Mengejar Impian di antara Banyaknya Keterpurukan

  • Whatsapp

Oleh: Aurismadiva Nurfahmi
Siswa Kelas Beasiswa PT. TIMAH Tbk SMAN 1 Pemali

“Mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Berarti juga, anak-anak yang tidak terdidik di Republik ini adalah “dosa” setiap orang terdidik yang dimiliki di Republik ini. Anak-anak nusantara tidak berbeda. Mereka semua berpotensi. Mereka hanya dibedakan oleh keadaan.”
Anies Baswedan, Indonesia Mengajar

Bangka Belitung adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam. Penemuan tanaman seperti lada putih (Sahang) ada di provinsi ini. Tambang Inkonvensional (TI) sudah menjadi ciri khas daerah ini. TI sendiri merupakan suatu kegiatan yang memberdayakan sumber daya alam berupa timah yang tidak dapat diperbarui. Banyak orang bermata pencaharian dengan menggunakan tenaga mereka di bidang tambang ini. Sadarkah kita bahwa masyarakat Bangka Belitung sudah sangat bergantung dengan namanya timah ?
Jika kita melihat banyak masyarakat yang sudah pergi selepas subuh ataupun pulang hampir mendekati jam dua belas malam janganlah heran, mereka sering melakukan aktivitas mereka tersebut untuk mencari nafkah dan tentunya membiayai anak-anaknya bersekolah. Biaya kebutuhan pendidikan yang tentunya tidak murah membuat segelintir masyarakat Bangka Belitung berpikir bahwa lebih baik langsung kerja dibandingkan mahal-mahal bersekolah. Miris tentunya melihat anak-anak dari berbagai daerah lain ketika selepas subuh mereka berbenah diri dan pergi sekolah, sedangkan anak dari daerah sendiri bersiap untuk membantu mencari nafkah.
Peluang untuk menempuh pendidikan yang berkualitas sangatlah kecil, membuat para calon generasi bangsa ini pasrah dengan keadaan yang ada. Beasiswa gratis untuk anak-anak dari jenjang dasar hingga menengah sulit untuk dicari pada saat ini. Beasiswa dari pemerintah yang jarang terlihat membuat segilintir masyarakat hanya memandang hal tersebut dengan sebelah mata. Hingga pada pertengahan tahun 2002, salah satu Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) yang berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat di Bangka Belitung memberikan kesempatan bagi calon generasi penerus bangsa untuk tetap melanjutkan jenjang pendidikannya dengan membuka kelas jalur beasiswa.
Beasiswa ini, tentunya dibangun oleh PT.Timah, Tbk yang bekerjasama dengan instansi sekolah yakni SMA N 1 Pemali. Sekolah yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka ini, dipercayai oleh pihak PT.Timah,Tbk untuk menampung para pelajar lulusan SMP/MTS berprestasi dari berbagai kabupaten yang ada di Provinsi Bangka Belitung untuk tetap menempuh pendidikan yang layak di eranya. Beasiswa yang dulunya bernama Kelas Unggulan ini, membuat para pelajar berusaha untuk berlomba-lomba. Hal ini tentunya sangat berharga bagi para pelajar untuk menempuh beasiswa yang telah dipromosikan. Beruntunglah bagi mereka yang bisa mengenyam kelas unggulan dalam kurun waktu beberapa tahun, karena pada waktu itu mereka berkesempatan untuk tinggal di asrama yang memang sudah disediakan oleh pihak tersebut PT Timah.
Fasilitas yang lebih dari cukup untuk diberikan membuat para pelajar lebih nyaman dan berusaha memberikan yang terbaik bagi perusahaan yang telah membuka jalan prestasi bagi mereka. Prestasi- prestasi sudah banyak dikenal dan juga dikenang oleh masyarakat Bangka Belitung, membuat SMA N 1 Pemali menjadi salah satu sekolah terfavorit se-Bangka Belitung. Namun, pada pertengahan tahun 2014-2015 perusahaan PT. Timah,Tbk memberhentikan program yang diungguli oleh perusahaan ini. Dengan segala pertimbangan pada akhirnya pada pertengahan tahun 2017 PT.Timah,Tbk kembali dengan gebrakan baru, membuka program untuk pelajar yang kurang mampu agar dapat terus mengejar impian dan prestasinya lewat “Kelas Beasiswa PT.Timah,Tbk”.
Beruntunglah bagi para pelajar lulusan 2017 ini untuk bergabung dan ikut dalam seleksi yang akan dibuka. Tidaklah mudah bagi para pelajar ini untuk masuk, mereka wajib mengikuti beberapa seleksi. Mulai dengan seleksi administrasi, dengan mengumpulkan nilai rata-rata sekolah SMP nya. Hal ini membuat para pelajar yang tidak mampu tetapi mempunyai nilai yang bagus mempunyai harapan yang lebih akan hal ini.
Seleksi selanjutnya yakni tes psikotes. Tes psikotes ini dibuat untuk menilai kepribadian setiap individu masing-masing. Dan yang terakhir adalah tes kesehatan yang merupakan tes penilaian kesehatan fisik setiap individu masing-masing. Seleksi-seleksi tersebut mungkin terlihat berat, akan tetapi jika kita punya tekad, percayalah semua akan lancar. Kami para pelajar kelas beasiswa sangat bersyukur, karena masih ada kesempatan untuk mengejar impian di antara banyaknya keterpurukan. Impian kami bisa digapai dan tentu saja kami disini merasa kami masih dihargai lewat pendidikan gratis. Ketika sebagian teman kami yang bermimpi ingin naik pesawat dan ingin jalan-jalan ke luar provinsi tercapai karena prestasi-prestasi, dan tentu saja PT.Timah,Tbk yang sudah berjasa membuka jalan bagi kami untuk bersekolah gratis. Pemikiran kami tentang masa depan akan lebih mudah dijalani tanpa ada beban, karena orang tua kami yang tidak mampu. Prestasi-prestasi yang kami ukir sekarang akan menjadi harapan kami untuk PT.Timah, agar tetap terus hadir di dunia pendidikan, karena kami bermimpi bahwa kami anak yang tidak mampu, akan berdiri dan hadir untuk negeri.(***).

Related posts