Mei, Inflasi Diperkirakan Meningkat

  • Whatsapp

April, Tarif Angkutan Udara Dorong Inflasi
Bayu Ajak Masyarakat Berkonsumsi Secara Bijak

PANGKALPINANG- Di bulan April 2017, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tercatat mengalami inflasi sebesar 1,00% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 8,37% (yoy).

Read More

“Inflasi di bulan April 2017 didorong oleh tingginya kenaikan tarif angkutan udara”, demikian ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Bayu Martanto dalam siaran persnya kepada harian ini, Senin (8/5/2017).

Kedua kota sampel inflasi di Provinsi Babel mengalami inflasi. Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,02% (mtm) atau 9,26% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi 0,38% (mtm).

Sementara itu, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,29% (mtm) atau 6,76% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 1,49% (yoy). Peningkatan inflasi yang terjadi pada bulan April didorong oleh kelompok administered price yang mengalami inflasi 4,10% (mtm).

Kenaikan terjadi utamanya disumbang oleh tarif angkutan udara yang mencapai 0,66% (mtm) terhadap total inflasi bulanan yang disebabkan oleh tingginya permintaan saat libur panjang di bulan April.

Kelompok volatile food mengalami inflasi yang cukup terkendali di angka 0,83% (mtm) yang didorong oleh komoditas ikan – ikanan, bawang merah dan jeruk. Di sisi lain, kelompok inti tercatat deflasi 0,18% (mtm) yang salah satunya disumbangkan oleh penurunan tarif pulsa ponsel.

Tekanan inflasi di bulan Mei 2017 diperkirakan akan meningkat sehubungan dengan memasuki bulan Ramadhan. Oleh karena itu, beberapa hal yang patut mendapat perhatian karena berisiko menyebabkan inflasi antara lain tingginya permintaan bahan pokok memasuki bulan Ramadhan.

Selain itu masih adanya permasalahan struktural seperti belum efisiennya pasar dan jalur distribusi, serta dampak lanjutan kenaikan tarif listrik non subsidi dengan daya 900VA yang masih akan berlangsung dalam beberapa waktu kedepan

“Memasuki bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, tantangan pengendalian inflasi akan meningkat. Edukasi kepada masyarakat agar berkonsumsi secara bijak harus dilakukan agar tingkat permintaan dan ekspektasi harga dapat terkendali,” kata Bayu.

Di sisi lain, Tim Pengendalian Inflasi Daerah di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota harus meningkatkan kewaspadaan dalam mengawal ketersediaan bahan pokok. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kelancaran pasokan dan distribusi bahan pokok serta memperkuat produktifitas lokal.

“Sinergi antar institusi juga mutlak harus diperkuat agar gejolak harga yang mungkin akan terjadi selama bulan Ramadhan dapat cepat dikendalikan,” tutup Bayu. (rls/10)

Related posts