MD Tewas Dikeroyok, Polisi Tetapkan 3 TSK

  • Whatsapp
BONGKAR MAKAM – Jajaran kepolisian dari Polda Babel dan Polres Bangka Selatan membongkar makam MD dan melakukan otopsi terhadap jenazah korban pengeroyokan hingga tewas di Toboali itu, Selasa kemarin (30/6/2020). Jenazah diotopsi guna proses penyidikan seiring telah ditetapkannya 3 tersangka pelaku pengeroyokan. (Foto: Dedi Irawan)

Makam Korban Dibongkar, Mayat Diotopsi
4 TSK Curanmor & Curat Ditangkap

TOBOALI – Satuan Reskrim Polres Bangka Selatan menetapkan 3 tersangka (TSK) atas tindak pidana pengeroyokan terhadap korban MD yang terjadi di pondok kebun, Tanjung Medang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung pada Sabtu (27/6/2020) malam lalu. Para tersangka itu yakni AN, YS dan JF. Akibat pengeroyokan itu korban mengalami sejumlah luka dan patah tulang hingga menyebabkannya meninggal dunia.
Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan AKP Albert Daniel S kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).
“Atas laporan keluarga korban, Satreskrim menindaklanjutinya dan kemarin Senin malam kita sudah menetapkan 3 TSK pengeroyokan warga Toboali,” jelas Daniel di sela sela otopsi di Perkuburan Teladan Toboali.
Ia menjelaskan peristiwa pengeroyokan hingga tewas itu berawal dari warga yang berhasil mengamankan 4 TSK kasus curat dan curanmor. Korban yang ketika itu berada di TKP bersama 4 TSK lainnya, berupaya kabur sehingga warga yang berhasil menggrebek 4 TSK, ikut memukul korban sampai mengalami sejumlah luka dan patah tulang.
Polsek Toboali yang dihubungi warga ketika itu langsung bergerak ke TKP dan mengamankan 4 TSK termasuk korban Md.
“Kondisinya memang mengalami sejumlah luka sehingga dibawa ke RSUD untuk diobati. Setelah diobati korban kembali dibawa ke Polsek Toboali, namun kondisinya kembali drop dan dibawa lagi ke RSUD. Saat diperiksa di RSUD, korban sudah meninggal dunia,” imbuh Daniel.
Ia menambahkan, keluarga korban yang tidak terima kemudian melapor ke Polres atas tindak pidana pengeroyokan itu dan sudah ditindaklanjuti dengan menetapkan 3 TSK.
“Pagi ini kita bersama Polda Babel melakukan otopsi guna mengembangkan kasus ini,” tegas Daniel.
Terpisah, empat orang kawanan spesialis kasus pencurian yang beraksi di sejumlah wilayah di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) berhasil diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Toboali.
Para tersangka ialah SE (18) dan TE alias Bujang (22) asal Desa Gadung. Serta RS (23) dan EG (18) yang berdomisili di Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali.
Kapolres Bangka Selatan AKBP Ferdinand Suwarji melalui Kapolsek Toboali AKP Wendi Indra Yudha mengatakan, ada 8 tempat kejadian perkara (TKP) pencurian yang dilakukan mereka ini.
Wendi menyebutkan awal mula terungkapnya kasus-kasus yang melibatkan empat kawanan tersangka itu berawal dari laporan masyarakat pada Sabtu (27/6/2020) malam.
“Malam minggu kemarin, sekitar jam 20.00 kami menerima laporan dari masyarakat. Bahwa telah diamankan diduga tersangka curanmor di Kebun Tanjung Medang atau Sangkar Ayun,” katanya, Senin (29/6/2020) sore.
Polisi bergerak dan satu jam setelahnya, petugas tiba ke TKP. Di sana sudah ada 4 orang yaitu RI, BJ, MD dan anaknya MW.
“Selain diikat, kondisi mereka juga terluka diduga habis di-massa warga. Melihat hal ini petugas dari Unit Reskrim bersama beberapa warga membawa para tersangka meninggalkan TKP,” katanya.
“Dari keterangan BJ dan RI, mereka mengakui kalau telah mencuri sepeda motor. Tidak hanya itu, tersangka juga melakukan beberapa pencurian di toko-toko di Toboali,” katanya.
Satu diantaranya Toko Ariska pada tanggal 19 Mei 2020. Namun dalam melancarkan aksinya di toko tersebut, kedua tersangka ini mengajak dua orang rekannya lagi yang tidak lain adalah SD dan EG.
“Lalu saya dan Kanit reskrim bersama tim rajawali mencari keberadaan keduanya. Sekira jam 23.40, kita berhasil amankan EG di rumahnya, Jalan Teladan DL dan SD di Jalan Jenderal Sudirman Toboali,” kata dia.
Dari keterangan tersangka, bahwasannya barang bukti (BB) berupa HP dan tabung gas telah dijual. Sementara untuk BB lainnya sudah habis digunakan oleh empat tersangka tersebut.
“Untuk total BB yang berhasil kita amankan yaitu satu unit sepeda motor jenis RXS dan satu unit sepeda motor jenis Viar. Serta satu unit HP merk Huawei dan sebelas buah tabung gas 3 kg warna hijau,” pungkasnya.
Melihat salah satu warga bernama MD terluka parah, tangan dan kakinya dalam kondisi patah membuat petugas membawa orang tersebut menuju ke RSUD Basel di Desa Gadung. Usai ditangani, lanjut Kapolsek, MD sudah diperbolehkan pulang ke Polsek Toboali.
“Di RSUD, MD makan 2 bungkus, dan minum, oleh dokter dibolehkan kembali, dan setelah di Polsek sekitar pukul 04.00 WIB, MD seperti kejang-kejang dan kita bawa ke RSUD, dan saat diperiksa dokter mengatakan sudah meninggal dunia, MD tidak terlibat dalam kasus curanmor dan curat ini,” tegas Wendi. (raw/1)

Related posts