Mau Nambang di Laut Beltim, PT Timah ‘Malu-malu Kucing’ ?

Satu unit kapal yang diduga kapal isap atau kapal bor, ketika berada di laut Teluk Pering, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) pada April 2016 silam. Kapal ini sempat menjadi sorotan anggota DPRD Beltim dan LSM GAPABEL diduga milik mitra PT Timah. (Foto: GAPABEL Online)

Riza: Saya Gak Mau Berpolemik
Belum Tergambar Dalam RKAB

Pangkalpinang – Sepertinya, PT. Timah (Persero), Tbk masih ‘malu-malu kucing’ untuk mengungkapkan keinginannya menambang di perairan laut Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang disebut-sebut memiliki potensi kandungan pasir timah cukup besar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ditambah lagi masyarakat Beltim banyak yang menolak adanya aktivitas tambang di perairan itu, karena mengutamakan sektor pariwisata dan kehidupan nelayan.
Meskipun keinginan menambang di laut Beltim itu sangat besar, dan perusahaan sudah melakukan pengeboran, survey lokasi hingga sosialisasi kepada masyarakat sekitar, namun Direktur Utama PT. Timah, M. Riza Pahlevi, terbukti masih enggan berpolemik mengenai tambang di Beltim laut ini.
“Sejauh ini kita masih nambang darat, di laut masih menunggu, AMDAL, dan kajian lainnya,” sebut Dirut PT. Timah kepada wartawan Kamis (10/8/2017).
Disinggung tentang penolakan oleh masyarakat sekitar, Riza menegaskan akan menerapkan sistem pertambangan sesuai dengan regulasi yang ada. Namun PT. Timah sambungnya sudah membuktikan kehadiran perusahaan ini di Belitung maupun di Beltim dengan respon cepat dan kepedulian ketika Beltim terkena musibah banjir beberapa waktu lalu.
“Saya gak mau berpolemik, kalau regulasi sudah berjalan, kalau belum, ya kita tidak akan. Tetapi kami sudah buktikan kami hadir untuk masyarakat Belitung,” tukasnya.
PT. Timah, tegasnya, tidak akan meninggalkan masyarakat setelah eksplorasi selesai. Selama ini Riza menyebutkan, PT. Timah tetap peduli dan konsen kepada masyarakat di Beltim maupun di Belitung.
Sementara itu, malu-malu kucingnya PT Timah menambang di perairan Beltim tergambar dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan itu pada tahun 2017. Kepala Dinas ESDM Provinsi Babel, Suranto Wibowo menyebutkan, dalam RKAB 2017, PT Timah belum merencanakan untuk merambah wilayah laut Pulau Belitung. Meskipun perusahaan BUMN ini sudah mengantongi izin usaha pertambangan eksploitasi atau operasi produksi bijih timah di Belitung.
“Mereka saat ini masih harus menentukan mainplant desaign, mau menambang ke arah mana, itu yang ditentukan lagi, dan belum ada rencana melakukan peningkatan. Kalau gak salah kegiatan operasi produksi (di Beltim-red) belum tertuang di RKAB tahun 2017,” jelasnya.
Untuk di darat, sambung Suranto, PT Timah akan merencanakan penambangan skala besar di daerah Sukamandi, Beltim. Sedangkan di laut, sejauh ini belum dilakukan.
“Ajuan mereka belum melakukan penambangan di laut, kalau mau menambang mesti lakukan perubahan rencana kerja dan anggaran biaya, minta persetujuan ke menteri,” demikian Suranto.
Untuk diketahui, PT Timah sudah sejak lama hendak menambang di laut Belitung. Bahkan berniat segera mengoperasikan kapal isap dan kapal keruk di laut Olivier di IUP seluas 30.000 hektare (ha).
Namun rencana penambangan ini, sebelumnya mendapat protes keras dari beberapa LSM di Pulau Belitung dan anggota DPRD Provinsi Babel asal Belitong. Penolakan akan rencana PT Timah yang akan melakukan tambang laut di Belitung disampaikan LSM Belitung Care (B-Care). Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, malalui koordinatornya Aidil, LSM itu melayangkan protes dan menolak proses pengajukan AMDAL PT Timah untuk penambangan lepas pantai seluas 30 ribu hektar di perairan Olievier, Kabupaten Belitung Timur. (nov/1)

No Response

Leave a reply "Mau Nambang di Laut Beltim, PT Timah ‘Malu-malu Kucing’ ?"