Memaknai Hari Lahirnya Pancasila di Era Covid-19

  • Whatsapp
Eqi Fitri Marehan
Mahasiswa Stisipol Pahlawan 12, Sungailiat, Bangka, Babel

Tanggal 1 Juni ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai hari Pancasila yang dituangkan dalam KEPPRES No. 24 tahun 2016. Setelah ditetapkan sebagai Hari Lahirnya Pancasila, hari itupun juga ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun meskipun 1 Juni sudah ditetapkan sebagai hari lahir Pancasila, apakah kita benar-benar sudah paham makna hari Pancasila itu?

Lantas, apakah makna dari hari Pancasila yang jatuh 1 Juni bagi bangsa Indonesia? Tentu saja bukan esensi hari Pancasila bukan perayaan meriah belaka, melainkan hari dimana sebagai bangsa Indonesia, kita harus senantiasa menjunjung tinggi Pancasila, bukan hanya sekadar dasar negara atau tujuan berbangsa dan bernegara, juga menjadi Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila harus senantiasa bisa dipergunakan sebagai jati diri atau identitas bagi bangsa Indonesia.

Berbicara Pancasila bukan hanya lima sila yang dibacakan dan didengar bersama pada saat upacara bendera, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca Lainnya

Melaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari, Pancasila akan tertanam di dalam hati kita masing-masing, tidak hanya sekadar identitas bangsa melainkan juga sebagai identitas dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.

Cintailah Indonesia beserta Pancasila sebagai dasarnya. Berawal dari rasa cinta terhadap bangsa sendiri, kita akan mengerti betapa pentingnya mengamalkan sila-sila Pancasila di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia, bahwa Pancasila diciptakan untuk memastikan kelangsungan kehidupan Indonesia. Pancasila adalah sesuatu yang tidak dapat digantikan dengan apapun juga, sekarang dan akan datang.

Memperingati hari lahir Pancasila tahun ini yang jatuh pada hari Senin 1 Juni 2020 adalah peringatan Hari lahirnya Pancasila yang ke-75 yang diperingati dalam suasana kecemasan dan keprihatinan bagi bangsa Indonesia, dikarenakan bertepatan dengan merebaknya wabah virus Corona yang oleh WHO disebut Virus Covid-19. Per 30 Mei 2020 telah memakan korban di dunia sebanyak: Terkonfirmasi = 5,92 Juta, Sembuh = 2,49 Juta dan Meninggal = 364 Ribu sedangkan Indonesia: Terkonfirmasi = 25.773, Sembuh: 7.015 dan meninggal: 1.573 (salah satu media online nasional).

Namun kecemasan dan keperihatinan ini, tidak membuat bangsa Indonesia pesimis dan terpuruk berkepanjangan, akan tetapi memberi semangat baru dan rasa optimis tinggi bahwa bangsa Indonesia akan bangkit melawan pandemi Covid-19 sampai titik penghabisan.

Pancasila sebagai Ideologi dan Pedoman hidup dalam tatanan bernegara dan berbangsa, harus senantiasa menjadi penyemangat bangsa Indonesia dalam melawan Pandemi Covid-19 dengan mengimplementasikan nilai-nilai dan butir-butir Sila Pancasila.

Sebagai bangsa yang Berketuhanan Yang Maha Esa senantiasa mengedepangkan ketakwaan dan keimanan, yang percaya bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini, termasuk bangsa Indonesia adalah cobaan Sang Khaliq terhadap umat-Nya. Sebagai bangsa yang Berketuhanan harus senantiasa menjalankan ibadah sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing sembari berdoa untuk segera dijauhkan cobaan pendemi Covid-19.

Sila Kedua Pancasila, Kemanusian yang adil dan beradab, memberikan makna kepada bangsa Indonesia dimasa Pandemi Covid-19, untuk saling bergotong royong dan bekerja sama, saling bahu membahu membantu sesama yang terdampak Pandemi Covid-19, Pemerintah harus menggelontorkan bantuan tunai dan non tunai begitu juga masyarakat yang mampu harus membantu masyarakat yang kurang mampu. Contoh, Pemerintah mengucurkan Bantuan Tunai Langsung, Bansos Kebutuhan Pokok bagi warga yang kurang mampu, pemberian bebas pembayaran rekening listrik untuk masyarakat kurang mampu dan banyak lagi bantuan-bantuan lain.

Pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi kontak fisik dan pergi keluar rumah merupakan salah satu hal yang termasuk dalam menerapkan nilai pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dan juga sebagai ciri khas bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dalam aktivitas masyarakat melakukan kegiatan sehari-hari sertamenangani sebuah masalah. Karena nilai material yang ada dalam Pancasila merupakan bagian dari sifat dan pribadi bangsa Indonesia.

Salah satu butir dari sila ketiga Pancasila menjelaskan bahwa bangsa Indonesia harus mampu menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, keselamatan bangsa dan negara. Untuk mengimplementasikan atau menerapkan butir tersebut, sepertinya banyak hal bisa kita lakukan di tengah pandemi virus Covid-19. Menempatkan makna persatuan dengan tidak saling menyalahkan antar-golongan atas hadirnya Covid-19, tidak menyebarkan berita hoax yang mampu menimbulkan perpecahan dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah yang telah berupaya semaksimal mungkin melindungi bangsa Indonesia dari Covid-19.

Mengingat konsep ketuhanan dalam Pancasila, hal ini juga sangat penting dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Yakin akan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga sebagai kekuatan masyarakat untuk tetap kuat dan optimis dalam menghadapi pandemi Covid-19. Karena berdoa di tengah Covid-19 kepada Tuhan agar tetap mendapat kesehatan juga merupakan salah satu penerapan nilai-nilai Pancasila melalui nilai ketuhanan yang ada di dalamnya.

Pancasila hadir sebagai jiwa dan kepribadian bangsa yang mengingatkan bahwa bangsa Indonesia tetap harus bekerja sama dalam situasi seperti apapun. Pandemi Covid-19 merupakan kewajiban bersama bangsa Indonesia agar kita mampu memulihkan negara untuk menjalankan kehidupan dan kegiatan bernegara kembali. Kunci dalam menghadapi suatu masalah pada hakikatnya adalah bersatu tanpa memandang perbedaan antar-golongan. Menyalahkan pemerintah tanpa mengikuti anjuran dari pemerintah tentu bukan salah satu bagian dan jiwa kepribadian dari bangsa Indonesia. Karena sejatinya prinsip dari pancasila adalah menemukan solusi melalui kerja sama bangsa Indonesia.

Cukup dengan mengikuti aturan dari pemerintah, dengan menggunakan masker ketika memiliki kepentingan untuk pergi keluar rumah, tidak saling menyalahkan antar-golongan, tertib di dalam rumah dan berusaha menghindari aktivitas yang tidak penting diluar rumah, tetap menjaga kebersihan dan kesehatan serta tidak menyebarkan berita hoax, artinya kita telah menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, akan tertanam nilai-nilai persatuan baru seluruh masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman lebih dalam tentang nilai-nilai pancasila ini, merupakan hal yang paling penting dalam upaya preemtif agar masyarakat tidak melanggar ketentuan pemerintah yang terkait dengan upaya penyelesaian dan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Sejatinya pemahaman nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang paling fundamental untuk mengkontrol masyarakat tanpa perlu dilakukannya penegakan secara represif kepada masyarakat. Pemahaman nilai Pancasila mampu mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan masyarakat atas peraturan yang dibuat pemerintah yang berhubungan dengan penanganan Covid-19 yang didasari dari hati masyarakat itu sendiri. Setidaknya konsep cinta tanah air pun perlu diperdalam kepada masyarakat agar pemahaman nilai Pancasila lebih kokoh di tengah kehidupan masyarakat Indonesia.

Tertib merupakan bagian dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bertujuan untuk melindungi kepentingan bersama bangsa Indonesia. Dalam situasi apapun, penanaman nilai-nilai Pancasila dan Cinta Tanah Air akan mempermudah pemerintah untuk mengimbau masyarakat terhadap hal yang urgen dalam negara. Nilai dalam Pancasila akan membuat masyarakat sadar bahwa pemerintah perlu mendapatkan dukungan dari rakyatnya untuk menangani pandemi ini. Apabila Pancasila sudah menjadi hal vital dalam masyarakat, pemerintah dan rakyat tentu akan memahami dengan pasti kewajibannya dalam bernegara. Jadi, apakah kita siap menyambut peringatan Hari Pancasila tahun ini? Tentu kita siap, lebih setelah kita mengetahui pentingnya makna yang terkandung di dalamnya.(***).

Related posts