Membiasakan Anak Berhemat dengan Menabung

  • Whatsapp

Oleh: Berlian Saputra
Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UBB

Berlian Saputra

Permasalahan yang menjadi sorotan utama khususnya para orang tua adalah anak seringkali menjadi pemboros dan jajan sembarangan dengan jumlah uang yang begitu besar tanpa mempedulikan kebutuhan yang akan datang. Begitu miris, jika hal semacam ini tidak dilakukan sosialisasi pada anak sejak dini, yaitu menabung. Salah satu kuncinya kesuksesan masa depan yaitu hidup hemat dengan menabung. Budaya menabung harus dilakukan setiap saat.
Menabung merupakan salah satu kunci untuk hidup berhemat agar kebutuhan yang akan datang maupun masa depan, akan terpenuhi dan serba kecukupan dalam mengatur permasalahan keuangan. Menabung menjadikan hidup kita menjadi layak dan tidak menjadi manusia pemboros. Peran orang tua harus harus lebih ditonjolkan lagi bagaimana memperkenalkan kepada anak dan mengajaknya untuk menabung. Jadi, apabila orang tua mengajarkan dan memperkenalkan kepada anak tata cara menabung, maka sang anak tentu akan terbiasa berperilaku hidup hemat. Hemat bukan berarti pelit, namun justru dengan hidup hemat ini, orang akan menjaga keuangan mereka untuk keperluan masa sang individu itu sendiri. Memang benar bahwa lawan dari hemat adalah boros.
Penulis ambil conoh, anak dengan menabung sehari dengan jumlah uang berkisar Rp1000 saja, maka dalam waktu satu bulan uang akan berjumlah Rp30.000. Bila dalam waktu dua bulan, uang akan berjumlah Rp60.000, dan seterusnya. Ini artinya, anak tersebut mendapatkan hasil uang yang banyak apabila sang anak tidak membelanjankan barang dengan uang hasil tabungan tersebut. Orang tua harus mengajarkan anak tentang peribahasa yang berbunyi “Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”. Maksud dari peribahasa tersebut ialah dengan kita menabung dan jumlah uang yang kecil, menabung secara terus-menerus tanpa henti, lama kelamaan uang akan bertambah banyak dan siap untuk diambil dan digunakan guna kebutuhan dalam hidup di masa mendatang. Dengan peribahasa ini, anak akan tahu maksud dan makna yang terkandung didalamnya, dan juga anak akan termotivasi menabung setiap hari maupun per minggu. Bila sudah begitu, berarti peran orang tua menjadi berhasil dalam mendidik anak untuk menabung.
Sebenarnya ada dua cara menabung, yaitu cara tradisional dan cara modern. Menabung dengan cara tradisional yaitu menabung yang hanya disimpan pada bawah kasur atau ranjang tempat tidur, terutama pada ibu-ibu agar tidak hilang dan dengan cara memasukan uang ke dalam celengan. Sedangkan untuk cara modern yaitu dengan cara menabung di bank. Menabung di bank tentunya harus melakukan registrasi ke Customer Service (CS) untuk mendapatkan buku tabungan dan kartu ATM. Dengan menabung di bank, kapanpun dan dimanapun kita bisa mengambil uang di ATM dan di bank ketika uang sudah menipis, uang tidak akan hilang di bank. Namun, menabung di tempat celengan tidak ada istilah bunga, sedangkan menabung di bank ada bunga yang harus dipotong dalam bentuk rupiah.
Apa pun pilihannya, silakan tentukan sendiri. Yang pasti pakai cara menabung yang tradisional atau modern, itu sama saja, yang penting ada upaya membiasakan anak hidup hemat dengan menabung. (****).

Related posts