Media Massa Diminta Lindungi Bahasa Indonesia

No comment 194 views

 

Kegiatan pembinaan bahasa media massa di Puncak Hotel, Kamis (12/10/2017).(foto:Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Kepala Kantor Bahasa Bangka Belitung (Babel), Hidayatul Astar, menilai, penggunaan bahasa yang diterapkan media massa di provinsi Babel, masih belum sesuai dengan harapan, meskipun diakuinya media massa menggunakan bahasa jurnalistik dalam pemberitaan.

“Bahasa yang digunakan umumnya bahasa Indonesia, bahasa media dengan ragam tinggi dan bahasa jurnalistik. Kita harus meletakkan bahasa pada posisi yang sebenarnya, digunakan sesuai aturan berlaku dalam situasi resmi,” ujarnya dalam acara pembinaan bahasa media massa di Puncak Hotel, Kamis (12/10/2017).

Hidayat berharap, media massa di Babel dapat membantu dalam membina bahasa sehingga bahasa Indonesia dapat terlindungi.

“Kami melihat bahasa media tak sesuai dengan harapan, banyak yang perlu kita cermati apakah seperti itu, ada istilah asing dalam penerapannya yang kita lihat, padahal ada bahasa Indonesianya tapi tak digunakan, misalnya kata online,” tuturnya.

Dia menyebutkan, kegiatan pembinaan bahasa untuk media massa ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan kantor bahasa, dengan harapan media massa sebagai pemberi informasi kepada masyarakat dapat menyampaikan informasi yang baik dan benar kepada pembaca dan mencerdaskan masyarakat Babel.

“Bahasa adalah media utama berkomunikasi, oleh karena itu penggunaan bahasa sesuai dengan aturan yang berlaku. Media massa memang punya ciri dalam penggunaan bahasa, kami harap media dapat berkontribusi dalam pengembangan, pembinaan dan perlindungan bahasa, kalau bukan kita siapa lagi,” tandasnya.

Kegiatan ini, diikuti oleh awak media dari berbagai media massa di Babel, baik cetak maupun elektronik. (nov/10)‎

No Response

Leave a reply "Media Massa Diminta Lindungi Bahasa Indonesia"