Memilih Ketua KONI Babel dengan yang Mulia

No comment 205 views

Oleh: Desfiarini
Wartawan Senior Harian Pagi Rakyat Pos

Desfiarini

Bola panas pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Bangka Belitung terus menggelinding. Berbagai isu pun telah berhembus kemana-mana, mulai dari warung kopi, Sekretariat KONI itu sendiri, media-media lokal, kalangan pejabat, kalangan pengusaha, bahkan tokoh-tokoh politik, menjadikan pemilihan Ketua KONI Babel menjadi “santapan” nikmat melebihi nikmatnya rasa kopi.

Hutang budi, keterlibatan tangan besi, turun tangannya tokoh politik di negeri ini, hingga berani piro untuk mendapatkan kursi empuk Ketua KONI Babel pun bertiup kencang. Pengprov-Pengprov pun sepertinya mulai memasang kuda-kuda, dengan mata panah yang tajam, akan menjurus ke yang tepat untuk diberikan dukungan dengan keputusan sudah mendapatkan arahan, yang tentunya bermaksud untuk memenangkan kandidat yang sudah disepakati untuk bertarung di balon kandidat ketua KONI Babel periode 2017-2021.

Dari pengamatan Penulis, sekarang perbicangan mengenai Pengprov-Pengprov yang lebih mendukung ke calon yang sudah ditentukan oleh petinggi negeri ini, semakin santer, dan arah panah mereka akan mengarah mulai digeser ke bakal calon yang memenuhi syarat tersebut. Itu dimaksudkan dengan harapan mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan berkaitan dengan persoalan proyek, hutang budi, sekretariat dan modal untuk melakukan pembinaan atlet-atlet yang berprestasi di masing-masing pengprov, sampai dengan janji untuk dilibatkan dalam kepengurusan KONI yang baru.

Tak bisa dipungikiri, kalau pun isu itu benar adanya, mungkin itu muncul dari rasa khawatir dari Pengprov-pengrov, kalau-kalau nanti Pemerintah Darah tidak mendukung program pembinaan atlet kedepan, maka Ketua Pengprovlah yang akan menanggung dan selalu mengeluarkan uang dari kocek pribadi untuk memberangkatkan atlet-atlet yang ada dibawah Pengprov dalam berbagai even. Kecuali ketua-ketua Pengprov yang memiliki dana CSR dari perusahaannya tentunya itu sudah menjadi kewajiban mereka untuk dikeluarkan.

Berpijak dari hal di atas pula, Penulis mencoba melakukan komunikasi dan interaksi dengan beberapa orang yang digadang-gadang bakal menjadi calon Ketua KONI Babel Periode 2017-2021, berbicara dari hati kehati. Masing – masing calon mengungkapkan banyak unek-uneknya, mulai dari sulitnya meminta dukungan kepada Ketua Pengprov masing-masing, mengingat baik KONI Kabupaten/Kota ataupun Pengprov semua sudah diarahkan. Dan dari hasil komunikasi Penulis, ada tanda calon ketua KONI sudah diatur dengan strategi jitu, sehingga calon-calon lain tidak kuasa untuk masuk kedalam kandidat pemilihan calon Ketua KONI Babel. Termasuk kader lain yang tidak memiliki “tangan besi” dan tidak memiliki keterikatan “hutang budi”, bukan orang dekat penguasa negeri ini, tidak memiliki materi yang cukup, tidak berkecimpung di cabor olahraga manapun, jarang berada di dunia “persilatan” politik, maka keinginan untuk menjadi bakal calon, kayaknya hanya sebatas keinginan.

Terlepas 7 KONI Kabupaten/kota dan 34 Pengprov sudah atau belum mengarahkan busur ke sasaran bakal calon Ketua KONI Babel yang akan maju, penulis coba sejenak mengajak kita semua, khususnya yang peduli terhadap bidang keolahragaan di negeri ini, kenapa kita tidak sama-sama mencari figur perempuan yang memiliki jiwa muda dan enerjik, visioner dan komitmen dalam pembinaan dan kemajuan olahraga.

Kenapa kita tidak mencoba kaum Hawa untuk bisa memegang mandat tampuk Pimpinan KONI Babel, dengan syarat diantaranya seperti yang disebutkan di atas. Di era demokratisasi
seperti saat ini, bukan masanya lagi, sebuah jabatan dalam sebuah organisasi harus dipegang oleh mereka yang dekat dengan penguasa. Jika kita berpadangan begitu, maka kita telah melakukan langkah mundur.

Mari kita hilangkan istilah berani berapa, harus orang dekat penguasa, dan lain-lainnya. Mulailah kita berfikir dewasa, dan mendewasakan diri dalam menghadapi setiap persoalan, termasuk dalam memilih Ketua KONI Babel kedepan. Mulailah kita mengubah mindset bahwa jabatan Ketua KONI Babel itu adalah jabatan yang Mulia. Kalau kita sudah beranggapan bahwa itu Mulia, berarti, cara-cara untuk menentukan orang yang bakal duduk di Kursi Ketua KONI pun harus mulia. Begitu pula orang-orang yang bakal maju, juga harus orang yang Mulia, memiliki integritas, dan bukan yang berani berapa.

Bila kita sepakat untuk mengubah pola pikir kita selangkah lebih maju dari kemarin, maka mulailah dari aturan-aturan main yang Mulia untuk menentukan bakal calon Ketua KONI tersebut. berkaitan dengan kriteria dan syarat pencalonan Ketua KONI Babel, jangan buat rancu dan jangan sampai ada yang tidak sesuai dengan AD /ART KONI Babel. Itu kalau kita ingin memajuan KONI kedepan, terutama dalam pembinaaan atlet-atlet berprestasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON), Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL), Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV), Pekan Olahraga Kabupaten/kota (PORKAB/PORKOT), Pekan Olahraga Nasional Remaja (PON Remaja) dan persiapan lobi Babel tuan Rumah PON 2024.

Bagi yang mencintai olahraga, harus benar-benar menanamkan didalam diri sesungguhnya gerakan olahraga di Indonesia merupakan perwujudan alat perjuangan yang nyata dari kehendak dan tekad serta keinginan hati nurani seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Gerakan olahraga di Indonesia inipun merupakan bagian dari gerakan olahraga dunia untuk mencapai perdamaian.

Kita tentu harus tahu, tujuan akhir dari kegiatan olahraga di Indonesia adalah untuk mncapai cita-cita membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yang mampu berkarya di dalam pembangunan nasional dan berprestasi di bidang olahraga serta ikut berpartisipasi secara aktif di dalam usaha perdamaian dunia.

Camkan kalimat ini, “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, organisasi-organisasi induk olahraga di Indonesia menyatakan dengan ini membentuk dan mendirikan komite olahraga nasional yang merupakan satu-satunya badan yang bertanggung jawab terhadap olahraga prestasi dan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan nasonal dalam bidang pengelolaan, pembinaan, pengembangan olahraga prestasi nasional diwilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Pada dasarnya, siapapun yang menjadi ketua KONI Babel, Pemerintah, Pengusaha, dan pihak-pihak terkait lainnya harus merapatkan barisan dan mendukung perkembangan bidang olahraga di Babel, dan yang terpenting lagi untuk mewujudkan keberhasilan prestasi, maka kewajiban dari pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya segera memberikan kemudahan kepada siapapun ketua KONI terpilih untuk mendapatkan dana hak pembinaan atlet, pembenahan organisasi KONI Babel kedepan. Saatnya kita mengubah pola pikir kita untuk memilih Ketua KONI Babel dengan yang Mulia.(****).

No Response

Leave a reply "Memilih Ketua KONI Babel dengan yang Mulia"