Menciptakan Sikap Toleransi dalam Kehidupan Bermasyarakat

  • Whatsapp

OLEH: SINTIA

Muat Lebih

MAHASISWA STISIPOL PAHLAWAN 12 SUNGAILIAT BANGKA

 

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak agama. Dimana agama merupakan suatu kepercayaan, system budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan. Kata agama sering digunakan bergantian dengan iman, system kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas. Sebagai negara yang Bhineka Tunggal Ika, Indonesia dikenal dengan budaya toleransi yang tinggi. Berbagai macam agama yang ada seperti Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, Katolik dan Kong Hu Cu yang diyakinin setiap manusia yang mempercayainya.

Didalam kehidupan tentunya toleransi harus tercipta bagi setiap masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda. Toleransi secara bahasa berasal dari bahasa latin “tolerare”. Toleransi bearti sabar dan menahan diri. Toleransi juga dapat berarti suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok atau antar individu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Toleransi adalah kata serapan yang diambil dari bahasa inggris yaitu kata tolerance. Tolerance memiliki arti membiarkan. Sehingga dari akar katanya, toleransi adalah tindakan pembiaran. Jika dikaitkan dengan bahasa arab, toleransi sepadan dengan kata tasamuh, yang memiliki arti yaitu mengizinkan atau bisa juga diartikan saling memudahkan.

Namun, pengertian secara akar kata ini, masih terlalu dangkal dan membingungkan. Lalu, dari beberapa sumber lain yang bisa dijadikan rujukan untuk mencari arti dari toleransi yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia yang menjelaskan pengertian toleransi adalah sikap atau sifat toleran dan penyimpangan yang masih bisa diterima dalam pengukuran kerja.

Di Indonesia, selama agama yang dianut adalah agama yang diakui oleh negara, maka pemeluk agama tersebut wajib untuk dihargai. Toleransi beragama merupakan sifat atau sikap saling menghargai sesama antar umat beragama yang lain. Manusia merupakan makhluk individu sekaligus juga merupakan makhluk sosial.

Selain dalam hal beragama, sikap toleransi juga harus ditunjukkan dalam berbudaya. Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya, bahkan setiap daerah memiliki budayanya masing-masing. Toleransi dalam perbedaan budaya artinya adalah sikap saling menghargai budaya orang lain tanpa memandang rendah budaya tersebut. Jika toleransi dalam perbedaan budaya ini rusak, maka kerukunan masyarakat akan terganggu.

Toleransi budaya ini juga harus ditunjukkan oleh masyarakat dunia selain masyarakat Indonesia. Selama budaya tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, maka budaya tersebut wajib dihargai. Budaya merupakan sesuatu yang telah mendarah daging. Toleransi juga terdapat di dalam dunia politik dimana dalam dunia ini juga harus dilandasi dengan sikap toleransi. Hal ini dikarenakan dalam dunia politik ada banyak sekali perbedaan pandangan pendapat dalam membuat yang terbaik untuk negara.

Sikap toleransi dalam dunia politik ini, yaitu dengan sikap menghargai pendapat orang lain dalam perpolitikan dan menghargai hak politik orang lain. Sejak zaman perjuangan para pahlawan juga mencontohkan tindakan toleransi ini. Disaat menjelang peristiwa Rengasdengklok, pejuang kaum tua dan kaum muda mengalami perbedaan pendapat tentang kapan akan dilaksanakan proklamasi. Dalam hal ini terjadi perdebatan sengit diantara para kaum pejuang.

Tentunya sebagai makhluk sosial manusia diwajibkan mampu berinteraksi dengan individu/manusia lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Sebagai manusia juga tidak dapat berdiri sendiri untuk menjalankan kehidupannya, diperlukan bantuan manusia lain agar berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Dalam menjalankan kehidupan sosial di masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda dengannya, salah satunya adalah perbedaan kepercayaan/agama. Maka toleransi sangat diperlukan dalam menjalankan kehidupan tersebut.

Dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 telah disebutkan bahwa “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya“, sehingga kita sebagai warga negara sudah sewajarnya saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada di antara kita demi menjaga keutuhan negara dan menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama.

Sikap toleransi juga dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong-menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan merupakan salah satu contoh sikap toleransi yang harus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama kepada masyarat yang memiliki beda keyakinan dengan kita.

Istilah toleransi mencakup banyak bidang. Salah satunya adalah toleransi beragama, yang merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain seperti: tidak mengganggu agama lain yang sedang menjalankan/melakukan ibadah.

 

Toleransi sudah dipaparkan dalam Al-Quran secara komprehensif, dimana telah dijelaskan didalam surat Al-Kafirun dari ayat 1 sampai ayat 6. Asbabun-nuzulnya adalah tentang awal permintaan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad bahwa untuk saling menghormati antar agama, maka pemuka Quraisy meminta supaya Nabi Muhammad untuk menginstruksikan kepada penganut muslim untuk bergiliran penyembahan terhadap dua Tuhan: hari ini menyembah Tuhan Nabi Muhammad dan esok hari menyembah Tuhan kaum Quraisy.

Dengan adanya keadilan dalam pelaksanaan ibadah dari kedua agama tersebut, maka menurut para kaum Quraisy akan terjadi toleransi antar-agama. Keputusan ini tentunya ditentang oleh Allah, dengan menurunkan surat Al-Kafirun ayat 1-6. Ternyata, dalam agama tidak boleh ada pencampuradukan keyakinan, lapangan toleransi hanya ada di wilayah muamalah. Hal ini bisa dilihat dari rujukan kitab-kitab tafsir, diantaranya Tafsir Al-Maraghi, Juz 30 tentang penafsiran surat Al-Kafirun.

Sangat penting bagi kita untuk menjalin hubungan harmonis antar umat beragama. Toleransi antar umat beragama dapat diwujudkan dengan saling menghormati kepada agama lainnya selain agama yang kita anut. Silaturahmi juga harus tetap terjalin antar umat beragama, walaupun memang hal yang cukup sulit untuk menjaga agar silaturahmi tersebut tetap ada. Seseorang harus melawan keegoisan diri sendiri agar dapat memahami dan menghormati agama lainnya. Namun, jika seseorang tidak bisa menahan emosi maupun egonya sendiri tentunya dapat mengakibatkan permusuhan antar umat beragama.

Indonesia menganut Pancasila sebagai dasar negara dimana dalam sila-silanya tersebut mengandung suatu nilai toleransi yang besar. Untuk dapat menjadi penduduk yang rukun dan damai, maka para penduduknya harus menjalin hubungan yang harmonis dan saling menghargai satu dengan yang lainnya. Toleransi antar umat beragama harus wajib dijalankan untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan umat manusia. Pentingnya toleransi antar umat beragama ini juga adalah untuk menjaga kesatuan dan persatuan negara kita yaitu NKRI.

Toleransi ini, dapat dilakukan dengan cara seperti menghargai orang yang beragama lain untuk beribadah, berdoa, hingga tradisi yang ada didalamnya. Dengan menjaga silaturahmi terus terjaga serta toleransi antar umat beragama, maka semakin banyak orang yang saling terhubung dalam kebaikan. Oleh karena itu, maka hargai agama yang dimiliki oleh orang lain,  orang lain juga akan menghargai agama yang ada pada diri kita.

Dengan saling toleransi antar umat beragama, maka seseorang akan mendapatkan lebih banyak teman meskipun itu bukan merupakan orang yang memiliki kepercayaan sama. Untuk itu, mari kita menciptakan sikap toleransi selalu dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. (***)

Pos terkait