Mempertahankan Tradisi Daerah

  • Whatsapp

Oleh: Berlian Saputra
Mahasiswa Sosiologi FISIP UBB

Berlian Saputra

Kebudayaan merupakan suatu keseluruhan kompleksitas yang meliputi suatu kepercayaan, seni, moral, hukum, kebiasan-kebiasaan, kemampuan-kemampuan, dan tata cara lainnya yang diperoleh manusia dalam memiliki bersama oleh kelompok anggota masyarakat. Kebudayaan yang diperoleh manusia akan menciptakan sebuah adat kebiasaan yang dilakukan sehari-hari dalam anggota masyarakat untuk dipatuhi dan dilaksanakan dalam kurun waktu yang begitu lama.
Menurut Koentjaraningrat dalam ilmu antropologi (2002: 180) kebudayaan merupakan keselururhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Tetapi, dalam kebudayaan tersebut terdapat adanya proses pembelajaran kebudayaan sendiri seperti proses internalisasi, proses sosialisasi, dan proses enkulturasi. Ketiga proses tersebut akan membentuk sebuah kepribadian seseorang dalam berbudaya di dalam masyarakat.
Kebudayaan Bangka Belitung banyak sekali di jumpai. Di provinsi kaya akan alam dan wisata, serta tambang timahnya ini, budaya yang begitu unik dan mempesona di mata Indonesia maupun di Internasional, membuat daerah yang dikenal dengan negeri Laskar Pelangi ini, semakin dikenal masyarakat luas. Budaya Bangka Belitung dapat dilihat dari segi rumah adat tradisional, senjata tradisional, tarian daerah alat musik, makanan khas, pakaian adat dan lainnya.
Budaya Bangka Belitung sekarang sedikit mulai luntur dikarenakan masuknya budaya asing yang melanda negeri ini, dengan kecanggihannya. Budaya tradisional mulai ditinggalkan karena dianggap tidak berlaku lagi dengan kondisi saat ini. Salah satu budaya asing yang masuk ke negeri ini, dan tak terbendung lagi yaitu berupa teknologi media massa. Di sini, media massa merupakan media populer yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia, untuk melihat informasi-informasi yang aktual, baik di media cetak maupun elektronik, yang dapat memiliki manfaat dampak positif dan dampak negatif. Melihat teknologi media massa dalam kebudayaan, banyak sekali budaya-budaya Bangka Belitung dijadikan sebagai bahan media untuk mempresentasikan obyek yang dapat memperluas panca indera masyarakat.
Teknologi media massa dapat mempengaruhi pola pikir dan pola interaksi. Teknologi media massa tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Aktivitas manusia sedikit banyak akan dipengaruhi oleh teknologi media massa. Teknologi media massa dapat merubah kehidupan manusia. tanpa teknologi manusia tidak bisa melakukan suatu aktivitas kehidupan sehari-hari.
Martono (2012:108) mengatakan, globalisasi diartikan sebagai proses yang menghasilkan dunia tunggal, masyarakat di seluruh dunia menjadi saling tergantung di semua aspek kehidupan, politik, ekonomi, dan budaya. Globalisasi juga dimaknai sebagai proses penyebaran kebiasaan-kebiasaan yang mendunia, ekspansi hubungan yang melintasi benua, organisasi kehidupan sosial pada skala global, dan pertumbuhan sebuah kesadaran global bersama. Budaya atau tradisi Bangka Belitung sekarang perlu terus dipromosikan tidak hanya di dalam negeri, tetapi hingga ke luar negeri.
Kita ambil contoh tradisi nganggung. Siapa tak kenal dengan nganggung? Semua masyarakat Bangka Belitung mengenal tradisi nganggung. Di era modernisasi ini, tradisi nganggung sudah mulai luntur dikarenakan makna nganggung mulai berubah. Sebelumnya nganggung identik dengan dulang dan tudung saji yang memilki nilai-nilai makna simbolik pada warna tudung saji. Akan tetapi, seiring perkembangan waktu, sebagian masyarakat berpartisipasi dalam nganggung hanya membawa nasi yang sudah di kotak, dengan dalil lebih instant, praktis, tidak ribet. Seharusnya, tradisi nganggung semacam ini, patut dilestarikan sifat tradisionalnya, dan gencar lakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar setiap kali mengadakan acara nganggung, masyarakat setidaknya sama-sama membawa dulang dan tudung saji, tidaka menggunakan nasi kotak.
Tradisi lainnya yang mesti dipertahankan adalah musik Dambus. Di zaman alat music yang serba modern, di Bangka Belitung Dambus masih di jaga ke tradisionalannya, meski hanya dilakukan oleh kelompok kecil masayarakat. Peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan, sehingga tradisi yang ditinggalkan oleh pendahulu sejak bertahun-tahun lalu ini, tetap ada dan tak tergerus oleh kemajuan zaman.(****).

Pos terkait