by

Mencerdaskan Anak-anak di Pedesaan

-Opini-116 views

Oleh: Wahyudi, S. Kom
Guru SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat

Pendidikan di Indonesia sungguh sangat memprihatinkan. Dapat kita lihat bahwa pendidikan kita belum merata. Kesenjangan pendidikan antara di kota dengan di desa masih tinggi. Masih banyak sekolah-sekolah di pedesaan yang masih belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Seharusnya, pemerintah harus memenuhi unsur-unsur tersebut, sesuai dengan Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan bahwa setiap warga Negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan Pemerintah wajib membiayainya. Dalam pasal ini menegaskan bahwa Negara harus memberikan perhatian khusus pada dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan dalam salah satu ayat dalam pasal ini mengatakan pemerintah harus memberikan anggaran setidaknya 20% dari APBN. Memang pemerintah telah membuktikannya dengan menyisihkan anggaran, namun entah mengapa potret pendidikan kita masih jauh dari kata memuaskan.

Dalam UUD 1945, pendidikan diarahkan bagi seluruh rakyat dengan perhatian utama pada rakyat yang kurang mampu agar dapat juga mengembangkan moral lebih baik yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Jika ketentuan UUD 1945 dicermati, maka mengikuti pendidikan adalah hak asasi bagi setiap warga Indonesia, dan itu merupakan kewajiban. Menghalangi dan melarang anak Indonesia untuk bersekolah adalah perbuatan yang melanggar hukum tertinggi UUD 1945 dan ada sanksinya.

Senada dengan hal tersebut, dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Bangunan sekolah yang megah di perkotaan dengan fasilitas sarana dan prasarana belajar mengajar yang begitu lengkap menjadi hal wajib. Akan tetapi, semua itu menjadi hal yang langka ketika kita membandingkan dengan kondisi sekolah-sekolah di daerah pedesaan. Siswa belajar dengan kesederhaan. Kadang-kadang guru memang benar-benar harus ekstra kreatif. Supaya pelajaran bisa tercapai, demi memotivasi dan mencerdaskan anak-anak yang ada di pedesaan. Kalau guru tidak kreatif, itu semua bisa menjadi pemicu untuk anak tidak mau sekolah. Secara kuantitatif angka putus sekolah juga masih relatif tinggi, serta pola pembelajaran anak yang masih konvensional, sebab guru hanya menerangkan secara ceramah tanpa ada inovasi atau modifikasi sistem pembelajaran, itu semua disebabkan fasilitas yang kurang memadai.

Kondisi tersebut menjadi kondisi yang lumrah di daerah pedesaan, tapi di satu sisi menjadi hal yang tabu di perkotaan. Tak banyak yang mengetahui atau peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di daerah pedesaan. Semua kondisi dan masalah kenyataan yang ada di daerah pedesaan menjadi masalah bersama yang menggugah rasa nasionalisme kita untuk mengatasinya. Dalam perspektif ini, rasa nasionalisme yang kita bangun terbentuk melalui kesadaran universal dari seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama memberi prioritas bagi percepatan pelayanan pendidikan dan peningkat mutu pendidikan di daerah pedesaan tersebut.

Demi mendapatkan pendidik yang berkualitas, Pelatihan terhadap guru sangat penting, karena banyak guru terutama di daerah pedesaan yang tidak dibekali pengetahuan pendidikan anak. Guru merupakan aktor utama dalam mendidik siswa di lingkungan sekolah. Kualitas guru yang baik akan menghasilkan lulusan berdaya saing. Oleh karena itu, kemampuan mengajar menjadi faktor penting, termasuk bagi guru di sekolah-sekolah pedesaan yang jauh dari pembekalan untuk menunjang keprofesional seorang guru. Masalah yang sering terjadi adalah guru tidak dibekali keterampilan mengajar di sekolah. Akibatnya, dari hal yang sederhana guru tak bisa menguasai, karena tidak bisa mengindentifikasi masalah.

Penderitaan anak pedesaan tidak hanya sebatas dari fasilitas saja. Lokasi yang sangat jauh di daerah pedesaan membuat mereka harus berjuang lebih keras. Mereka harus menempuh perjalanan jauh hanya dengan berjalan kaki, tidak jarang juga berjalan menyusuri hutan lebat dan sungai, menyeberangi sungai yang hanya menggunakan jembatan gantung. Bahkan ada juga yang harus menyeberangi sungai sambil menjunjung sepatu dan tasnya demi sampai ke lokasi mereka menuntut ilmu. Kalau pendidikan Indonesia mau maju, infrastruktur akses jalan menuju sekolah harus diperhatikan demi mempercepat proses perjalanan menuju sekolah. Walau perjuangan untuk menuntut ilmu sangat berat, tetapi semangat anak-anak pedesaan tak pernah pudar untuk meraih cita-citanya.

Dengan adanya pendidikan yang merata di pedesaan, masyarakat bisa berpikir kreatif dan mampu mengikuti perubahan seperti penggunaan inovasi baru, penerapan teknologi, dan pola pikir yang berorientasi pada pembangunan. Masyarakat yang tidak mampu berubah untuk mengikuti perkembangan zaman akan semakin tertinggal. Dalam keadaan seperti ini, struktur ekonomi masyarakat pedesaan akan tetap berada dalam ambang kemiskinan. Pendidikan diberikan kepada mereka yang memerlukan peningkatan kemampuan. Penyelenggaraan pendidikan ditujukan pada terjadinya perubahan dalam kehidupan masyarakat ke arah yang lebih baik.

Pendidikan juga merupakan target utama yang perlu dikembangkan di pedesaan, karena dalam pendidikan banyak dikaji mengenai pengetahuan atau ilmu yang sifatnya global, bukan pengetahuan warisan leluhur yang akan mengantarkan masyarakat desa menuju kehidupan yang lebih baik. Untuk mengembangkan pendidikan, dibutuhkan sumberdaya pendidikan yang meliputi tenaga kependidikan, masyarakat, dana, sarana, dan prasarana. Komponen-komponen dalam sumberdaya pendidikan tersebut belum seluruhnya terpenuhi untuk kategori pedesaan. Untuk itu, peran pemerintah sangatlah dibutuhkan demi mencerdaskan anak-anak yang ada dipedesaan.(***).

Comment

BERITA TERBARU