Masyarakat Diajak Memilah Sampah

  • Whatsapp

 

Sosialisasi- Kabid Pengelolaan Sampah DLH Pangkalpinang, Jumhari (tengah) memberikan materi pada acara sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah masyarakat di Kelurahan Bacang, Kecamatan Rangkui, Senin (27/3/2017).(foto:Ist)

Sosialisasi, DLH Sasar Warga Kelurahan
Jumhari: Sampah Bisa Bernilai Ekonomis

PANGKALPINANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang melaksanakan sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah masyarakat di Kelurahan Bacang, Kecamatan Rangkui, Senin (27/3/2017). Warga diajak untuk dapat memilah sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir, dengan langkah tersebut dapat mengurangi volume sampah dan menciptakan kota yang bersih.

“Kami akan mencoba memulai mengajak warga untuk memilah sampah sendiri dan ajakan ini akan kami lakukan door to door ke seluruh kelurahan se-Pangkalpinang,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Kota Pangkalpinang, Jumhari usai pembukaan sosialisasi.

Menurut Jumhari, pemilihan sampah merupakan salah satu cara yang sangat efektif dalam mengurangi volume sampah yang semakin hari terus meningkat. Dan upaya ini, katanya, perlu disosialisasi secara optimal kepada masyarakat.

“Karena kalau sampah dipilah dirumah terlebih dahulu sebelum dibuang ke pembuangan akhir itu akan memberikan manfaat dan berguna bagi masyarakat itu sendiri,” katanya.

Lanjut Jumhari, sampah-sampah yang sudah dipilah tersebut akan bernilai ekonomis dan berharga jika dikumpulkan dan ditabung di Bank Sampah. Nilai ekonomis yang diterima, katanya, mulai dari uang hingga pulsa listrik.

“Untuk itu mulai dari sekarang mulailah memilah sampah, dan nanti jadi lah nasabah bank sampah, nanti sampah-sampah yang sudah dipilah, akan kami hitung dan digantikan dengan rupiah atau pulsa listrik,” jelasnya.

Volume Sampah 120 Ton/Hari

Soal kondisi kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Parit Enam, Jumhari mengatakan sudah sangat memprihatinkan. Sementara volume sampah rumah tangga mencapai hingga 120 ton per hari dan ditampung di TPA Parit Enam.

“Jadi kondisi TPA kita sudah overload, makanya perlu adanya sistem pemilahan sampah ini. Dan disini perlu adanya peran dari masyarakat,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk tahap awal ini sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah ini juga akan digelar di Kelurahan Temberan, Sinar Bulan, Tuatunu Indah dan Kelurahan Lontong Pancur.

“Target kita semua kelurahan, tapi kita akan melakukannya secara bertahap. Sebab untuk mengajak masyarakat untuk memilah sampa ini bukan merupakan hal yang mudah. Butuh kesabaran dan komitmen yang kuat. Dengan niat yang baik, kita bisa mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” kata Jumhari. (fan/10)

Related posts