Mediasi Sengketa Lahan Pujako Deadlock

  • Whatsapp

Bedi: Nanti Kita Tahu Bagaimana Kelanjutannya

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Sidang sengketa lahan di Pusat Jajanan Kota (Pujako), Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kamis (3/7/2020) siang.
Sidang dengan agenda mediasi yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Corry Oktarina dan anggota Hotma EP Sipahutar dan Iwan Gunawan. Namun sayangnya sidang upaya perdamaian atau mediasi ini tak menemukan titik terang alias deadlock.
“Sidang mediasi ini ditunda sampai ada hasil dari mediasi,” ujar Corry.
Kuasa hukum penggugat, Bedi Setiawan Al Fahmi, S.H. M.Kn dari Kantor Bantuan Hukum Bedis Al Fahmi & Partners (BAP) membenarkan bahwa sidang mediasi antara kedua belah pihak selaku penggugat dan tergugat sengketa lahan ini masih deadlock.
“Hari ini, sudah terlaksana sidang yang ketiga dan kedua belah pihak sepakat mediatornya dari tim pengadilan sendiri. Jadi, saat mediasi di ruang mediasi principal masih deadlock, tetapi belum tahu karena masih ada waktu 40 hari untuk mediasi,” tutur Bedi kepada rakyatpos.com, usai sidang mediasi.
Ia menjelaskan bahwa sidang mediasi merupakan sidang untuk mendamaikan pihak pengugat dan tergugat.
“Puas atau tidaknya, kalau masalah mediasi itu hak principal kita sebagai lawyer. Sebenarnya, mediasi inikan untuk mendamaikan para pihak tidak pada pokok perkara, jadi bagaimana para pihak ini agar bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat atau tidak melalui hakim mediator tersebut,” jelas Bedi.
Ketua Umum Aspeg Indonesia ini mengaku belum menentukan upaya hukum selanjutnya agar kliennya bisa berdamai dengan pihak tergugat.
“Insya Allah, nanti kita tahu bagaimana kelanjutannya,” tukas Bedi.
Dilain pihak, Tim Kuasa Hukum PT Timah Tbk, Sujoko mengungkapkan bahwa pihaknya tetap bertahan pada alasan yang telah diajukan pada sidang-sidang sebelumnya.
“Hasil mediasi juga tidak ada kesepakatan, gagal. Kita perusahaan bertahan dengan alasan kita, mereka berpegang pada alasan mereka,” pungkas Joko.
Sidang sengketa lahan ini akan dilanjutkan pada Senin (6/7/2020) mendatang. (bis/1)

Related posts