by

Menelusuri Hari Lahir Kota Toboali

Oleh: Ir. Budi Setyo
Pemerhati Kepariwisataan di Bangka Selatan

Ir. Budi Setyo
Ir. Budi Setyo

Ekpedisi panjang dan berulang Laksamana Cheng Ho antara tahun 1405 – 1433 mengarungi samudra ke beberapa negara termasuk Nusantara sebagaimana tercatat dalam batu prasasti yang ditemukan di suatu kota di Provinsi Fujian, tidak hanya menjadi sejarah bagi masyarakat Tiongkok, tetapi juga menjadi bagian tidak terpisahkan sejarah peradaban bangsa Indonesia khususnya kota atau tempat-tempat yang pernah menjadi persinggahannya.
Dalam ekspedisi yang dilakukan sampai 7 kali tersebut, Laksamana Cheng Ho sempat singgah di Jawa Timur, Semarang, Palembang dan Selatan Bangka. Paparan sejarah oleh bapak Emron Pangkapi selaku Ketua Tim Napak Tilas Jejak Ekspedisi Laksamana Cheng Ho di Pulau Bangka, menyatakan bahwa sangat kuat diyakini Laksamana Cheng Ho pernah singgah di wilayah (sungai) yang berair payau di Selatan Bangka. Dari beberapa petunjuk yang ada kemudian dinterpretasikan bahwa wilayah berair payau tersebut adalah di sekitar wilayah yang sekarang disebut Baher, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Bangka Selatan memaparkan asal mula terjadinya nama Toboali yang melibatkan tokoh-tokoh sentral terdiri dari Raden Ali yang nama aslinya Bong Lie Feng, Raden Kusuma Wijaya guru Raden Ali, serta Laksamana Cheng Ho. Raden Ali atau Bong Lie Feng sendiri merupakan paman dari Laksamana Cheng Ho. Interaksi antara ketiga tokoh sentral tersebut sangat diyakini terjadi antara 1405 – 1433.

Hari Lahir Toboali

Proses penentuan hari lahir atau hari jadi suatu kota sangat berbeda dengan penentuan hari lahir manusia. Hari lahir manusia bersifat takdir atau nasib yang tidak bisa diubah oleh siapapun, termasuk apabila lahir pada hari yang dianggap tidak baik. Berbeda dengan penentuan hari lahir atau hari jadi suatu kota atau daerah lebih didasarkan pada maksud tertentu, biasanya dicari peristiwa yang dapat membangkitkan kebanggaan rakyat akan sejarah daerahnya yang selanjutnya akan lebih meningkatkan rasa memiliki daerahnya. Penentuan hari lahir suatu daerah tidak harus berdasarkan pada pertimbangan yang bersifat nasib atau takdir. Untuk itulah, dalam hubungannya dengan hal tersebut, maka penentuan hari jadi suatu kota seperti Surabaya, Jakarta, Semarang selalu diambil dari suatu peristiwa yang paling bersejarah dari daerah tersebut, dan dapat menimbulkan rasa bangga bagi masyarakatnya. Sebagai contoh, hari jadi Kota Surabaya tanggal 31 Mei 1293 diambil dari peristiwa kemenangan pasukan Raden Wijaya melawan pasukan Kubilai Khan di pelabuhan Ujung Galuh yang kemudian hari berkembang menjadi Kota Surabaya. Sebelum tanggal 31 Mei 1293 pelabuhan Ujung Galuh tersebut beserta peradabannya sudah ada.
Hari lahir Kota Jakarta 22 Juni 1527 diambil dari peristiwa heroik ketika Fatahillah atau Tubagus Pasai berhasil mengusir orang-orang Portugis yang bermaksud mendirikan kantor perdagangan dan pemerintahan di Pelabuhan Sunda Kelapa. Peristiwa tersebut diabadikan dengan mengubah nama pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan yang sekarang dikenal sebagai Jakarta. Sebelum tanggal 22 Juni 1527 kota atau pelabuhan tersebut dan peradabannya sudah ada.
Dengan contoh tersebut, maka dalam pencarian atau penentuan hari jadi kota Toboali sebagai ibukota Kabupaten Bangka Selatan, sebaiknya diambil dari peristiwa heroik atau keteladanan apa yang telah dilakukan di antara tiga tokoh sentral Bong Lie Feng alias Raden Ali, Raden Kusuma Wijaya dan Laksamana Cheng Ho pada kurun waktu 1405 – 1433, sehingga bisa menimbulkan rasa bangga bagi masyarakat Toboali, khususnya dan masyarakat Bangka Selatan pada umumnya. (****).

Comment

BERITA TERBARU