by

Mendikbud Kirim Buku Buat Komunitas Literasi Babel

Ketua Komunitas Literasi Babel, Feryandi Komeng sedang memperlihatkan buku-buku yang dibantu oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy.(foto: tamimi).

KOBA – Menteri Pendidikan RI Muhadjir Effendy mengirim bantuan buku buat Komunitas Literasi Bangka Belitung (Babel) dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat diwilayah itu.

Menurut Ketua Komunitas Literasi Babel, Feryandi Komeng, Buku paket bantuan Mendikbud tersebut terdiri dari 3 set buku komik pendidikan anak yang masing-masing terdiri dari 10 eksemplar seri buku bacaan anak-anak setingkat PAUD.

Selain itu, ada juga buku cerita sebanyak 2 set masing-masing terdiri dari 15 eksemplar seri untuk bacaan buku anak setingkat SD kelas 4,5 dan 6 serta 4 set buku cerita terdiri dari 10 eksemplar buku bacaan untuk remaja setingkat SLTP.

“Bantuan buku tersebut saya sendiri yang menerimanya dikirim via pos langsung ke sekretariat Komunitas Literasi Babel. Buku ini kita tempatkan di rumah literasi Babel masing-masing satu set,” ujar Komeng.

Ia mengungkapkan, melalui bantuan buku itu dapat menambah daftar buku bacaan khusus bagi anak-anak PAUD hingga remaja setingkat SLTP .

Bantuan buku-buku bacaan ini memang janji pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Muhadjir Efendy saat meresmikan Reading Corner Warkop pada tanggal 31 Januari 2019 di Pangkalpinang yang digagas Komunitas Literasi Babel.

“Walaupun jumlah buku yang dijanjikan Mendikbud tidak sesuai dengan yang kita terima yakni sebanyak 135 seri buku cerita yang kita terima hanya 9 seri buku cerita, kita mengucapkan terima kasih banyak. Semoga buku-buku ini dapat bermanfaat dalam rangka meningkatkan minat baca anak-anak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menurut survei internasional orang-orang Indonesia tidak suka baca buku. Minat baca anak-anak bangsa ini sangat rendah. Hal itu diketahui dari data penelitian tentang literasi yang pertama, hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) rilisan Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) tahun 2015.

Yang kedua, peringkat literasi bertajuk ‘World’s Most Literate Nations’ yang diumumkan pada Maret 2016, produk dari Central Connecticut State University (CCSU). Penelitian PISA menyebutkan, Indonesia peringkat 62 dari 70 negara yang dilakukan penelitian.

Ini, katanya, menunjukkan rendahnya tingkat literasi Indonesia dibanding negara-negara di dunia. Ini adalah hasil penelitian terhadap 70 negara. Respondennya adalah anak-anak sekolah usia 15 tahun, jumlahnya sekitar 540 ribu anak.

“Selain buku, ada surat dari Mendikbud yang berbunyi : Ajakan Bapak Presiden. Melalui dongeng dan cerita rakyat nusantara, kita ajak anak-anak untuk belajar nilai moral, etika, sopan santun, keberanian dan kejujuran. Nilai-nilai itu berguna untuk anak-anak yang akan mengisi kejayaan masa depan bangsa Indonesia kelak. Mari kita lestarikan cerita rakyat nusantara,” tutup Komeng. (rell/ran/3).

Comment

BERITA TERBARU