Mengenal Mammografi untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Oleh dr. Helvian Yosef

MammografiSalah satu penyakit yang paling ditakutkan di kalangan perempuan adalah kanker payudara. Kanker payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel ganas yang tumbuh pada jaringan payudara, dan biasa terjadi pada pria atau wanita.

Di Indonesia, Penyakit Kanker Payudara menduduki peringkat ke- 2 setelah kanker mulut rahim ( kanker serviks) sebagai penyakit pembunuh utama pada wanita. Gelaja kanker payudara pada wanita: (1) Benjolan di payudara, biasanya keras dan tidak nyeri serta membesar dengan cepat. (2) Perubahan pada kulit payudara, kulit menebal dan tidak rata seperti kulit jeruk, atau muncul borok pada kulit payudara. (3) Perubahan pada putting payudara, putting bias melesak kedalam. (4) Keluarnya cairan yang tidak normal (cairan bening, putih, atau darah ) dari payudara. (5) Terdapat benjolan (pembesaran kelenjar ) pada ketiak di sisi yang sama pada payudara yang terkena kangker.

Berkaitan dengan kanker payudara ini, kini ada cara untuk melakukan pendeteksian dini Kanker Payudara. Metode ini, sangat penting dan membantu perempuan supaya sebelum kanker meningkat ke stadium lanjut bisa diketahui terlebih dahulu. Kanker Payudara yang dideteksi sejak dini lebih mudah penyembuhanya dibandingkan kanker yang sudah stadium 3 ke atas.

Perlu diketahui pula bahwa Mammografi merupakan metode yang biasa dilakukan untuk pendeteksian diri terhadap Kanker Payudara, dengan menggunakan sinar x berdosis rendah berkisar sekitar 0,7 msv berguna untuk mengetahui beberapa tipe kista dan tumor serta meminimalisir mortalitas kanker payudara.

Kapan mammografi dilakukan, yaitu ketika : (1) Adanya benjolan dan rasa tidak enak pada payudara. (2) Pada wanita dengan riwayat resiko tinggi mendapatkan keganasan payudara. (3) Pembesaran kelenjar getah bening pada daerah ketiak yang meragukan. (4) Penyakit paget (kanker yang menyerang putting dan daerah sekitar putting susu). (5) Adanya penyebab metastasis tanpa diketahui asal tumor primer. (6) Follow up penderita penderita pasca operasi dengan kemungkinan kambuh atau keganasan payudara yang kontralateral.

 

 

 

Selain itu, harus diketahui juga, gambaran keganasan payudara yang dapat ditemukan pada mammmografi: 1) Tanda primer berupa lesi berdensitas padat dengan reaksi fibrosis, adanya perbedaan yang nyata antara ukuran pada pemeriksaan klinis dengan hasil mammografi, adanya perkapuran yang bersifat mikro pada struktur payudara. 2) Tanda sekunder berupa penarikan dan penebalan kulit, perubahan posisi atau penarikan putting susu dan keadaan daerah tumor dengan jaringan sekitar menjadi tidak teratur.

Hasil mammografi cukup akurat, dimana hanya 10 % saja sel kanker yang tidak dapat terdeteksi oleh metode ini. Karena tingkat keberhasilan yang di atas 80% inilah, banyak ahli medis menyarankan untuk melakukan mammografi ini. Disebutkan bahwa perempuan yang melakukan mammmografi secara rutin (minimal setahun sekali) ternyata menurunkan resiko kematian akibat kanker payudara menjadi 50%.

Studi ini, pernah dipublikasikan di Journal Cencer Eidemiology, Biomarkers and Prevention. Penting melakukan pemeriksaan paling tidak setahun sekali demi meminimalisir potensi Kanker Payudara.(****).

No Response

Leave a reply "Mengenal Mammografi untuk Deteksi Dini Kanker Payudara"