Menghidupkan Kembali Nilai-nilai Budaya Kota Kapur

Oleh: Fakih Hun
Koordinator Jurnalistik Kosada Babel/Ketum KDA FH UBB

Fakih Hun

Desa Kota Kapur merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Masyarakat Desa Kota Kapur terkenal dengan keramah-tamahannya dalam menyambut tamu yang datang berkunjung ke kampungnya.

Terbukti ketika Penulis mengikuti Festival Kota Kapur 2017 yang pertama kali digelar oleh Ikatan Pemuda Prasasti Kota Kapur (IP2K) yang mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat Peradaban, Menyentuh Misteri Yang Terpendam”, Penulis dan rekan Penulis diperlakukan oleh pemilik “home stay” layaknya anggota keluarga mereka sendiri ketika para peserta menumpang tinggal di rumah warga atas inisiatif panitia.

Desa Kota Kapur selain terkenal dengan keramah-tamahan masyarakatnya, ternyata kampung ini menyimpan banyak misteri bersejarah yang belum semuanya dapat terpecahkan.

Peradaban besar di Pulau Bangka, menurut sejarawan pada awalnya berada di pesisir barat daerah Bangka seperti Muntok, Kotawaringin, Kota Toboali, dan kota-kota lain yang berada di ujung pesisir pantai, salah satunya berawal dari Kota Kapur.

Kota kapur merupakan desa tertua yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota Kapur pada jaman kejayaannya, memiliki peradaban yang maju. Karena berdasarkan temuan prasasti Kota Kapur pertama yang berusia 1331 yang ditemukan oleh seorang ahli Arkeolog bernama Van Der Molen pada tahun 1892. Kota Kapur adalah kota (desa) tertua yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Peradabannya sangat luar biasa, karena menjadi salah satu tempat singgah kerajaan-kerajaan besar pada zamannya, termasuk Kerajaan Sriwijaya.

Kerajaan Sriwijaya yang menganut agama Budha, dulunya pernah singgah di Kerajaan Kecil Kota Kapur. Karena Kota Kapur menganut Agama Hindu, berdasarkan temuan prasasti Kota Kapur yang penulisannya mengunakan bahasa melayu kuno.

Dulu, Kota Kapur yang dikelilingi dua Benteng Besar yang dibangun oleh masyarakatnya ratusan tahun yang lalu yaitu Benteng Utara dan Benteng Selatan, memiliki banyak peradaban, baik maju dalam sektor perikanan, perkebunan lada putih, dan rempah-rempah yang lain yang menjadi daya tarik kerajaan dari negeri lain untuk singgah di kerajaan kecil Kota Kapur.

Selanjutnya, nama Kota Kapur berdasarkan ahli sejarah atau budayawan diperkirakan diambil dari dua pendekatan, yakni yang pertama berdasarkan letak geografis. Kata “kota” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “pemungkiman yang dikelilingi oleh benteng-benteng”, sedangkan kata “Kapur” diperkirakan namanya diambil berdasarkan pendekatan “spesifik” yaitu melihat dari karakteristik lingkungan sekitar Desa Kota Kapur yang ditemukan banyak mengandung bebatuan kapur atau versi lain mengatakan bahwa dulunya banyak hewan-hewan kecil yang diberi nama kapur. Dua faktor tersebut yang pada akhirnya dimungkinkan pada zaman itu perkampungan tersebut diberi nama Kota Kapur hingga sampai sekarang.

Temuan prasasti kedua pada tahun 2015 oleh Doktor Reni Susanti semakin membuka tabir misteri sejarah dari Kota Kapur dengan peradabannya yang sangat maju.

Diharapkan dengan terus mengungkap misteri Desa Kota Kapur, maka mampu menjadi contoh dan pembelajaran bagi masyarakat Kampung Kota Kapur khususnya, dan bagi seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya untuk mengembalikan kejayaan Kota Kapur yang hilang.

Penulis pun yakin, Festival Kota Kapur yang pertama kali terlaksana di tahun 2017 beberapa waktu yang lalu dan diinisiatori oleh para Pemuda asli Kota Kapur yang dibantu semua elemen Masyarakat Desa Kota Kapur, tujuannya sangat mulia, yakni ingin menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang ada di Kota Kapur, dan ingin memecahkan misteri peradaban yang maju Kota Kapur yang hilang ditelan waktu.

Misteri Sejarah Kota Kapur suatu saat nanti “Insya Allah” pasti dapat diungkap secara utuh, dengan syarat jika masyarakat, para peneliti dan semua stakeholder terkait saling bekerja sama. Maka bukan suatu hal yang mustahil, misteri Sejarah Kota Kapur dapat dipecahkan.

Jika kota kapur misterinya berhasil dipecahkan, maka akan membawa perubahan yang luar biasa untuk masyarakat kota kapur dan untuk masyarakat Bangka Belitung. Semoga lambat lauh misteri-misteri peradaban Kota Kapur dapat terungkap dan pendirian Museum yang sudah dilakukan peletakan batu pertama dapat segera terbangun sehingga masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung teredukasi dan bangga menjadi bagian sejarah dari peradaban Bangsa Indonesia melalui prasasti Kota Kapur. Aamiin.(****).

No Response

Leave a reply "Menghidupkan Kembali Nilai-nilai Budaya Kota Kapur"