by

Meminimalkan Faktor-faktor Pencetus Tindakan Begal

Oleh: Evi
Mahasiswa SOSIOLOGI UBB

Di era sekarang, tepatnya pada tahun 2018 ini, masyarakat Indonesia digemparkan dengan makin maraknya tindakan kejahatan yang sangat membahayakan keselamatan manusia. Kejahatan ini juga membuat masyarakat menjadi takut. Tindakan kejahatan ini merupakan kejahatan yang disertai dengan perampasan barang bahkan sampai melukai atau pun membunuh. Itulah yang biasa disebut oleh masyarakat dengan sebutan Begal. Tindakan begal bukan lagi tindakan kejahatan yang kecil, tapi sudah menjadi tindakan kejahatan yang besar yang membuat aparat kepolisisan harus menindak lanjuti tindakan tersebut. Sekarang pun sudah banyak kasus begal yang di tangani oleh aparat kepolisisan. Kasus begal ini, sudah tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk ke daerah-daerah terpecil di Indonesia. Dalam tindakan begal ini pelaku tidak memandang bulu dalam mengincar atau mencari korban, mulai dari anak kecil, dewasa, hingga perempuan tua atau laki-laki tua pun menjadi incaran.
Seperti halnya yang terjadi di daerah Bangka Belitung, sebuah Provinsi Kepulauan, juga menjadi suatu daerah incaran pelaku begal. Sudah banyak kejadian begal yang terjadi didaerah Bangka Belitung khususnya di kabupaten. Bangka Selatan salah satunya menjadi aksi tempat dalam pelaku begal beraksi. Seperti halnya yang terjadi di Desa Rias kecamatan Toboali Kabupaten Bangka selatan yang dihebohkan oleh penemuan seorang kakek berada di kubangan lumpur dengan posisi tangan terikat. Kakek 50 tahun ini, adalah seorang penjual bakso yang menjadi korban sekelompok begal bersenjata api. Peristiwa nahas itu terjadi saat korban hendak pergi ke pasar saat subuh hari. Korban diberhentikan oleh empat orang bersenjata api dan harus rela uangnya dirampas. Korban yang telah diikat kemudian dibuang di sungai karena berusaha meminta tolong warga. Beruntung korban selamat kerena air sungai surut dan ditemukan oleh warga beberapa jam kemudian, sehingga dapat langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak polisi. Mencermati keadaan tersebut, pihak polisi dengan sigap langsung mengupayakan segala daya dan upaya untuk membekukan para BEGAL itu. Dan berusaha untuk menangkap dan mengamankan sang begal.
Pelaku begal yang sudah merajalela harus dihukum dan dihadapkan meja ke pengadilan. Karena kelakuan dan kejahatan yang mereka lakukan sangatlah kejam dan tidak berperikemanusiaan. Pembegalan yang marak terjadi akhir-akhir ini, modus pelaku memepet korban dengan dua sepeda motor. Namun, ada juga yang berpura-pura berhenti di jalan dengan motor mogok atau pun langsung memberhentikan korban untuk meminta tolong. Setelah aksi modus tersebut berhasil, maka mereka akan mengeluarkan senjata tajam dengan tujuan untuk mengambil barang – barang korbannya. Bahkan mereka tak segan-segan berperilaku sadis dengan membunuh korbannya yang dianggap mereka melawan.
Kemiskinan di zaman sekarang menjadikan kekerasan dan kekejaman merajalela, sebab dimasyarakat terdapat sejumlah orang yang tak merasa takut terhadap sanksi, baik sanksi hukum maupun sosial. Dalam keadaan inilah mereka akan melakukan cara apapun untuk mencapai tujuan dan kepentingan yang bermacam-macam. Perilaku begal mengedepankan moto membunuh yang muncul dari pemikiran belakang yang membuat mereka frustasi. Apalagi jika seseorang yang ingin berkehidupan mewah, akan mudah mempengaruhi mereka untuk melakukan kejahatan begal itu. Disamping itu, didalam masyarakat terdapat sejumlah orang yang tak punya kesempatan untuk menikmati bangku sekolah, pekerjaan dan keluarga. Kondisi seperti ini, juga akan memunculkan keresahan, karena jika seseorang kesepian dan hanya berdiam diri, akan beraksi keras terhadap tekanan sehari-hari untuk dapat memiliki apa yang mereka inginkan. Kurangnya kepandaian dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang akan membuat semakin besarnya jumlah pembegal, dan keresahan yang menimbulkan ketegangan sosial di masyarakat.
Untuk mengantisipasi aksi dari begal tersebut, kita sebagai masyarakat harus lebih berhati-hati dalam membantu orang lain, dan harus pandai dalam melakukan pandangan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kita belum tau apakah aksi yang kita lihat itu murni atau hanyalah akting belakang oleh pelaku begal. Maka dari itu, menjadi PR bagi kita semua, aparat polisi atau masyarakat untuk meminimalkan faktor-faktor pencetus tindakan begal tersebut. Mungkin kemiskinan dan pengangguran memang sudah susah untuk di kurangi. Akan tetapi, pemerintah dan aparat keamanan harus bisa mengurangi tindakan-tindakan kejahatan begal itu, dengan cara meningkatkan patroli jalanan, kampung sekitar, dan meningkatkan pengawasan terhadap warga asing yang bermunculan. Ataupun kita sebagai masyarakat harus mampu menjaga diri dengan cara tidak memakai perhiasan saat berkendaraan maupun berjalan kaki, dan kurangi berpergian sendiri saat malam hari dan di tempat yang sepi.(***).

Comment

BERITA TERBARU