by

Membentengi Diri dengan Motivasi

Oleh: Ramadhan Hidayat
Pers Mahasiswa UBB

Ramadhan Hidayat

Berbicara mengenai keinginan terkadang sulit untuk direalisasikan, karena banyak alasan yang menggantung disela-sela impian kita. Terkadang kemauan itu ada dalam diri sendiri dan membuat diri lebih menjadi terobsesi untuk mengejar serta mencapainya. Namun harapan yang digebuhkan juga seringkali menurun, sehingga mengakibatkan rasa pesimis serta keraguan teramat dalam terhadap apa yang hendak dicapai sebelumnya. Sebenarnya tidak mudah untuk bisa bertahan atas keinginan atau sesautu hal yang ingin kita wujudkan di masa depan. Itu disebabkan oleh berbagai faktor dan sekelumit kesibukan yang terduga ataupun tidak terduga dalam berkehidupan. Sebenarnya hal ini, lumrah akan terjadi, tetapi jika dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak buruk terhadap atas apa yang ingin kita implementasikan.

Banyak orang yang mundur, bahkan gagal untuk mengejar apa yang dia impikan sebelumnya. Misalkan akhir-akhir ini, telah didapati kasus anak-anak yang putus sekolah baik dikalangan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Dengan alasan yang sering di dengar adalah keterbatasan ekonomi dan hidup serba kekurangan. Jika hal itu terus-menerus dibiarkan tentu kondisi yang demikian juga akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di Indonesia secara nyata dan berdampak buruk pula terhadap tingkat ekonomi, khususnya Indeks Kemiskinan Manusia (IKM) akan meningkat. Hal ini tidak lain dipicu oleh lemahnya produktivitas manusianya yang cenderung menutup diri dari kemajuan peradaban dan kecerdasan intelektual yang didukung oleh teknologi. Kemudian, tidak lain pula yang mendasari masalah tersebut adalah minimnya motivasi dalam diri. Jikalau seseorang yang memiliki tekad dan keinginan kuat untuk mencapai apapun yang ia kehendaki, tentu di dalam jiwanya akan tertanam kekuatan nan kokoh agar apa yang diinginkan dapat benar-benar terjamah olehnya, bukan justru berpasrah dan menyerah dengan keadaan.

Menumbuhkan motivasi bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dihidupkan apalagi harus mempertahankan motivasi itu sendiri. Sebab, motivasi datang bukan seperti kilat, dan mempertahankannya tidaklah sekuat baja. Kegermelapan dunia hiburan terkadang membuat kita terlena dan ikut terjebak di dalamnya, seperti ranah game online yang sekarang banyak sekali menghantui para penikmatnya menjadi kecanduan dan enggan untuk berpaling dari telepon selularnya. Merelakan ribuan data melayang serta uang, dan bahkan menjadikannya sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Lalu dengan tidak disadari, motivasi yang dulunya tertanam di dalam hati, kini telah hilang dan musnah begitu saja tanpa ada bekas setitikpun di benak kita. Sebenarnya, motivasi bukan hanya sekedar kemauan atau sebatas teori. Tetapi motivasi adalah alat yang mampu membawa pemiliknya untuk berinisiatif, bertindak dan mencapai atas segala apapun yang diimpikannya. Dengan landasan bukan sekedar omong kosong, seperti tong kosong yang nyaring bunyinya, tetapi kita harusnya take action bukan hanya sebatas caption.

Kemajuan di bidang teknologi seperti saat ini, seharusnya bisa menjadi peluang untuk membuka wawasan seluas-luasnya dan menimba ilmu lebih dalam, agar dapat memberi rasa tanggung jawab dalam diri untuk dapat mempertahankan sekaligus membentengi diri sendiri dengan motivasi yang telah kita tanamkan sejak dini. Banyaknya sumber pustaka yang dapat kita temui baik dari layanan media offline maupun online, hendaknya kita manfaatkan sembari memotivasi diri serta memberikan rasa percaya diri yang tinggi. Keterpurukan maupun keterbatasan ekonomi dan kekurangan lainnya, bukanlah lagi menjadi momok yang menakutkan di zaman sekarang. Tetapi, hal yang demikian tersebut hendaknya ditentang dan diperangi dengan pikiran yang realistis dan jiwa yang berlapis tekad serta keberanian. Mengeluh dan menangis bukanlah suatu penyelesaian dalam masalah, namun akan sebaliknya. Oleh sebab itulah yang perlu dicanangkan adalah genggam motivasi kita yang ingin diwujudkan baik oleh siapapun itu pemiliknya, pelajar, mahasiswa, karyawan dan lainnya, terus pupuk rasa itu dan perlahan wujudkanlah, karena motivasi datang bukan untuk dibeli tetapi dia ada untuk diimplementasikan. Mari membentengi diri dengan motivasi.(****).

Comment

BERITA TERBARU