Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan

  • Whatsapp

Oleh: SantiVirgianti, M. Pd.I

Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi manusia, karena manusia pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan pendidikan yang lainnya. Bahkan pendidikan anak sudah bias dimulai sejak anak belum dilahirkan (pranatal).

Baca Lainnya

Istilah “Pranatal” dalam Kamus Bahasa Indonesia mempunyai arti ”pra-lahir” atau ”sebelum lahir”. Pranatal berasal dari kata pre yang berarti sebelum, dan natal berarti lahir.Jadi Pranatal adalah sebelum kelahiran, yang berkaitan atau keadaan sebelum melahirkan. Periode perkembangan yang pertama dalam jangka kehidupan manusia ini dinamakan masa prenatal, dimulai pada waktu konsepsi, yaitu pembuahan dari ovum oleh sel sperma, dan berakhir pada waktu pembuahan. Masa ini pada umumnya berlangsung selama sembilan bulan kalender ditambah sepuluh hari atau sekitar 280 hari sebelum lahir.

Menurut pandangan psikologi, pranatal ialah aktivitas-aktivitas manusia sebagai calon suami istri yang berkaitan dengan hal-hal sebelum melahirkan meliputi sikap dan tingkah laku dalam rangka untuk memilih pasangan hidup agar lahir anak sehat jasmani dan rohani. Pranatal merupakan segala macam aktivitas seseorang mencakup sebelum melakukan pernikahan, setelah melakukan pernikahan, melakukan hubungan suami istri, hamil hingga akan melahirkan. Aktivitas yang dimaksut merupakan segala tindak tanduk laki-laki maupun perempuan. Jadi,para pemuda dan pemudi hendaknya segera memperhatikan tingkah lakunya untuk membiasakan perilaku yang baik. Jika menginginkan anaknya memiliki perilaku yang baik pula.

Pengertian anak dalam kandungan, yaitu Anak sebagai keturunan kedua setelah ayah dan ibunya. Sedangkan anak dalam kandungan adalah anak yang masih berada didalam perut ibunya atau anak yang belum lahir. Pendidikan Pranatal ialah usaha sadar orangtua (suami-istri) untuk mendidik anaknya yang masih dalam kandungan istri. Usaha sadar khusus ditujukan kepada kedua orangtua karena anak dalam kandungan memang belum mungkin di didik, apalagi diajar, kecuali oleh orangtuanya sendiri.

Dengan demikian, yang dimaksud pendidikan anak dalam kandungan atau pendidikan pranatal adalah pendidikan yang diberikan kepada anak sebelum lahir atau sejak dalam kandungan sampai anak tersebut lahir. Jadi, apapun yang dilakukan oleh orangtua, itulah pendidikan yang diberikan pada anak dalam kandungan (pranatal).

Jika pengertian pendidikan pranatal itu dikaitkan dengan pengertian pendidikan yang telah dirumuskan sebelumnya, maka pendidikan anak dalam kandungan merupakan usaha secara sadar yang dilakukan oleh orang yang lebih dewasa (sebagai pendidik) dalam upaya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap manusia agar dapat berkembang secara maksimal sesuai dengan tujuan pendidikan, yang dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan ibu (pranatal) sampai anak tersebut lahir ke dunia.

Jadi, pendidikan pranatal ialah sebagai usaha manusia untuk menumbuh dan kembangkan potensi-potensi pembawaan sejak dalam memilih pasangan hidup dan perkawinan (Prakonsepsi), sampai pada masa kehamilan (Pascakonsepsi), yang masih tergolong Pranatal, dan setelah lahir (postnatal).Pendidikan dalam kandungan telah dilakukan sejak lama bahkan Nabi Zakaria a.s dapat menjadi sebuah teladan dalam pendidikan pranatal. Salah satu metode yang dicontohkan oleh nabi zakariya ialah dengan menggunakan metode doa. sebagaimana dalam surat Ali Imran ayat 52 disebutkan: (ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Disamping ayat tersebut menjelaskan tentang bernazar supaya doa atau keinginannya terkabul, juga menjelaskan tentang pendidikan pranatal dengan menggunakan metode doa. Di saat anak masih dalam kandungan, orangtua terutama ibu hendaknya lebih giat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta meminta perlindungan terhadap bayi yang dikandungnya dan meminta agar bayi yang dikandungnya nantinya menjadi anak yang sholeh. Dengan demikian ibu hamil mendidik tauhid kepada anaknya sejak masih dalam kandungan.

Metode Pendidikan Pranatal telah lama dipraktikkan melalui pelaksanaan ritual ritual ibadah, namun dikenal secara formal dan sistematik baru dikenal belakangan ini. Pada tahun 1980-an. Metode-metode Pendidikan Pranatal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut: Pertama, Metode doa. Doa merupakan instrumen yang sangat ampuh untuk menggambarkan kesuksesan sebuah perbuatan. Bagi seorang Muslim, berdoa berarti senantiasa menumbuhkan semangat dan optimis untuk meraih cita-cita dan saat yang bersamaan membuka pintu hati untuk menggantungkan sepenuh hati akan sebuah akhir yang baik di sisi Allah. Metode doa ini dilakukan pada semua tahap, tambahan zigot, embrio dan fetus. Dan untuk tahapan fetus ada beberapa tambahan yaitu saat si anak berada dalam kandungan hendaknya diikutsertakan melakukan berdoa secara bersama-sama dengan ibunya atau ayahnya.Oleh karena itu, adalah relevan sekali bila doa ini dijadikan metode utama mendidik anak dalam kandungan. Para Nabi dan orang-orang yang saleh terdahulu banyak melakukan metode doa ini. Seperti Nabi Ibrahim.

Kedua, Metode ibadah. Besar sekali pengaruh yang dilakukan ibu dengan melakukan metode-metode ibadah ini bagi anak dalam kandungan. Selain melatih kebiasaan-kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah juga akan menguatkan mental spiritual dan keimanan anak setelah nanti lahir, tumbuh dan berkembang dewasa.

Menjalankan program pendidikan dengan metode ini, hendaknya disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dalam kandungan. Ada tiga tahapan antara lain, pertama, pada periode pembentukan zigot, yaitu melakukan shalat hajat dan zikir serta dihubungkan dengan doa-doa tertentu. Pada periode pembentukan embrio, yaitu sama dengan tahap pertama. Pada periode fetus, periode inilah yang lebih konkret. Artinya, segala aktivitas ibadah si ibu harus selalu berhubungan dengan anak. Contohnya kalau ibu mau salat atau tilawah, anaknya diajak bicara sambil mengusap-usap perutnya. “Anakku sayang, kita solat dulu ya”, atau “Ibu mau baca tilawah surat Maryam, sayang dengerin ya”.

Kemudian, ditinjau dari segi kesehatan, setiap gerakan dalam shalat mempunyai manfaat besar bagi kesehatan. Terutama untuk persiapan menghadapi persalinan, khususnya mengenai gerakan sujud. Gerakan sujud bagi perempuan yang akan melahirkan adalah otot-otot perut berkontraksi dengan baik saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini secara otomatis melatih organ disekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama. Hal ini sangat membantu dalam proses persalinan seorang perempuan. Dengan demikian, seseorang yang akan melahirkan mempunyai nafas yang panjang dan kemampuan untuk mengejan dengan baik. Sungguh, kesemuanya ini sangat diperlukan agar seorang dapat melahirkan dengan normal dan indah.

Ketiga, Metode Menghafal. Cara menghafal bisa juga dilakukan dengan bantuan visualisasi kata yang akan dihafal. Bisa juga dengan gerakan membantu mengingat kata tersebut atau dengan benda yang dapat membantu mengingat si ibu kata tersebut sambil tetap melibatkan bayi dalam kandungannya. Menghafal dapat dilakukan dengan cara mengulang-ulang membacakan ayat Alquran pada anak dalam kandungan.Oleh kedua orangtua (calon ibu atau ayah), orang lain, bahkan mendengarkan rekaman. Keempat, Metode zikir. Zikir adalah aktivitas sadar pada setiap waktu atau sewaktu-waktu. Sebagaimana kita ketahui, zikir umum ialah waspada dan ingat bahwa ia berstatus sebagai hamba Allah dimana setiap kegiatannya tiada lain adalah pengabdian diri kepada Allah semata dalam keseluruhan waktunya.

Zikir secara khusus berarti ia melakukan zikir khusus, seperti dengan lafal-lafal khusus, tahmid, tahlil, takbir, doa-doa istigasah, istighfar dan zikir-zikir lainnya yang dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi mengatakan kepada anak dalam kandungannya. “Ayo sayang kita berzikir dulu ya”. Secara psikis Zikir dapat menenangkan kondisi jiwa ibu hamil, pada masa itu cobaan yang dialami seorang ibu sangat berat. Kondisi jiwa tenang dan stabil sangat dibutuhkan bagi ibu hamil.

Kelima, Metode instruktif. Memberikan instruksi kepada bayi untuk melakukan sesuatu perbuatan yang lebih kreatif dan mandiri. Bayi pranatal pada umumnya hanya bisa bergerak beberapa gerakan seperti memutar dan yang sering dilakukan bayi ialah menendang perut ibunya. Inilah saat yang tepat untuk memberikan instruksi pada bayi, seperti contoh dengan mengajak bicara atau menanyakan suatu pertanyaan. Keenam, Metode dialog. Metode ini sangat bermanfaat sekali bagi sang bayi, karena selain dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dan saling mengenal dengan mereka yang diluar rahim. Jauh lebih dari itu, sang bayi akan tumbuh dan berkembang akan menjadi anak yang penuh percaya diri dan merasakan pertalian rasa cinta, kasih dan saying dengan mereka.

Ketujuh, Metode bermain dan bernyanyi. Metode ini cukup dilakukan sederhana saja, seperti langkah-langkah berikut ini. Ketika anak dalam kandungan mulai menendang perut si bayi atau berputar-putar si sekitar perut, maka si ibu hendaknya menyambut dengan kata-kata yang manis dan penuh kasih saying. Misalnya, “Adek sayang lagi ngapain, yuk kita main..” sambil menepuk perut atau membalas tepat disekitar tendangan bayi tersebut, sambil katakan sesuatu perkataan manis, atau paling tidak bahasa tertawa atau tersenyum, riang dan bahagia. Lakukan beberapa kali hingga ia berhenti menendang perut ibu.

Kemudian si ibu hendaknya mengakhiri permainan ini dengan memberikan alunan suara merdu, berupa lagu-lagu indah, syair-syair yang bernuansa riang gembira, sehingga si bayi betul-betul tertidur atau tidak menendang.Bisa juga mendengarkan musik klasik seperti musik karya Mozard.Jadi, pendidikananaksudahbisadimulaisejakanakbelumdilahirkan. (***)

Related posts