Memahami Cardiac Multi Slice Computed Tomography



Oleh: dr Helvian Yosef

Penyakit cardivaskuler saat ini, menjadi salah satu penyebab kematian dan masih menjadi pembunuh nomor satu dengan raskan 29 persen kematian global setiap tahun. Penyakit kedua, diduduki penyakit infeksi dengan 16,2 persen kematian, disusul kangker yang diklaim menyebabkan 12,6 persen kematian di dunia.
Perkembangan pencitraan jantung yang pesat telah menghasilkan sebuah teknik noninvasif untuk mengekplorasi seluruh struktur jantung, terutama arteri koroner. Computerized tomography, umumnya disebut CT Scan mengkombinasikan serial gambar- gambar X-ray dengan bantuan computer untuk menghasilkan gambar potongan cross sectional tubuh. CT Cardiac merupakan pemeriksaan pencitraan jantung menggunakan teknologi CT dengan cairan kontras intravena untuk struktur jantung, sirkulasi koroner dan pembuluh darah besar jantung. CT angiografi jantung atau sering disebut CT cardiac saat ini, adalah modalitas pencitraan terbaik untuk mendapatkan visualisasi arteri koroner mayor.
Indikasi pemeriksaan umum yang sering dilakukan pada CT cardiac antara lain: (1) Adanya resiko penyakit jantung ringan dan sedang; (2) Evaluasi anatomi cardiac /pericardial, adanya massa (tumor), thrombus (penyumbatan), dll; (3) Kasus kasus chest pain (nyeri dada); (4) Evaluasi setelah bypass graft dan pemasangan stents (ring). Pada keadaan ini, sering disertai artefak stent dan menyebabkan penilaian stenosis stent (tergantung materi, tipe, dan lokasi stents). Beberapa laporan menyatakan sensitifitas CT cardiac dalam mendeteksi adanya sumbatan pada bypass 100%, adanya penyempitan 60% – 96%. (5) Evaluasi gerakan dinding jantung dan fungsi katup; (6) Mendeteksi adanya anomaly (kelainan jantung).

Sebelum melakukan CT cardiac, pasien perlu mengetahui persiapan, agar menghasilkan gambar yang baik, selain dari kemampuan alat, juga persiapan pasien sebelum dilakukan pemeriksaan. Persiapan dimaksud meliputi : (1) Denyut jantung kurang dari 70 x per menit, kalau perlu diberi bata blocker (obat memperlambat denyut jantung). Beberapa keadaan dengan kontraindikasi (yang tidak boleh ) diberikan beta blocker adalah a) Asthma bronchial; b) AV block; c) Hypotensi berat (tensi terlalu rendah); d) Gagal jantung berat; e) Alergi beta blocker. (2) Sebelumnya hindari kopi, atropine, theophylin (obat asthma); (3) Contras material (iodium) injection (fungsi ginjal baik, tidak alergi kontras).

Kesimpulan

CT cardiac dengan pemberian media kontras intravena memungkinkan visualisasi arteri koroner jantung dengan resolusi tinggi dengan waktu pengambilan singkat serta non invasive. MRI yang juga digunakan dan dikembangkan untuk pemeriksaan jantung belum dapat mengalahkan CT cardiac yang memiliki sensitivitas 96% dan spesifisitas 86%.
CT menjadi teknik yang dapat dipercaya untuk mengkoreksi penyakit jantung koroner. Dimasa mendatang, CT scan dengan 256 slice diharapkan dapat menghasikan pemeriksaan jantung menyeluruh dengan hanya menggunakan waktu satu denyutan jantung atau 4D CT yang dapat melakukan pemeriksaan perfusi miokardial.(****).

No Response

Leave a reply "Memahami Cardiac Multi Slice Computed Tomography"