat untuk dilepaskan. Akibatnya, aktivitas penting yang diutamakan terlebih dahulu jadi terganggu. Misalnya sholat tepat waktu ditunda karena sibuk megang gadget. Banyak lagi kelalaian lainnya yang tidak kita sadari sebagai efek buruk dari bermain gadget.

Semoga gadget kita bisa membawa ke arah yang lebih baik dan jangan menggunakannya ke arah negatif. Gadget memang bisa memudahkan hidup kita, namun kita perlu membatasi waktu penggunaannya sehingga tidak mengganggu waktu berharga bersama keluarga dan sahabat. Selain itu, akseslah situs-situs yang memang bermanfaat dan membuat kita semakin cerdas. Penulis mengingatkan kepada pembaca supaya tidak kecanduan menggunakan gadget, karena penggunaan gadget yang berlebihan akan berdampak tidak baik bagi psikologis penggunanya.

Dipenghujung tulisan ini, penulis mengingatkan kembali bahaya gadget. Boleh-boleh saja memiliki gadget, tetapi dipergunakan untuk hal-hal kebaikan. Bukan saja bersemangat bagaimana memiliki alat tersebut, namun penting juga memahami aplikasi apa saja yang bisa diakses. Karena gadget ini, bersifat handphone pintar yang aplikasinya bisa diakses menggunakan kuota internet, artinya bersifat online yang bisa mengakses apa saja tentang informasi yang kita butuhkan. Oleh karena itu, perlu ketelitian dan pengawasan yang disiplin dalam penggunaannya khususnya bagi anak-anak. Apalagi banyak situs-situs liar yang bertebaran saat mengakses sesuatu. Hal ini harus diantisipasi, karena terancam memicu perilaku buruk bagi penggunanya.(****).

Related posts