by

Mengajarkan Anak Mencintai Produk dan Kebudayaan di Dalam Negeri

-Opini-69 views

Oleh: Novela Sumalia
Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Bangka Belitung

Di era Globalisasi seperti sekarang, hampir sebagian masyarakat di Indonesia merasakan ynag namanya pengaruh dari kebudayaan asing, sebab teknologi yang semakin canggih membawa masyarakat lebih terbuka dalam menerima hal-hal yang bersifat baru. Acap kali pengaruh dari kebudayaan luar sangat cepat diterima oleh masyarakat di Indonesia, karena menurut mereka kebudayaan luar lebih praktis dan mudah ditiru oleh banyak individu.

Salah satu bagian dari masyarakat kita lebih cepat menerima kebudayaan luar tersebut adalah remaja. Remaja di Indonesia seringkali meniru hal-hal yang didatangkan dari luar, sehingga dapat mempengaruhi dalam berbagai aspek, baik itu perubahan dalam gaya hidup, pola interaksi, dan lain sebagainya. Hal ini akan mempengaruhi kebudayaan Indonesia dan menumbuhkan berbagai bentuk penyimpangan norma dalam masyarakat.

Seiring dengan kemajuan zaman, informasi dan pengetahuan yang di terima melalui jejaring internet menggunakan smartphone atau gadged lebih mudah didapatkan oleh khayalak umum khususnya remaja. Kebanyakan dari mereka meniru kebudayaan-kebudayaan luar seperti meniru gaya hidup yang kebarat-baratan, contohnya dalam hal berpakaian mereka lebih senang menggunakan pakaian barat yang menurut orang timur pakaian tersebut tidak sebaiknya digunakan, karena sangat terbuka dan tidak mematuhi nilai dan norma yang ada di masyarakat. Kendati begitu, remaja di Indonesia tidak memperdulikan hal tersebut, disebabkan mereka merasa dengan berpakain seperti orang-orang barat lebih modis dalam hal mengikuti zaman dan dipandang stylish dalam kelompok teman bergaul mereka.

Remaja Indonesia juga lebih suka mengkonsumsi makanan-makanan barat yang menurut mereka lebih bersih, modern, dan praktis seperti pizza, burger, dan lain sebagainya. Ketika mereka datang ke restoran barat, mereka juga lebih dipandang berkelas. Pemikiran tersebut sudah membudaya secara turun-temurun dan tidak dapat dihindari lagi. Untuk itu, remaja lebih memilih makan – makanan di restoran barat dibandingkan makan – makanan di warung, tempat-tempat tradisional khas Indonesia. Hal ini akan merubah pola pikir remaja yang lebih mencintai produk luar negeri dibandingkan dengan produk dalam negeri sendiri.

Pengaruh dalam hal gaya hidup remaja Indonesia saat ini, sangat terlihat jelas, didukung dengan jejaring internet hingga bisa di akses melalui smartphone atau gadged yang dapat melihat atau berselancar di dunia maya layaknya di kehidupan nyata. Informasi seputar kehidupan hingga kebudayaan diluar negeri akan sangat mudah didapat hingga bisa berteman dengan orang asing di luar negeri tanpa kita kenal atau adanya tatap muka terlebih dahulu, seperti yang kita lakukan di dunia nyata, hingga hal tersebut dapat memudahkan seseorang jika ingin berpergian ke luar negeri. Hal ini dapat membuat masyarakat khususnya para remaja sangat terbuka dengan kebudayaan masyarakat luar, seperti budaya korea yang telah mendunia khususnya di Indonesia.

Remaja Indonesia sangat menyukai dance yang dibawakan oleh boyband dan girlband korea. Oleh karena itu, banyak remaja yang mengikuti gaya tarian remaja korea tersebut, hingga tarian tradisional di Indonesia sangat sedikit peminatnya, terutama remaja di Indonesia itu sendiri.

Dapat dilihat pula dari minat masyarakat dalam hal memilih tempat untuk rekreasi atau melakukan wisata. Lebih banyak masyarakat Indonesia khususnya masyarakat yang berada di kelas atas memilih untuk berlibur ke luar negeri. Kalau dilihat dari tempat wisatanya, tempat wisata yang ada di Indonesia tidak kalah jauh lebih menarik dari tempat yang ada di luar negeri. Seharusnya, dari kita mengajarkan anak-anak untuk mencintai produk dan kebudayaan dalam negeri, agar kebudayaan dalam negeri dapat dilestarikan dan masyarakat juga seharusnya berpikir lokal dan bertindak global.(***).

Comment

BERITA TERBARU