Membangun Disiplin Diri dan Solidaritas Melalui Malam Keakraban

  • Whatsapp

Oleh: Nur Halimah
Mahasiswa IAIN SAS BABEL

Negara Indonesia merupakan Budaya Melayu yang hidup, tumbuh, serta berkembang dengan cakupan yang sangat luas. Kebudayaan Melayu ini ialah kebudayaan yang selalu beranak-pinak dilakukan oleh masyarakat maupun kalangan mahasiswa. Keakraban dalam lingkup Mahasiswa khususnya, sangatlah penting untuk meningkatkan kedekatan hubungan lahir batin (tali siraturahmi) antara satu sama lain.

Ketika kita mendengar istilah kekaraban, disitulah kita mengetahui dan berfikir bahwa ada tujuan didalamnya yakni kebersamaan. Dengan kebersamaan kita bisa merangkul dan mengingati antar teman. Kegiatan yang dilakukan demi terciptanya hubungan kekeluargaan antar mahasiswa serta terwujudnya kedisiplinan yang diselenggarakan oleh kami Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Syeikh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung dari Himpunan Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Prodi ahwalul syakhsiyyah (Hukum Keluarga Islam). Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun satu kali atau biasanya disebut dengan “Makrab” (malam keakraban). Kegiatan makrab diselenggarakan tepatnya pada tanggal 19-20 Oktober 2019 di Pantai Temberan, Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan ukhwah-islamiyah antara mahasiswa dan mahasiswi maupun para Dosen Fakultas Syariah khususnya dalam lingkungan prodi hukum keluraga islam.

Dalam kegiatan Makrab tersebut, para mahasiswa sangat antusias mengikutinya, mulai dari persiapan kelengkapan barang yang harus dibawakan. Ketua Hima HKI, Romario,menugaskan para mentor dan panitia lainnya untuk andil berpartisipasi yang lebih giat serta cekatan dalam kegiatan Makrab demi kedisiplinan serta kelancaran acaranya. Terdapat sekitar tujuh puluh mahasiswa mulai dari semester 1, 3, 5 dan 7 yang mengikuti kegiatan Makrab tersebut. Dalam kegiatan itu, Hima HKI mengundang Ketua Dekan, Kaprodi, Ketua Hima Fakultas dan staff dosen lainnya untuk turut menghadiri dan ikut serta menyukseskan kegiatan makrab tersebut.
Kegiatan dilakukan dengan pembukaan yang dilaksanakan pada malam Minggu oleh Dekan Fakultas. Dalam kesempatan itu, disampaikan beberapa hal-hal penting mengenai kegiatan yang tengah berlangsung, salah satunya dari kegiatan ini para mahasiswa agar membiasakan untuk belajar mandiri, belajar berteman dan belajar susah. Ketua Prodi juga menyampaikan bahwa moralitas di syariah harus diberi contoh oleh anak-anak hukum keluarga islam.

Para Mahasiswa baru dikerahkan oleh pihak panitia untuk menampilkan pentas seni pada malam minggu-an tersebut, yang dihiasi api unggun untuk meramaikan acara tersebut. Selanjutnya para mahasiswa melakukan perenungan sebelum melaksanakan shalat subuh secara berjamaah, dan dilanjutkan dengan senam pagi agar badan terasa sehat dan bugar. Para Panitia serta Mahasiswa baru ikut andil dalam memandu kegiatan senam pagi. Kegiatan dilakukan sejak pukul 07.00 Wib hingga pukul 11.45 Wib. Usai kegiatan senam, para mahasiswa disuguhi hidangan makanan oleh pihak panitia untuk asupan agar bisa melanjutkan kegitan berikutnya yakni outbond. Untuk outbond sendiri dipandu Mentor dari masing-masing kelompok. Bagi kelompok yang juara 1, 2 dan 3 serta kelompok yang paling terheboh diberi hadiah oleh pihak panitia.

Kekompakan para mahasiwa dan selalu menjaga hubungan kekeluargaan akan menjadikan mahasiswa menjunjung tinggi persatuan serta mengeratkan persaudaraan. Kegiatan yaang dilakukan setiap tahunnya itu salah satu bentuk kesatuan yang harus terus dibudidayakan dan ditumbuhkembnagkan di lingkup kalangan mahasiswa, sehingga tidak ditenggelamkan oleh perkembangan zaman. Tetapi sebaliknya, perkembangan zaman generasi milenial dapat melihat dan memetik ilmu betapa pentingnya waktu yang kita lakukan dalam kegiatan yang memilki dampak positif tersebut, yaitu kekeluargaan. Tentunya kekeluargaan tidak hanya dibangun bagi orang yang telah berumah tangga saja, namun dalam ruang terbuka antar mahasiwa pun dapat kita bangunkan melalui ikatan keakraban, sehingga terwujud yang namanya kekeluargaan.

Apa yang dilakukan di atas jangan diambil hura-huranya saja, tetapi ada nilai yang harus kita petik, yaitu bagaimana membangun sebuah disiplin diri, kesabaran, kebersamaan, dan solidaritas melalui Malam Keakraban ini. Penulis berharap, sebagai mahasiswa yang cerdas kita mampu memberikan contoh yang baik, terutama para mahasiswa untuk tetap semangat dan mampu membangun keakraban, sosial terhadap teman, maupun masyarakat sekitar. (***).

Related posts