Masih Ada Pungli Komite Sekolah

  • Whatsapp

Minta Bayar 3 Bulan Sekaligus
Gubernur Berdalih Belum Berlaku

Pangkalpinang – Pernyataan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi yang membebaskan uang iutan komite sekolah bagi siswa SMAN dan SMKN di Bangka Belitung ternyata masih belum berlaku. Padahal, ketika mengumumkan pembebasan uang komite pada Februari 2017 lalu, Gubernur mengatakan iuran komite ini sudah bisa dibebaskan sejak April 2017 dengan mensubsidi siswa melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar tak memberatkan orangtua siswa.
Tapi nyatanya orang tua siswa, kini mengeluh keberatan dengan pembayaran uang komite yang diminta pihak sekolah untuk tiga bulan terakhir agar dibayar sekaligus. Sementara ketika orangtua ingin membayar iuran itu diawal tahun bertepatan dengan gencarnya pembentukan Tim Saber Pungli, pihak sekolah justru menyebutkan tidak ada lagi uang komite yang dibebankan.
“Ya, ini dapat undangan rapat komite sekolah, rapatnya Sabtu (hari ini-red), kemarin kami mau bayar katanya tidak usah lagi, tapi ini kok diminta lagi tiga atau empat bulan sekaligus. Satu bulan Rp180.000, kalau empat bulan kan memberatkan, darimana kami dapat uang,” keluh salah satu orangtua siswa SMKN di Pangkalpinang yang minta identitasnya dirahasiakan kepada wartawan, kemarin.
Menanggapi keluhan wali murid ini, Gubernur Babel, Rustam Effendi ketika dikonfirmasi lagi berdalih, pembebasan uang komite dalam pernyataannya tempo hari itu baru dimulai pada tahun ajaran baru nanti, atau pada Juli-Agustus 2017 mendatang.
“Pembebasan uang komite memang belum berlaku, nanti diberlakukan pada tahun ajaran baru,” katanya, ketika ditemui Jumat (24/3/2017).
Ia menyebutkan, pemerintah provinsi membebaskan uang komite ini agar siswa tak lagi dibebankan biaya lainnya, sehingga siswa dapat fokus pada pelajaran. Pemprov Babel sambungnya, mengganti Iuran tersebut dengan besaran Rp1.800.000 – Rp2.000.000 per siswa per tahun dari APBD ke sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan.
“Iuran komite sekolah yang membebankan, kami membebaskan biaya komite sekolah, untuk tingkat SMA kita bantu Rp1,8 juta dan SMK sebesar Rp2 juta per murid. Tak ada lagi terkait biaya, kita akan siapkan pergub (peraturan gubernur) pengawasan terhadap beberapa hal baik pendidikan dan sektor lainnya,” ucap Rustam, ketika pertama masuk kerja pasca cuti, Februari lalu.
Kala itu ia menyebutkan, untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan Iuran Komite ini masih diproses dan diperkirakan pada bulan April akan dicairkan dan dijalankan.
“Anggaran sudah siap per bulan April bisa dilaksanakan, aturannya sudah ditandatangani,” imbuhnya meski nyatanya kini ia berdalih kebijakan itu baru berlaku pada tahun ajaran baru kelak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Babel, M. Soleh mengaskan, untuk komponen yang belum dibiayai baik dari APBN dan APBD, agar pihak sekolah merapatkan bersama dengan komite sekolah dan orangtua siswa.
“Untuk dirapatkan bersama dan kalo disetujui silakan melalui sumbangan, bukan pungutan,” tegasnya seraya menambahkan untuk biaya yang dibebankan tersebut, agar dikonfirmasi ke pihak sekolah langsung. (nov/1)

Related posts