Masyarakat Diajak Perangi Stunting

  • Whatsapp
Sosialisasi tentang stunting yang digelar DP2KBP3A Kabupaten Bangka bersama BKKBN Babel di Kecamatan Belinyu, Rabu (22/5/2019). (foto: mg419

SUNGAILIAT -Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka menggelar sosialisasi dalam mengajak masyarakat untuk memerangi stunting di daerah itu, Rabu (22/5/2019).

Kali ini, DP2KBP3A Bangka bersama dengan BKKBN Provinsi Bangka Belitung (Babel) hadir ditengah-tengah masyarakat Kecamatan Belinyu untuk membentuk kader KB yang akan mensosialisasikan soal stunting.

Kepala DP2KBP3A Bangka, Nurita mengatakan kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak Senin (21/5/2019) dengan tajuk sosialisasi meteri dan media program prioritas nasional.

“Kegiatan ini untuk mengajak kaum ibu dan kader KB agar lebih peduli dengan stunting di daerah kita karena stunting ini jadi perhatian nasional,” ungkapnya.

Menurutnya dalam mengentaskan angka stunting tidaklah mudah dan butuh kerja sama antar kader, puskesmas, tokoh masyarakat hingga masyarakat itu sendiri.

“Stunting ini dapat diintervensi sejak dini mulai dari 1.000 hari pertama kehidupan sejak ibu hamil sampai anak umur dua tahun,” terangnya.

Dia menargetkan angka stunting di Kabupaten Bangka akan benar-benar hilang pada tahun 2020 mendatang. Untuk itu pihaknya saat ini mengencarkan pembentukan kader dan mensosialisasikan kepada masyarakat di seluruh kecamatan.

“Kita harapkan tahun 2020 nanti Kabupaten Bangka bebas stunting atau zero stunting. Kalau semuanya berjalan dengan baik, kita optimis bangka akan zero stunting,” tambah Nurita.

Untuk itu ia mengajak masyarakat bangka agar mengerti mengenai pengasuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan agar anak ataupun balita tumbuh sehat dan normal.

“Kita akan kasih penjelasan mengenai pengasuhan 1.000 hari kehidupan pertama dan pembelajaran tentang delapan fungsi keluarga serta bina keluarga balita,” terangnya.(mg419/10)

Related posts