Menggiatkan Kembali Bidang Keolahragaan di Masa Covid-19

  • Whatsapp
Agus Purnama
Analis Kelembagaan (Pelaksana) Pada Disbudpar Prov. Kep. Babel

Belum berakhirnya status pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia dan juga sejumlah negara di dunia, tentu saja telah berdampak buruk hampir pada semua bidang kehidupan umat manusia mulai dari ekonomi, politik, sosial budaya, pariwisata di dunia, tak terkecuali bidang olahraga.

Penyebaran COVID-19 yang sangat cepat ke sejumlah Negara di dunia, masih menjadi permasalahan global yang harus segera ditanggulangi dengan tepat dan cepat, agar pandemi infeksi virus corona ini, segera berakhir.

Wabah ini mengakibatkan sejumlah event Internasional seperti kejuaraan dunia MotoGP atau kerap disebut MotoGP, Formula Satu (F1) hingga kini masih belum bisa bergulir. Bahkan, Multi event Olimpiade 2020 Tokyo, Jepang seharusnya berlangsung mulai 24 Juli tahun ini. Namun Maret lalu, Organisasi yang menangani Olimpiade, International Olympic Committee (IOC) bersama pantia lokal memutuskan untuk mengundurnya ke tahun depan karena COVID-19.

Perlu diketahui, ini menjadi Olimpiade pertama yang pelaksanaannya ditunda. Rencananya, Olimpiade Tokyo akan berlangsung mulai 23 Juli 2021 dan diharapkan bisa berjalan setelah pandemi virus Corona berakhir. (Marco Tampubolon:11 Juni 2020).

Baca Lainnya

Khusus di Indonesia, perhelatan pesta olahraga nasional di Indonesia yang diadakan setiap empat tahun sekali dan diikuti seluruh provinsi seluruh Indonesia yang biasa disebut Pekan Olahraga Nasional (PON), tahun 2020 akan digelar untuk pertama kalinya di Indonesia Timur, Kota Papua tepatnya pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 terpaksa harus ditunda penyelenggaraannya karena bencana non alam infeksi virus Corona.

Kepastian itu, didapat setelah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengambil keputusan dalam rapat terbatas Kamis (23/4/2020). “Pertimbangan yang mendasari penundaan itu adalah pertama penyelesaian pekerjaan fisik venue yang berlangsung sebelum COVID-19, akhirnya harus tertunda,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali di Jakarta, seusai rapat. (Nirmala Maulana Achmad:2020).

Untuk menghindari dampak yang lebih jauh lagi dari pandemi COVID-19 terhadap bidang olahraga di Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) merilis protokol kesehatan kegiatan olahraga nasional di masa normal baru. Protokol kesehatan tersebut dirilis Kemenpora di Jakarta, Kamis (11/06/2020). Panduan tersebut, dituangkan melalui Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 6.11.1/Menpora/VI/2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan Corona Virus Disease (COVID-19) pada Kegiatan Kepemudaan dan Keolahragaan Dalam Mendukung Keberlangsungan Pemulihan Kegiatan Melalui Adaptasi Perubahan Pola Hidup dalam Tatanan Normal Baru. (Agung Sasongko:Juni 2020).

Protokol kesehatan disusun dan diedarkan dengan ruang lingkup dalam kegiatan yang terkait keolahragaan dan kepemudaan. Kegiatan olahraga yang dimaksud, yakni Pelatnas, Pelatda, Pelatprov, Pelatkab, Pelatkot serta latihan yang dilakukan oleh masing-masing induk organisasi cabang olahraga atau klub.

Fokus utama Protokol Kesehatan dari Kemenpora RI adalah menginstruksikan kepada seluruh pimpinan jajaran pada lembaga/organisasi/komunitas masing-masing untuk memberlakukan protokol kesehatan guna pencegahan penularan COVID-19 di masa pandemi, dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 melalui adaptasi perubahan pola hidup dalam tatanan normal baru.

Ada tiga pihak yang wajib melaksanakan teknis Surat Edaran Protokol Kesehatan dari Kemenpora. Ketiga pihak itu, yakni lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta mitra kepemudaan dan mitra keolahragaan Kemenpora RI.

Protokol Kesehatan yang telah ditandatangani oleh Menpora RI asal Gorontalo tersebut, juga menitikberatkan pentingnya pengendalian dan pengawasan terhadap pihak penyelenggara kegiatan event kepemudaan dan keolahragaan, diharuskan atau wajib melaporkan secara berkala pelaksanaannya kepada Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sehingga terwujud sinergitas antara pihak penyelenggara, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dimasing-masing daerah dan Kemenpora RI.

Kemenpora membagi tahap pelaksanaannya menjadi tiga tahapan. Pada tahap satu, kegiatan olahraga boleh dilakukan kembali oleh tiap-tiap induk cabang olahraga individu dengan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat, salah satunya melakukan tes PCR bagi seluruh personel. Sementara olahraga tim masuk ke dalam tahap II. Tahap II mengatur uji kegiatan kejuaraan dalam negeri. Kompetisi olahraga bisa kembali digelar apabila sudah ada izin pemerintah. Kompetisinya pun harus dilakukan secara terbatas dan tanpa penonton.

Apabila ingin menggelar kejuaraan, seluruh atlet dan staf diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR-nya serta melewati tes suhu tubuh terlebih dahulu sebelum memasuki lokasi. Kompetisi olahraga diperbolehkan diselenggarakan dengan kehadiran penonton maksimal 30 persen dari kapasitas yang tersedia. Ketentuan penonton diantaranya usia minimal 17 tahun dan maksimal 45 tahun dengan terlebih dahulu menunjukkan hasil negatif tes PCR. “​Ini sebagai panduan umum karena karakter tiap cabor kan berbeda-beda. ​Namun, cabor tetap wajib mematuhi pedoman ini karena dalam beberapa hal aturannya cukup rinci, meskipun mereka punya aturan kesehatan sendiri,” kata Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto.(Abdul Haris:12 Juni 2020).

Semoga dengan diterbitkannya Surat Edaran ini, dapat menggiatkan kembali kegiatan di bidang kepemudaan dan keolahragaan pada masa Covid-19 di seluruh wilayah NKRI meskipun bencana nasional non alam ini, masih melanda bangsa Indonesia. Seperti pepatah latin “men sana in corpora sano” atau pikiran yang sehat ada di dalam tubuh yang sehat. Jadi, teruslah menjaga kesehatan fisik dan mental melalui kegiatan olahraga dari rumah di masa pandemic Covid-19, agar produktivitas bisa semakin tinggi. Namun, harus tetap diingatkan, pelaksanaan olahraga dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.(***).

Related posts