Masyarakat Belitung Timur Hanya Jadi Penonton di Perusahaan Kelapa Sawit

  • Whatsapp

 

Eka Budiarta

PANGKALPINANG – Masyarakat Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hanya menjadi penonton bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Pasalnya, tidak satupun perusahaan yang ada di Beltim yang menjalankan kewajibannya dengan menyediakan 20 persen plasma, sesuai dengan Permentan nomor 98 tahun 2013 dan Permen Kepala ATR nomor 7 tahun 2017,

“Perusahaan perkebunan sawit dapat mengeluarkan 20 persen untuk plasma. Sebagaimana harapan masyarakat, terkhusus di Belitung Timur agar dari luas lahan dapat dipotong untuk plasma,” kata anggota Komisi II DPRD Babel Eka Budiarta kepada rakyatpos.com, di Gedung DPRD Babel, Rabu (3/1/2018).

Dia melanjutkan, sejumlah kepala desa di Belitung Timur meminta PT SWP dan PT Parismada mengeluarkan 40 persen plasma dari perkebunan sawitnya. Jika tidak, mereka meminta BPN dan Kementrian ATR tak memperpanjang izin HGU perusahaan itu.

“Masyarakat meminta 40 persen plasma, ada 10 desa di tiga kecamatan yang meminta. Rencananya, Bupati Beltim, Camat dan Kades akan mengadukan masalah ini ke kementian ATR dan BPN Pusat,” imbuh legislator dapil (daerah pemilihan) Pulau Belitung ini.

PT SWP lanjutnya, saat ini memiliki sekitar 15.000 hektar sawit dan PT Parismada memiliki sekitar 5000 hektar. Hingga saat ini, perusahaan itu belum maksimal dan tak sesuai dengan aturan kementrian dalam pemberian plasma.

“Kalau SWP baru mengeluarkan 200 hektar, kalau Parismada belum mengeluarkan plasma. Inilah yang dituntut masyarakat setempat,” ujarnya. (ron)

Related posts