Menghadapi Wajah Baru SBMPTN 2019

  • Whatsapp

Oleh: Lea Christianna br Ginting, S.Pd
Tenaga Pendidik/Alumni S1 Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia di UNIMED

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri yang (SBMPTN) sudah di depan mata. Pada tahun 2019 ini, penyelenggaraan seleksi berbeda dengan tahun sebelumnya. Calon mahasiswa terlebih dahulu mengikuti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer). Seleksi ini, merupakan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan hasil dari UTBK yang ditetapkan bersama oleh PTN. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.
Sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Perguruan Tinggi dapat berbentuk Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, atau Akademi. Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia berada di bawah pengelolaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti) dan juga terdaftar di pangkalan data Kemenristekdikti.

Sistem Baru

Banyak perbedaan yang terdapat pada tes tahun ini. Pada tahun 2019 SBMPTN diadakan oleh lembaga baru dan tersendiri yaitu Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), berbeda dengan tahun sebelumnya yang diadakan oleh salah satu universitas yang ditunjuk. Mengenai kuota, Kemenristekdikti menambah kuota jalur masuk Perguruan Tinggi melalui jalur SBMPTN menjadi 40 persen, angka yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Pasalnya, metode penilaian SBMPTN pada tahun-tahun sebelumnya, dilaksanakan dengan menghitung skor total dari jawaban peserta tes pada soal-soal tes yang diberikan. Peserta yang menjawab dengan benar akan mendapatkan skor 4, jawaban salah mendapatkan skor – 1, dan tidak menjawab mendapatkan skor nol. Pada tahun 2018, metode penilaian tes dilakukan dengan prosedur yang berbeda. Soal-soal yang lebih sulit akan mendapatkan bobot lebih tinggi dibanding soal-soal yang relatif mudah.
Uniknya, tes tahun ini, bisa diikuti sebanyak dua kali oleh setiap siswa. Ini dilakukan supaya siswa bisa memilih nilai yang lebih tinggi untuk memilih jurusan, karena pada tahun ini siswa terlebih dahulu ujian daripada memilih jurusan yang mereka inginkan.
Untuk jenis soal tes seleksi tahun 2019 akan dilaksanakan melalui dua materi tes, yakni Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Soal TKA memuat pilihan Ujian Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum). Hasil tes tersebut akan diberikan langsung kepada peserta selama sepuluh hari setelah tes dilaksanakan. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini hasil tes diberikan melalui surat elektronik (surel) masing- masing peserta.
Berbeda dengan tahun lalu, seleksi ini lebih ditekankan pada soal HOTS yaitu High Order Thinking Skills. Soal dengan tipe ini, mengajak siswa untuk bisa menganalisis masalah, memecahkan masalah serta menemukan sesuatu hal yang baru dari suatu masalah. Ketua Panitia SBMPTN 2019 sekaligus Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi menyebutkan, hal ini bertujuan untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas serta sesuai dengan perkembangan teknologi informasi di era digital.
Soal HOTS dinilai masih menyulitkan calon mahasiswa. Hal ini dilihat pada saat pelaksanaan UNBK yang juga sudah menerapkan soal HOTS. Tingkat kesukaran yang lebih tinggi dari soal yang lain menyebabkan banyak keluhan siswa yang baru saja selesai mengikuti UNBK dalam menjawab soal.
Sistem baru yang telah ditetapkan haruslah diikuti oleh calon mahasiswa. Soal HOTS yang dituntut untuk menalar pasti bisa ditaklukkan dengan berlatih soal- soal terus menerus dan membiasakan diri dengan soal-soal yang tingkat kesulitan tinggi. Bagi siswa pejuang SBMPTN mempelajari dan memahami konsep adalah trik yang tepat dalam mengerjakan soal tersebut. Berbeda dengan LOTS (Low Order Thinking Skills) yang hanya membutuhkan hafalan dan pengetahuan, HOTS membutuhkan kemampuan menganalisa, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta inovasi.
Tidak hanya menghafal atau mempelajari rumus cepat, soal ini juga mengharuskan peserta untuk mengetahui makna dari sebuah definisi, asal dari sebuah rumus/definisi, hingga mengaitkan satu materi dengan materi lain yang sudah dipelajari sebelumnya.
Untuk kalangan pendidik baik di pendidikan formal dan nonformal hendaknya membiasakan anak didik dalam mengerjakan soal- soal HOTS. Mulailah menyajikan proses belajar mengajar dengan soal- soal HOTS. Seiring dengan terbiasanya siswa menghadapi soal HOTS, keluhan- keluhan yang terdengar akan semakin berkurang.
Para siswa pejuang SBMPTN, tetaplah berjuang dan terus belajar. Ada beberapa hal bisa dilakukan. Pertama, carilah informasi sebanyak- banyaknya mengenai SBMPTN. Kedua, cari tahu Perguruan Tinggi yang kamu sukai dan yang ingin kamu pilih. Data dan buat perbandingan beberapa kampus pilihan dan sertakan data untuk kampus yang menjadi alternatif kamu.
Hal ini berguna untuk mengetahui peluang dan membuat strategi untuk bisa masuk ke kampus tersebut. Selanjutnya, teruslah bersiap, belajar dan berjuang karena sebuah usaha yang keras tidak akan pernah mengecawakan. Pepatah berkata “Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses” Selamat Berjuang!(***).

Related posts