Menerobos Waktu, Menjelajah Dunia

  • Whatsapp

Oleh: Winda Johan
Siswa Kelas XI Akuntansi 2 SMK N 1 Sungailiat

Salah satu penyakit kronis orang Indonesia adalah malas membaca atau enggan meluangkan waktu untuk membaca. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan. Malas membaca bisa membuat kita merugi. Seperti judul di atas, membaca itu layaknya kita sedang menerobos waktu, memasuki dunia baru, dan menjelajah dunia. Membaca berarti belajar hal baru setiap hari. Pengalaman-pengalaman baru akan muncul, dan kesuksesan itu mulai timbul ketika adanya kemauan untuk membaca. Dengan begitu jalan kesukesan akan terbuka lebar untuk kita. Semakin banyak kita membaca, semakin banyak kata-kata yang kita pelajari.
Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis (Tarigan, 1984:7). Membaca merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Karena dengan membaca seseorang dapat memperoleh informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman baru. Dengan membaca kita memasukkan dunia ke dalam pikiran kita. Semua yang diperoleh melalui bacaan akan memungkinkan orang tersebut mampu memperluas daya pikirnya, mempertajam pandangannya, dan menambah wawasannya. Dengan kata lain, membaca dapat memperkaya pengetahuan kita. Semakin banyak kita membaca semakin banyak pula pengetahuan yang kita dapatkan.
Dengan demikian, kegiatan membaca merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh siapapun yang ingin maju dan meningkatkan diri. Selain itu, membaca adalah suatu kegiatan atau cara dalam mengupayakan pembinaan daya nalar (Tampubulon, 1987:6). Dengan membaca, seseorang secara tidak langsung sudah mengumpulkan kata demi kata dalam mengaitkan maksud dan arah bacaannya yang pada akhirnya pembaca dapat menyimpulkan suatu hal dengan nalar yang dimilikinya. Membaca adalah sesuatu yang menyenangkan. Hanya saja dibutuhkan kesabaran untuk membiasakan diri kita untuk membaca. Membaca itu sangat penting, karena setiap buku yang kita baca hari ini, akan menyelamatkan kita berkali-kali di masa depan.
Membaca bukan hanya sekadar menyuarakan lambang-lambang tertulis tanpa mempersoalkan rangkaian kata-kata atau kalimat yang dilafalkan tersebut dipahami atau tidak, melainkan lebih dari itu. Tingkatan membaca seperti itu tergolong jenis membaca permulaan (tahap awal) yang ada di kelas 1 dan 2 SD. Kemampuan membaca yang diperoleh siswa kelas 1 dan 2 SD akan menjadi dasar pembelajaran membaca lanjut.
Oleh sebab itu, pembaca pemula sangat memerlukan perhatian guru dan orang tua agar dapat memberikan dasar yang kuat, sehingga pada tahap membaca lanjut, siswa sudah memiliki kemampuan membaca yang memadai. Di sekolah dasar, membaca dan menulis merupakan faktor utama yang perlu dilatih dari dini. Dengan membaca dan menulis, kita bisa mengikuti perkembangan di segala bidang. Orang yang rajin membaca bagaikan sedang melihat masa lalu dan masa depan. Hadir di setiap sejarah, dan hadir di setiap imajinasi orang-orang hebat.
Imajinasi kita akan muncul saat kita benar-benar menghayati setiap kata dari apa yang kita baca. Jika kita membaca buku tentang sejarah maka kita akan diajak untuk kembali ke masa lalu. Layaknya kita sedang berada di sana. Itulah artinya bahwa kita benar-benar membaca.
Banyak membaca menambah daya imajinasi kita. Sebagian orang yang mempunyai hobi membaca, mereka dapat memutar otak mereka dengan berimajinasi di dalamnya. Ketika seseorang membaca tidak hanya berpikir kritis saja, namun dengan cara lain mereka dapat memberikan kreativitas pada daya imajinasi otak mereka. Buku-buku bacaan yang mengandung unsur cerita atau imajinasi akan membawa seorang pembaca seperti terjun dan berkutat langsung di dalam cerita tersebut.

Menerobos Waktu
Saat kita membaca buku tentang sistem tata surya, kita akan diajak untuk menerobos waktu, melewati ruang dan waktu. Saat membaca, kita membutuhkan sebuah imajinasi dan coba bayangkan diri kita seolah-olah dapat ikut terlibat di dalam setiap kata dan makna yang diciptakan seorang penulis, sehingga kita dapat menghayati setiap detail pengalaman penulis yang dijabarkan dalam kata-katanya. Kemudian imajinasi kita akan muncul menggambarkan tentang besarnya bumi, bulan dan matahari, banyaknya planet-planet luar angkasa dan luasnya sistem tata surya.
Membaca itu membantu kita menyelami dunia fiksi dan sastra. Ada yang mengatakan bahwa “Kita adalah apa yang kita baca”. Dan ternyata membaca itu menyenangkan, meski sepi tapi kepala terisi. Membaca memang jendela untuk melihat betapa Maha-luasnya pengetahuan alam semesta. Ada juga yang mengatakan, buku disebut sebagai gudang ilmu, dan membaca adalah kunci untuk membukanya. Sudah bukan rahasia lagi, membaca merupakan kegiatan yang membawa manfaat yang sangat banyak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa membaca dapat menjadi salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan turut menentukan kesuksesan seseorang.
Kesimpulan di atas bukanlah hanya asumsi. Kenyataan bahwa kegemaran membaca berbanding lurus dengan keberhasilan dibuktikan dengan banyaknya tokoh-tokoh yang mencapai kesuksesan dalam bidang yang mereka tekuni. Di Indonesia saja, kita dapat menyebutkan beberapa tokoh yang sangat terkenal sebagai pembaca buku yang antusias. Sebut saja Gus Dur, mantan Presiden Indonesia yang terkenal sebagai tokoh pluralis, karena lantang menyuarakan pluralisme. Kegemaran beliau dalam membaca buku terdokumentasi dalam sebuah buku yang berjudul Gus Gerr: Bapak Pluralisme dan Guru Bangsa karangan M.Hamid.
Sejak kecil Gus Dur telah melahap Das Kapital (versi bahasa inggris) karya agung Karl Marx yang dinilai oleh banyak orang sebagai karya yang sangat sulit dipahami, buku filsafat Plato, Fiksi karangan Tolstoy, Dostoyevsky, Andre Malraux, dan masih banyak lagi. Di samping Gus Dur, mengantri pula banyak tokoh terkemuka di Indonesia yang terkenal gemar membaca, seperti Tan Malaka (seorang pejuang revolusioner), mantan Presiden Soekarno, mantan Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan lain sebagainya. Bahkan, rata-rata tokoh kemerdekaan Indonesia senantiasa memiliki satu kegemaran yang sama yakni membaca buku.
Menjelajah Dunia
Ketika membaca, seseorang dapat menjelajah keluar dunia yang sesungguhnya, berkeliling menikmati indahnya kota-kota penting di setiap negara, menemui orang-orang yang berada di belahan bumi yang lain, bahkan dengan membaca kita bisa menemui segala hal yang pernah ada ratusan tahun sebelum kita dilahirkan. Dengan membaca seseorang mengetahui keadaan mengenai suatu peristiwa yang pernah terjadi di suatu wilayah tanpa harus pergi ke tempat tersebut dan cukup mengembangkan imajinasi untuk membayangkan kejadiaaannya. Contohnya saja, saat kita sedang membaca buku mengenai kebudayaan Yunani-Romawi Kuno, kita bisa membayangkan bagaimana keadaan di sana dengan berbagai peninggalan kebudayaan yang megah. Kita dapat mengetahui cara hidup, kebiasaan, hasil karya dan bentuk istana masa lampau dengan berimajinasi saat membaca cerita tersebut.
Edwin P.Whipple pernah mengatakan, jika buku seperti mercusuar yang berada di tepi samudera waktu yang luas. Berbagai ilmu pengetahuan yang dibukukan menjadi acuan bagi orang-orang yang membacanya. Sejarah membuktikkan bahwa buku memiliki peranan penting dalam mengubah dunia. Tidak hanya peradaban manusia dan teknologi saja yang berubah namun cara berpikir seseorang terhadap dirinya sendiri dan lingkungan juga dapat berubah.
Salah satu tokoh yang terkenal akan kesuksesannya dan kegemarannya dalam membaca buku yaitu Thomas Alfa Edison (penemu bolam lampu). Dijelaskan bahwa Thomas Alfa Edison di masa kecilnya memiliki masalah dengan perkembangan sosialnya. Para guru di sekolah menilainya sebagai murid bermasalah yang tidak dapat menangkap pelajaran.
Tetapi, para guru itu salah. Edison kecil bukannya tidak mampu menangkap pelajaran, tetapi pemikirannya jauh melampaui para murid sebayanya. Ini dimungkinkan karena Edison kecil merupakan bocah yang memiliki jiwa penasaran yang sangat tinggi. Dan rasa penasarannya tersalurkan lewat kegemarannya membaca buku. Dengan kegemarannya tersebut dia telah mampu mencapai tingkat kesuksesannya. Tidak hanya memperoleh pengetahuan, tapi juga membantu mengingat untuk masa depan. Sadar atau tidak, membaca membuat kita menumpuk persediaan pengetahuan di otak yang suatu saat akan kita butuhkan. Salah satu studi dari the National Endowment for the arts juga menyimpulkan bahwa membaca membuat kita lebih terlibat dalam hidup, dan bisa mengambil keuntungan dari setiap aktivitas dari hidup. Ketika kita mulai merasa nyaman dengan membaca, maka kita bisa menjadi pribadi yang beruntung karena memiliki wawasan yang luas.
Belajarlah bahasa huruf, sehingga kita bisa membaca tulisan. Belajarlah bahasa alam, sehingga kita bisa membaca jutaan hikmah alam. Belajarlah bahasa kehidupan, sehingga kita bisa membaca arti dari setiap kejadian. Dan jika dunia selalu tertutup untuk kita, maka membacalah, karena membaca adalah pintu dunia. Mari kita tingkatkan minat dan kekhusyukan membaca kita agar bisa meningkatkan kualitas diri dan kaya pengetahuan. Dengan memiliki pengetahuan, kita bisa terhindar dari kerugian akibat ketidaktahuan. Semakin tinggi daya baca, semakin tinggi pula kualitas orang tersebut, karena dia telah mampu menerobos ruang dan waktu dengan menjelajah dunia yang tidak berbatas.(****).

Related posts