Membudayakan Gotong Royong Membangun Desa

  • Whatsapp
Penulis: Gita widia
Mahasiswa FH UBB/Kelompok KKN Desa Riau, Bangka, Babel

Gotong royong merupakan salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia yang wajib kita lestarikan, terutama untuk kaum-kaum milenial. Tujuan dari gotong royong itu sendiri adalah untuk meringankan suatu pekerjaan yang kita lakukan. Salah satu bentuknya yaitu gotong royong membangun desa.

Di setiap desa tingkat pembangunannya pasti berbeda-beda, ada yang sudah maju dan ada pula yang masih menurun. Maka dalam hal ini, salah satu cara untuk membangun desa yang semangatnya belakangan ini menurun, adalah dengan cara bergotong royong. Dalam hal membangun desa, pemerintah desa harus melibatkan anak-anak muda dalam setiap kegiatan desa, karena anak-anak muda dianggap memiliki ide kreatif dan inovatif.

Perlu adanya motivasi dari masyarakat untuk secara bergotong royong membangun desanya. Bergotong royong membangun desa terbagi menjadi beberapa bidang, salah diantaranya bidang sosial dan ekonomi. Suatu desa dapat dikatakan sebagai desa yang maju apabila secara fasilitas lengkapnya sarana dan prasarananya. Seperti adanya sekolah, rumah sakit/puskesmas, tempat ibadah dan sebagainya. Di berbagai desa terpencil terkadang masih banyak yang tidak memiliki sarana dan prasarana tersebut. Untuk bisa mewujudkan itu, masyarakat harus bergotong royong secara bersama-sama. Pada umumnya masyarakat desa tidak terlalu memikirkan tentang pembangunan desa, karena mereka anggapan mereka pembangunan desa hanya dilakukan oleh pejabat pemeritah setempat. Anggapan itu salah. Tanpa adanya bantuan masyarakat, pembangunan desa pun terhambat.

Dalam bidang ekonomi, bentuk gotong royong membangun desa terlihat pada kesejahteraan masyarakat desa. Umunya, masyarakat desa itu masih banyak yang berkehidupan kurang mampu. Contohnya kehidupan masyarakat petani, dimana mereka hanya mengandalkan hasil tani yang dijual ke pasar.  Tanpa berpikir untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi, seperti mengelola hasil tani menjadi suatu produk misalnya seperti mengelola singkong menjadi makanan ringan (keripik), sehingga harga jualnya semangkin tinggi. Gotong royong terkait masalah ini, sangat diperlukan, karena banyaknya jumlah petani di setiap desa. Dengan begitu, petani bisa mengelola hasil tani secara bersama.

Baca Lainnya

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara membuat suatu organisasi yang beranggotakan para petani. Selain itu, kesejahteraan masyarakat desa juga terhambat disebabkan banyaknya perusahaan dari luar, baik luar daerah maupun luar negeri yang beroperasi di daerah desa tanpa menggunakan jasa penduduk  lokal. Meskipun perusahaan-perusahaan tersebut menggunakan jasa penduduk lokal, tetapi mereka dipekerjakan di lapangan bukan dipekerjakan dibidang administrasi seperti manajerial atau staf. Biasanya pekerja di bidang administrasi berasal dari luar desa, bahkan luar daerah. Seharusnya sebelum perusahaan-perusahaan tersebut, masuk dan beroperasi di desa tersebut, pejabat pemerintah dan masyarakat harus mengadakan perjanjian antara masyarakat setempat dan pihak perusahaan untuk mempekerjakan masyarakat lokal daripada masyarakat luar daerah.

Apabila masyarakat tidak menyanggupi ataupun karena kurangnya pendidikan, maka pihak perusahaan harus menyediakan tempat untuk mengadakan pelatihan agar masyarakat lokal mampu memenuhi syarat yang diminta. Apabila hal tersebut terpenuhi, pastinya masyarakat desa lebih sejahtera, terutama dibidang ekonomi dan mengurangi angka pengangguran. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama ataupun gotong royong membangun desa untuk lebih maju. Apabila masyarakat desa dapat berkontribusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi desanya masyarakat dengan baik, sudah jelas akan berimbas pada keutungan dan kesehateraan masyarakat desa bersangkutan.

Dari paparan di ataslah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Bangka Belitung (KKN UBB) sebagai bagian dari generasi milenial mencoba membangkitkan kembali budaya gotong royong masyarakat di Desa Riau, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mahasiswa KKN UBB di Desa Riau melalui prigram kegiatannya, mengajak masyarakat lebih banyak untuk bergotong royong dalam membangun desanya. Para Mahasiswa KKN UBB di Desa Rias pun merasa sangat berbahagia, ketika masyarakat di Desa Riau ini, masih memiliki kepedulian membangunan desanya dengan bergotong royong.(***).

 

 

Related posts