by

Melati Ajak PKK & Masyarakat Cegah Stunting

PANGKALPINANG- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi mengajak seluruh anggota PKK dan instansi terkait serta masyarakat untuk bersama-sama bahu membahu mencegah stunting di provinsi Babel, melalui gerakan PKK dan seribu hari pertama kelahiran (HPK).

Melati menyebutkan, bahwa bayi yang dilahirkan prematur rentan stunting atau bertubuh pendek, oleh karenanya melalui pola asuh, anak-anak yang terlahir dengan berat badan kurang bisa didorong untuk tumbuh maksimal.

“PKK memiliki kelompok kerja yang berkaitan, salah satunya tentang pola asuh untuk mempengaruhi perkembangan anak, PKK memiliki peran untuk mensosialisasikan ini kepada ibu-ibu, dan juga bapak-bapaknya,” ujar dia, dalam kegiatan responsif stunting dalam mengoptimalkan 1.000 HPK yang digelar Perwakilan BKKBN Babel, di Menumbing Heritage, Selasa (20/3/2018).

Istri Gubernur Babel Erzaldi Rosman ini menegaskan, sejak dalam kandungan, ibu harus sudah mengetahui apa saja nutrisi yang dikonsumsi demikian juga ketika sudah melahirkan. “Poin paling penting, ketika hamil diberikan edukasi peliharaan kehamilan, apa yang harus dilakukan, ketika sudah lahir pola asuhnya makanannya, itu juga harus diperhatikan, jangan terkesan dibiarkan setelah melahirkan,” terangnya.

Jika persoalan ini tidak diatasi, kata Melati maka bisa menjadi musibah bagi Babel. Oleh karenanya, melalui gerakan bersama, ia berharap bisa menekan angka stunting di Babel. “Stunting bisa dicegah, salah satunya melalui pemahaman dan penyuluhan mengenai pola asuh, pola makan, anak-anak harus dibiasakan sarapan sehat, PMTAS, asi ekslusif, makanan tambahan ASI, gerakan makan sayur dan buah, dan lainnya,” beber Melati.

Berdasarkan Perpres 99/2017, pemberdayaan masyarakat melalui PKK, ia berharap semua pihak bisa terkait tidak hanya PKK. “Bekerjasama bahu membahu menekan stunting, bukan bicara fisik tapi kognitif anak,” imbuhnya.

Bangka Barat Jadi Perhatian

Kepala Perwakilan BKKBN Babel Etna Estelita menyebutkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi stunting di Babel, yang tahun ini menjadi perhatian adalah di Bangka Barat.

Dalam rangka penurunan stunting, pihaknya akan melakukan intervensi dengan pola asuh melalui Bina Keluarga Balita (BKB) dan Program Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja. “BKKBN akan intervensi melalui pengasuhan tumbuh kembang balita dan anak, kemudian juga pencegahan stunting melalui penyiapan kehidupan keluarga, ini masuk dalam program nasional yakni seribu hari pertama kelahiran (HPK),” ujarnya.

Ia berharap, melalui sosialisasi dan pendekatan serta pembangunan keluarga, persoalan stunting dan lainnya bisa ditekan, karena keluarga sudah memiliki ketahanan untuk mengasuh dan mendidik anak yang dilahirkan, mulai dari masa kehamilan hingga usia anak dua tahun.(nov/10)

Comment

BERITA TERBARU