Mengerek Tingkat Hunian di Tengah Bisnis Perhotelan & Pariwisata di Babel

  • Whatsapp

Oleh : Rudisia Usman Samin
Seorang Profesional di Jakarta lahir dan dibesarkan di Pulau Bangka

“Hospitality is kindness in welcoming guests or stranger. The act or practice of one who is hospitable; reception and entertainment of strangers or guests without reward, or with kind and generous liberalit”. Hospitality memiliki arti keramah tamahan, kesopanan, keakraban, rasa saling menghormati. Jika dikaitkan dengan industri pariwisata, dapat diibaratkan bahwa hospitality merupakan roh, jiwa, semangat dari pariwisata. Tanpa adanya hospitality dalam pariwisata, maka seluruh produk yang ditawarkan dalam pariwisata itu sendiri seperti benda mati yang tidak memiliki nilai untuk dijual (S.Pendit, 2007 : 152)

Bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) di Bangka-Belitung khususnya di Pulau Bangka diprediksi mulai menggeliat. Hal ini tidak lepas dari kondisi ekonomi Bangka Belitung di awal tahun 2017 mengalami peningkatan atau pertumbuhan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Ditambah telah rampungnya Terminal Baru Bandara Depati Amir paska pengembangan kawasan bandara yang selangkah lagi akan menjadi Bandara Internasional menyusul ditetapkannya Bandara Hanandjoeddin sebagai Bandara Internasional di Pulau Belitung yang akan menopang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, Belitung yang diinisiasi oleh Group Dharmawangsa yang telah termasuk dalam ‘10 Destinasi Pariwisata Nasional’ dengan Target Dana yang masuk ke Belitung dalam pengembangan kawasan ini tidak kurang dari Rp12 Triliun, yang diharapkan Pemerintah dengan Target Wisatawan 1 Juta orang baik dari Wisatawan Nusantara 500 ribu maupun Wisatawan Manca Negara juga ditargetkan 500 ribu orang melalui Kementerian Pariwisata RI. Termasuk membentuk “Indonesia Tourism Board (ITB)” yang melakukan ‘road-show’ dan pameran ke mancanegara mempromosikan 10 Destinasi Pariwisata Nasional termasuk KEK Pariwisata Belitung ke Investor Luar Negeri. Disamping itu adanya “Tourist Information Center (TIC)” di setiap daerah untuk mempromosikan Potensi dan Tempat Wisata di seluruh Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun saat ini, dengan kondisi APBN yang ada, Pemerintah masih fokus ke 3 Destinasi Pariwisata Nasional yaitu Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika, Lombok.

Namun, jangan berkecil hati bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena ini menjadi tantangan bagi seluruh Pelaku Usaha Bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) terutama bagi Investor yang akan masuk. Karena akses ke Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun sudah semakin mudah bagi para Tamu atau Wisatawan untuk datang, apalagi Pengusaha Nasional asal Pulau Bangka, Chandra Lie dan Hendri Lie pemilik Maskapai Sriwijaya Air maupun NAM Air siap menerbangkan, selain maskapai Garuda, Citilink dan Lion. Ditambah Group Blue Bird pun sudah hadir di Pulau Bangka. Hal penting lainnya adalah kehadiran Gubernur Baru Erzaldi Rosman Djohan yang akan dilantik nanti akan mampu dan mendukung Bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) ini. Karena ‘background’ beliau yang kuat di bisnis ini ditambah banyaknya Investor yang siap investasi di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terutama di Pulau Bangka.

Kondisi ekonomi Babel sempat mengalami penurunan akibat permasalahan di bisnis Pertambangan Timah maupun tidak stabilnya Harga Komoditas seperti Lada, Karet, dan lainnya. Ditambah terjadi penurunan Investasi (Swasta) sejak 6 tahun terakhir ini, yang tentunya sangat berdampak kepada Bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) di Bangka Belitung khususnya di Pulau Bangka, terutama kepada Tingkat Hunian (Occupancy Rate) yang masih menjadi fokus perbaikan. Semua Pelaku hotel memiliki Target Tingkat Hunian (Occupancy Rate) minimal 75% agar bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) memiliki prospek yang baik ke depannya. Namun, juga perlu kerja keras dari Pelaku Usaha maupun dukungan/sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Daerah, agar membantu Tamu-Tamu bisa datang khususnya ke Kota Pangkalpinang, terutama untuk Event Nasional yang diadakan oleh Pemerintah Pusat maupun Event Lokal (Daerah) yang diadakan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Strategi lainnya untuk mengerek Tingkat Hunian (Occupancy Rate) yang harus dilakukan oleh Pelaku Usaha adalah terus melakukan Terobosan dan Program Promosi yang efektif, terutama menggunakan Media Elektronik dan Media Cetak Nasional maupun Lokal, sehingga Konsep yang diusung untuk Bisnis Perhotelan dan Pariwisata yaitu M.I.C.E., “Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition” atau “Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran”, yaitu suatu jenis kegiatan pariwisata dimana suatu kelompok besar, biasanya direncanakan dengan matang, berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu, akan cocok diterapkan di Pulau Bangka maupun di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada umumnya.

Baru-baru ini pun “Tourist Information Center (TIC), Indonesia” yang dipimpin oleh Akhmad Khusaeni, yang juga CEO BUMNTrack, langsung turun ke Bangka Belitung untuk melihat secara langsung Potensi Wisata yang ada di Kawasan Pulau Belitung maupun Pulau Bangka untuk dipromosikan lebih lanjut.

Khusus di Pulau Bangka, selain kehadiran Hotel yang sudah dikenal seperti Tanjung Pesona Beach Hotel, kemudian ada Hotel Novotel dan Sol Marina Hotel yang sebelumnya bernama Aston Hotel. Kali ini, nama Swiss-Belhotel, sebuah jaringan Internasional Hotel hadir di Kota Pangkalpinang, yang juga Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hotel yang dilengkapi oleh fasilitas 140 Deluxe Rooms dan 5 Suite Rooms ditambah fasilitas lainnya berupa Swiss Cafe-24-Jam serta Room Service Lounge, Swimming Pool, Pool Bar-Spa dan Gym Grand Ballroom maupun Ruang Rapat (Meeting Rooms), tepatnya berada di Heritage House of Lay Complex di Jalan Jenderal Sudirman No.65 Pangkalpinang – Bangka dengan Nomor Telpon 0717-9105 999 dengan email : pangkalpinang@swiss-belhotel.com, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen dan pasar yang ada. Selain di Pulau Bangka, Swiss-Belhotel, juga hadir di Pulau Belitung.

Diharapkan kehadiran Swiss-Belhotel, akan men-trigger Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pangkalpinang di tengah Inflasi yang cukup tinggi dan mampu menjadi motor penggerak pengembangan Bisnis Perhotelan dan Pariwisata (hospitality business) di Bangka Belitung khususnya di Pulau Bangka.(****).

Related posts