by

Media Abal-abal Bukan Urusan Dewan Pers

-Berita Kota-353 views
Workshop dan sosialisasi bertajuk Bakti untuk Negeri yang digelar Dewan Pers bersama BP3TI di Hotel Santika, Kamis (13/9/2018). (foto :Muhammad Irfan)

Imam: Wartawan Abal-abal Itu Jahat

PANGKALPINANG – Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi menyatakan pihaknya tidak akan memberikan pendampingan kepada media abal-abal yang tersangkut permasalahan hukum.

Menurutnya banyak kasus wartawan dari media abal-abal menyalahgunakan kebebasan pers dengan memeras perorangan atau lembaga. Kondisi demikian, katanya yang telah merusak citra pers.

“Wartawan abal-abal itu jahat. Mereka merusak pers Indonesia. Banyak kejadian yang dilakukan sehingga banyak korbannya frustasi dan ada yang hampir putus asa hingga hampir bunuh diri,” ujar Imam, Kamis (13/9/2018).

Imam yang juga menjabat Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Pers ini menegaskan Dewan Pers hanya mendampingi dan mengawal wartawan dari perusahaan pers yang profesional sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Kalau media abal-abal bukan urusan Dewan Pers. Kalau diibaratkan rumah, mereka (media abal-abal) di luar pagar. Silakan bagi yang merasa dirugikan, lapor ke polisi. Kami tidak akan melindungi, silahkan diproses hukum,” katanya.

Selain itu, dia menyatakan di era digitalisasi tak bisa dipungkiri informasi yang ada di media sosial (medsos) begitu cepat tersebar. Terkadang ada media mainstream yang mengutip isi konten di medsos tanpa melakukan verifikasi. Menurutnya, hal ini adalah celaka se-celaka celakanya.

“Jangan ambil informasi mentah di medsos tanpa klarifikasi dan verifikasi. Klarifikasi itu wajib dan perlu. Terkadang ada info yang tidak logis, sampah dan konteksnya tak jelas. Saya tegaskan, jika media pers mau menaikkan berita dari medsos harus klarifikasi dan satu hal lagi media mainstream harus lakukan literasi kepada warga,”katanya.

Workshop dan Sosialisasi Bakti untuk Negeri

Sementara itu, Dewan Pers Indonesia bekerjasama dengan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) melaksanakan kegiatan workshop dan sosialisasi dengan tajuk “Bakti untuk Negeri”.

Kegiatan yang diikuti oleh pemimpin redaksi media cetak, elektronik dan online, organisasi pers, serta kepala humas pemda dan diskominfo di Babel ini dilaksanakan di Hotel Santika, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (13/9/2018).

Tema yang diangkat dalam acara ini yaitu “Penguatan dan pemberdayaan ekosistem pers melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di seluruh provinsi di Indonesia. Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar yang juga bertindak sebagai narasumber bersama anggota Dewan Pers Imam Wahyudi.

Selama workshop dan sosialisasi para peserta diberikan materi soal perkembangan palapa ring, pembangunan BTS di 3T, penyediaan akses internet dan perencanaan pengadaan satelit multi fungsi.

Selain itu diberikan materi soal peran pers dalam mendorong pemilu yang berkualitas dan perkembangan dan pembangunan wilayah serta pentingnya program verifikasi perusahaan pers dan sertifikasi wartawan.(fan/10)

Comment

BERITA TERBARU